Bursa Pagi: Global-Regional Masih Merah, Hambat Potensi Teknikal Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Masih Merah, Hambat Potensi Teknikal Rebound IHSG

Posted by Written on 06 September 2018


Ipotnews - Perdagangan saham di bursa Asia pagi ini, Kamis (6/9) dibuka di teritori negatif melanjutkan tren penurunan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Isu sengketa perdagangan AS tetap menjadi fokus pasar merespon kemungkinan penerapan tambahan tarif terhadap impor China dan prospek perundingan dagang AS-Kanada.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,53% pada awal sesi, di tengah lonjakan harga saham sektor teknologi sebesar 2,94%. Harga saham Telstra melompat 3,64%. Indeks berlanjut merosot tajam 0,92% (-57,60 poin) ke level 6.172,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,48% (-108,13 poin) ke posisi 22.472,70, setelah dibuka turun 0,33%, diwarnai penguatan yen dan kejatuhan harga saham Nintendo sebesar 2,5%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,12% terbebani kejatuhan harga saham teknolog, dan beralnjut melemah 0,03% menjadi 2.291,10.

Melanjutkan tren penurunan global,indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,64% (-174,64 poin) ke level 27.069,21 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,25% menjadi 2.697,58.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tekanan penurunan indeks saham acuan di bursa global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup terpangkas 3,76% ke level 5.683. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengalami teknikal rebound setelah tertekan dalam selama tiga hari berturut-turut. Beberapa indikator memperlihatkan posisi indeks yang sudah jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih belum adaya hasil pertemuan antara Amerika dan Kanada serta terkoreksinya harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah pada pagi ini merespon beberapa kebijakan yang di ambil pemerintah untuk mengendalikan Current Account Deficit akan menjadi sentimen positif bagi indeks.IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.620 dan resistance di 5.745.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : BBCA (Buy on Weakness, Support: Rp23.675, Resist: Rp24.250), UNVR (Buy on Weakness, Support: Rp40.400, Resist: Rp42.600), INTP (Buy on Weakness, Support: Rp15.950, Resist: Rp16.800), AALI (Buy, Support: Rp12.800, Resist: Rp13.150).

  • ETF : XDIF ( SELL , Support: Rp430, Resist: Rp446), R-LQ45X ( SELL , Support: Rp916, Resist: Rp955), 

    XIIT ( SELL , Support: Rp489, Resist: Rp513).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung melemah, terseret kejatuhan harga saham sektor teknologi. Saham Facebook merosot 2,3% dan Twitter rontok 6,1% setelah eksekutif dari dua raksasa media sosial itu mengakui kepada panel Senat AS bahwa platform mereka dimanipulasi oleh kepentingan Rusia dan lainnya menjelang pemilihan presiden Amerika 2016. Apple tergelincir 0,7%, Microsoft anjlok 2,9%, dan Alphabet melorot 0,9%. Pelemahan indeks juga dipengaruhi oleh kekhawatiran perdagangan karena defisit perdagangan AS melonjak menjadi USD50,1 miliar pada periode Juli, dengan membukukan defisit perdagangan dengan China serta Uni Eropa di level tertinggi sepanjang masa. Pasar mengkhawatirkan, kondisi tersebut akan makin mempertajam konflik dagang AS dengan mitra-mitra dagangnya.

Nasdaq Composite anjlok 1,19% (-96,07 poin) ke level 7.995,17.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,09% (22,51 poin) di posisi 25.974,99.

Standard&Poor's 500 turun 0,28% (-8,12 poin) menjadi 2.888,60.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 4,34% menjadi USD21,39.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir memerah, karena kekhawatiran baru terhadap konflik perdagangan internasional sehingga menghambat minat investor untuk mengoleksi aset berisiko. Indeks European-Stoxx 600 ditutup melorot 1,09% menjadi 375,68, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi sebesar 3,04%. Saham Temenos, Swiss dan Ambu, Denmark menjadi pecundang terbesar dengan penurunan lebih dari 11%. Hampir semua sektor berlabuh di zona merah, kecuali sektor perbankan.

FTSE 100 London turun 1,00% (-74,58 poin) menjadi 7.383,28.

CAC 40 Paris rontok 1,54% (-82,48 poin) ke level 5.260,22.

DAX 30 Frankfurt terperosok 1,39% (-169,75 poin) ke posisi 12.040,46.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh kenaikan poundsterling dan euro, menyusul laporan Bloombergbahwa Jerman dan Inggris mengabaikan tuntutan Brexit, yang berpotensi membuka jalan untuk tercapainya kesepakatan perpisahan. Mata uang emerging market tetap melemah, di tengah kekhawatiran akan terjebak dalam konflik perdagangan dengan AS. MSCI EM Currency Index turun 0,16%, setelah tergelincir ke level terendahnya sejak Mei 2017 pada awal sesi. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,27% menjadi 95,184.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16320.0002+0.02%7:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29120.0007+0.05%7:21 PM
Yen (USD-JPY)111.50-0.03-0.03%7:20 PM
Yuan (USD-CNY)6.83-0.0142-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,938.003.00+0.02%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, turun lebih dari 1% setelah badai Tropis Gordon melemah dan menjauh dari Teluk Meksiko sebagai daerah-daerah penghasil minyak. 

Sebelumnya, untuk mengantisipasi dampak badai, secara keseluruhan perusahaan AS menghentikan produksi minyak sebanyak 156.907 barel per hari. Analis memperkirakan, rata-rata stok minyak AS turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan lalu.

Meningkatnya kekhawatiran perselisihan dagang global serta penularan krisis mata uang emerging market ikut menekan harga minyak. Sekretaris Jenderal OPEC , Mohammad Barkindo, mengatakan, sengketa perdagangan global akan menekan permintaan energi di masa mendatang.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,15 (-1,65%) menjadi USD68,72 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 91 sen (-1,15%) menjadi USD77,26 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, bangkit dari level terendah 11 hari karena dolar AS melemah. Harga emas turun 1,5% dari level tertinggi pada 28 Agustus karena pelemahan mata uang emerging marketdan kekhawatiran sengketa perdagangan global. Namun kekhawatiran perdagangan terus mendukung greenback, dengan tenggat waktu penerapan tambahan tarif impor barang China, dan penolakan Kanada untuk tunduk pada tuntutan AS dalam pembicaraan kesepakatan perdagangan dengan Washington. Sejauh ini, harga emas sudah anjlok lebih dari 12% dari harga tertinggi pada April lalu.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.196,40 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD2,20 (0,2%) menjadi USD1.201,30 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author