Bursa Siang: Abaikan Tekanan Pada Emerging Market, IHSG Naik Tipis

Bursa Siang: Abaikan Tekanan Pada Emerging Market, IHSG Naik Tipis

Posted by Written on 06 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit dari zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (6/9). IHSG melaju +0,33 persen (+7 poin) ke level 5.691.

Indeks LQ45 +0,24% ke leavel 892 poin. IDX30 +0,26% ke level 487 poin. Indeks JII +0,25% ke level 614. Indeks Kompas100 +0,18% ke level 1.150. Indeks Sri Kehati -0,11% ke posisi 333. Indeks Sinfra 18 +0,06% ke level 296.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBCAPBRXGGRMPTPPEXCLHMSP dan KLBF.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya PGASEXCLHMSPICBPUNVRTLKM dan INKP.

Saham Top Loser LQ45 antara lain ITMGINCO,BMRISSMSBBTNKLBF dan SRIL.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,24 triliun dengan volume trading sebanyak 49,01 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp134,99 miliar.

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,26 persen dan +0,87 persen.

Nilai tukar rupiah +0,26 persen ke level Rp14.894 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melanjutkan pelemahan untuk keenam sesi beruntun pada perdagangan hari Kamis (6/9) di sesi pagi seiring pelemahan harga minyak dan penguatan harga emas.

Sentimen investor diguncang oleh kekacauan pasar finansial emerging market serta kegelisahan atas potensi eskalasi perang dagang antara USA dan China. Indeks saham MSCI Asia Pasifik turun 0,4 persen tertekan ke level terendah sejak pertengahan Agustus.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona merah. Bursa saham Australia dan Selandia Baru melemah 1 persen. Indeks saham-saham blue chips di bursa China tumbang 0,2 persen. Pelemahan juga terjadi di bursa saham Hong Kong seiring tekanan pada Indeks Hang Seng.

Para pemodal fokus pada trade war USA dan China. Batas waktu konsultasi publik bagi Presiden Donald Trump untuk menerapkan tarif impor terhadap barang asal China senilai USD200 miliar akan berakhir hari Kamis ini.

"Eskalasi perang dagang mungkin akan kian dekat, masalah waktu agak tidak jelas dan ini membenarkan kehati-hatian bahkan mempertimbangkan pelemahan USD," demikian menurut Tim Analis JPMorgan. Lembaga tersebut juga menilai keyakinan dan partisipasi (konsultasi publik) kemungkian akan tetap minim sampai pengumuman.

Pada Rabu kemarin, Trump mengatakan USA belum siap datang dalam negosiasi perang dagang dengan China tetapi dia menegaskan negosiasi akan terus berlangsung.

Indeks dolar AS melemah 0,1 persen ke posisi 95,06. Indeks tersebut longsong dari posisi tertinggi dalam 2 pekan terakhir yang terjadi pada awal pekan ini.

Pemodal juga memantau perkembangan negosiasi Kanada dan USA untuk mengubah perjanjian pakta perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). Kanada bersikeras tidak ada ruang menyelamatkan pakta tersebut walaupun terdapat banyak sinyal kesepakatan segera terjadi.

Para analis mengingatkan pelemahan lebih lanjut karena para pemodal tidak lagi memantau Argentina, Turki dan Afrika Selatan sebagai kasus yang terpisah. Mareka juga resah atas dampak meningkatnya inflasi USA dan suku bunga di negara-negara dengan utang tinggi di Asia.

Tim Riset pada Capital Economics menilai masih terdapat ruang pelemahan lebih lanjut di pasar emerging market. Faktor yang menghantam pasar saham emerging market saat ini adalah kebijakan moneter ketat the Fed, krisis di Turki dan Argentina serta perang dagang USA dan China sehingga meluaskan kekhawatiran akan perekonomian China.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,22% ke posisi 22.532. (11:42 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,64% ke level 27.068.

Indeks Shanghai (China) +0,17% ke posisi 2.708.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,04% ke level 3.157. (12:00 am)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (6/9) pagi waktu perdagangan Asia seiring guncangan yang terjadi pada emerging market selain semakin dekatnya batas waktu penerapan tarif impor oleh USA terhadap barang asal China senilai USD200 miliar.

Minyak WTI drop 25 sen ke harga USD68,47 per barel (pukul 01:31 WIB). Harga minyak Brent turun 27 sen ke harga USD77,0 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author