Bursa Sore: Saham Defensif Melaju, IHSG Berakhir Hijau

Bursa Sore: Saham Defensif Melaju, IHSG Berakhir Hijau

Posted by Written on 06 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Kamis (6/9). IHSG menguat +1,63 persen (+92 poin) ke level 5.776.

Indeks LQ45 +2,15% ke leavel 909 poin. IDX30 +2,22% ke level 497 poin. Indeks JII +1,52% ke level 621. Indeks Kompas100 +1,92% ke level 1.170. Indeks Sri Kehati +1,97% ke posisi 340. Indeks Sinfra 18 +1,89% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIINPCLRNATLKMPGASPTBA dan BBCA.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya PGASBKSLHMSPBMRIANTMTPIA dan ICBP.

Saham Top Loser LQ45 antara lain ADHIMNCNSRILAKRASSMSPTPP dan LPKR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,11 triliun dengan volume trading sebanyak 93,78 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp966,48 miliar.

Sektor industri dasar dan keuangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,46 persen dan +2 persen. Laju IHSG melaju setelah saham-saham defensif bangkit. Saham defensif adalah saham-saham yang terkoreksi namun cepat kembali bangkit setelah indeks menguat.

Nilai tukar rupiah +0,28 persen ke level Rp14.891 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melanjutkan pelemahan untuk keenam sesi beruntun pada perdagangan hari Kamis (6/9) seiring pelemahan harga minyak dan penguatan harga emas.

Sentimen investor diguncang oleh kekacauan pasar finansial emerging market serta kegelisahan atas potensi eskalasi perang dagang antara USA dan China. Indeks saham MSCI Asia Pasifik turun 1 persen.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona merah. Bursa saham Australia melemah 1,1 persen. Indeks saham blue chips di bursa China, CSI300 tumbang 1,2 persen. Pelemahan juga terjadi di bursa saham Hong Kong seiring tekanan pada Indeks Hang Seng.

Para pemodal fokus pada trade war USA dan China. Batas waktu konsultasi publik bagi Presiden Donald Trump untuk menerapkan tarif impor terhadap barang asal China senilai USD200 miliar akan berakhir hari Kamis ini.

"Eskalasi perang dagang mungkin akan kian dekat, masalah waktu agak tidak jelas dan ini membenarkan kehati-hatian bahkan mempertimbangkan pelemahan USD," demikian menurut Tim Analis JPMorgan. Lembaga tersebut juga menilai keyakinan dan partisipasi (konsultasi publik) kemungkian akan tetap minim sampai pengumuman.

Pada Rabu kemarin, Trump mengatakan USA belum siap datang dalam negosiasi perang dagang dengan China tetapi dia menegaskan negosiasi akan terus berlangsung.

Indeks dolar AS melemah ke posisi 95,16. Indeks tersebut longsong dari posisi tertinggi dalam 2 pekan terakhir yang terjadi pada awal pekan ini.

Pemodal juga memantau perkembangan negosiasi Kanada dan USA untuk mengubah perjanjian pakta perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). Kanada bersikeras tidak ada ruang menyelamatkan pakta tersebut walaupun terdapat banyak sinyal kesepakatan segera terjadi.

Para analis mengingatkan pelemahan lebih lanjut karena para pemodal tidak lagi memantau Argentina, Turki dan Afrika Selatan sebagai kasus yang terpisah. Mareka juga resah atas dampak meningkatnya inflasi USA dan suku bunga di negara-negara dengan utang tinggi di Asia.

Tim Riset pada Capital Economics menilai masih terdapat ruang pelemahan lebih lanjut di pasar emerging market. Faktor yang menghantam pasar saham emerging market saat ini adalah kebijakan moneter ketat the Fed, krisis di Turki dan Argentina serta perang dagang USA dan China sehingga meluaskan kekhawatiran akan perekonomian China.Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,41% ke posisi 22.487.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,99% ke level 26.974.

Indeks Shanghai (China) -0,47% ke posisi 2.691.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,27% ke level 3.147.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (6/9) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi di tengah masih berlangsungnya kekhawatiran atas tekanan pada emerging market serta potensi tarif impor baru oleh USA terhadap barang-barang asal China.

Indeks FTSE (Inggris) -0.04% 7.380.

Indeks DAX (Jerman) -0.10% 12.028.

Indeks CAC (Perancis) +0.17% 5.269.


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (6/9) seiring guncangan yang terjadi pada emerging market selain semakin dekatnya batas waktu penerapan tarif impor oleh USA terhadap barang asal China senilai USD200 miliar.

Minyak WTI drop 25 sen ke harga USD68,47 per barel (pukul 01:31 WIB). Harga minyak Brent turun 27 sen ke harga USD77,0 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author