Bursa Siang: Pasar Saham Regional Berguguran, IHSG Tergerus 197 Poin

Bursa Siang: Pasar Saham Regional Berguguran, IHSG Tergerus 197 Poin

Posted by Written on 05 September 2018


Ipotnews - Langkah Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (5/9). IHSG melemah -3,33 persen (-197 poin) ke level 5.708.

Indeks LQ45 -3,90% ke leavel 895 poin. IDX30 -4,00% ke level 488 poin. Indeks JII -3,84% ke level 617. Indeks Kompas100 -3,78% ke level 1.154. Indeks Sri Kehati -3,95% ke posisi 335. Indeks Sinfra 18 -4,47% ke level 295.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,93 triliun dengan volume trading sebanyak 62,87 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp324,87 miliar.

Sektor tambang dan konsumer menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -3,99 persen dan -3,64 persen.

Nilai tukar rupiah +0,29 persen ke level Rp14.919 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Bursa saham Asia mengekor pelemahan market global di tengah penguatan nilai tukar dolar AS ke level tertinggi dalam 2 pekan terakhir. Laju USD karena kekhawatiran atas konflik dagang global kian meningkat menahan animo para pemodal terhadap aset lebih berisiko.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) melorot 0,5 persen. Pasar saham China juga bergerak dalam tekanan. Indeks ASX200 (bursa Australia) turun 0,75 persen. Sedangkan Indeks Kospi (di Korsel) turun 0,1 persen. Begitu pula Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang tertahan di zona merah.

"Negosiasi konflik dagang antara USA dan Kanada akan dimulai hari ini dan hal ini mempertahankan sentimen perang dagang di garis depan disertai sikap wait and see para pelaku pasar modal," ujar Masahiro Ichikawa, Senior Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo.

Pembicaraan antara USA dan Kanada diperkirakan mulai hari Rabu ini dan berakhir pada Jumat dengan tanpa kesepakatan mengubah perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA) akan mendinginkan suasana kepercayaan investor.

Menurut Ichikawa, terdapat masalah isu hubungan dagang China dan USA disamping guncangan dalam nilai tukar negara-negara emerging market yang mengharuskan pelaku pasar khawatir akan hal tersebut.

Yang membuat kegugupan investor bertahan adalah ancaman baru berupa tarif impor USA terhadap barang impor asal China senilai USD200 miliar yang dapat berdampak setelah periode masukan publik berakhir pada hari Kamis mendatang.

Sementara itu pasar saham dan forex emerging market menghadapi tekanan terbaru berupak kabar bahwa Afrika Selatan tumbang mengarah ke resesi dan kekhawatiran yang bercampur tentang inflasi di Turki.

Mata uang Argentina, Peso turun 2 persen pada trading Selasa kemarin. Peso melemah meski Presiden USA Donald Trump mendukung Presiden Argentina Mauricio Macri dan upayanya mendapatkan bantuan finansial dari IMF guna bangkit dari krisis ekonomi yang dalam. Chief IMF, Christian Lagarde dan Menteri Ekonomi Argentina Nicolas Dujovne menyepakati dana siaga USD50 miliar untuk membantu Argentina.

Indeks dolar AS melemah ke level 95,360 meski sempat ke level tertinggi dalam 2 pekan pada closing perdagangan hari Selasa kemarin di posisi 95,737. Sedangkan kurs USD menguat terhadap yen di posisi 111,71 yen. USD menguat pada Selasa seiring optimisme indikasi kelanjutan kenaikan suku bunga the Fed.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,29% ke posisi 22.630. (11:47 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,65% ke level 27.512.

Indeks Shanghai (China) -0,92% ke posisi 2.725.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,81% ke level 3.184. (12:00 am)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Rabu (5/9) pagi waktu perdagangan Asia, berbalik dari penguatan sesi sebelumnya seiring faktor dampak badai tropis pada produksi minyak lepas pantai USA tidak sekuat seperti perkiraan sebelumnya.

Minyak WTI drop 40 sen ke harga USD69,47 per barel (pukul 08:39 WIB). Harga minyak Brent turun 16 sen ke harga USD78,01 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author