Bursa Siang: IHSG Menguat Di Tengah Pelemahan Bursa Saham Regional

Bursa Siang: IHSG Menguat Di Tengah Pelemahan Bursa Saham Regional

Posted by Written on 07 September 2018


 Ipotnews - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Jumat (7/9). IHSG melaju +0,35 persen (+20 poin) ke level 5.796.

Indeks LQ45 +0,55% ke leavel 914 poin. IDX30 +0,69% ke level 500 poin. Indeks JII +1,32% ke level 630. Indeks Kompas100 +0,45% ke level 1.175. Indeks Sri Kehati +0,89% ke posisi 343. Indeks Sinfra 18 +0,15% ke level 302.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah PGASPTBABBCATLKMASIIANTM dan UNTR.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya UNVRASIIINDFBKSLBBTNLPKR dan GGRM.

Saham Top Loser LQ45 antara lain HMSPADROTLKMMNCNSRILBBCA dan PTPP

.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,32 triliun dengan volume trading sebanyak 58,76 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp127,87 miliar.

Sektor aneka industri dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +3,24 persen dan +1,59 persen.

Nilai tukar rupiah +0,01 persen ke level Rp14.879 (pukul 11:30 am)


Bursa Asia

Market saham melemah pada perdagangan terakhir pekan ini seiring ketakutan para pemodal atas tarif impor baru USA dan China yang dapat muncul kapan saja. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) turun 0,4 persen, bahkan sempat ke posisi terendah sejak pertengahan Juli tahun lalu.

Penguatan yen merusak market saham Jepang sehingga Indeks Nikkei 225 ke zona merah. Presiden USA Donald Trump diberitakan dapat mempertimbangkan untuk mengambil alih perdagangan Jepang.

Saham-saham blue Chip di bursa China turun setelah Indeks CSI300 menguat 0,8 persen. Pasar emerging market masih berjuang untuk stabil setelah tertekan pada pekan ini. Pasar Indonesia dan Filipina masih dilanda kekhawatiran oleh capital outflow menyusul krisis di Turki dan Argentina.

Ketakutan juga muncul dari batas waktu pengajuan pendapat publik terkait kebijakan tarif baru terhadap barang China senilai USD200 miliar. Batas waktu tersebut berakhir pada pukul 04.00 sore waktu USA hari Kamis. Tarif dapat berlaku setelah itu meskipun tanpa jadwal pelaksanaan yang jelas. Sementara pemerintah China telah mengingatkan tindakan balasan bila USA menerapkan kebijakan baru tersebut.

"Tampaknya tidak mungkin tarif tidak diterapkan pemerintah USA karena USA yakin bahwa mereka memenangkan perang dagang dan akan berada dalam posisi yang lebih kuat untuk bernegosiasi jika memberi tekanan lebih besar kepada China," demikian ulasan Tim Riset JPMorgan.

Para investor juga mencermati data lapangan kerja USA periode bulan Agustus yang diperkirakan naik sebesar 191.000. Sedangkan tingkat upah diperkirakan naik 0,2 persen yang kemungkinan akan mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga obligasi pemerintah.

Indeks dolar AS bergerak flat ke level 95,737. Sementara nilai tukar USD terhadap yen di level 110,58, melemah paling buruk dalam 7 hari terakhir.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,07% ke posisi 22.246. (11:30 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,86% ke level 26.744.

Indeks Shanghai (China) -0,13% ke posisi 2.688.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,75% ke level 3.124. (11:30 am)


Oil

Harga minyak variatif pada perdagangan hari Jumat (7/9) pagi waktu perdagangan Asia seiring pasar diseimbangkan oleh penurunan persediaan minyak USA ke level terendah sejak 2015 dan tensi perang dagang USA-China serta pelemahan ekonomi emerging market.

Minyak WTI naik tipis 2 sen ke harga USD67,79 per barel (pukul 10:03 WIB). Harga minyak Brent drop 4 sen ke harga USD76,46 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author