Bursa Sore: Laju IHSG Kembali Terjegal, Dolar AS Terus Menguat

Bursa Sore: Laju IHSG Kembali Terjegal, Dolar AS Terus Menguat

Posted by Written on 04 September 2018


Ipotnews - Pemangkasan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih terus berlanjut pada akhir perdagangan hari Selasa (4/9). IHSG melemah -1,04 persen (-63 poin) ke level 5.905.

Indeks LQ45 -1,05% ke leavel 931 poin. IDX30 -0,88% ke level 508 poin. Indeks JII -1,41% ke level 642. Indeks Kompas100 -1,11% ke level 1.200. Indeks Sri Kehati -1,18% ke posisi 348. Indeks Sinfra 18 -1,71% ke level 309.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah MOLIBBRITLKMTKIMERAAADRO dan LAND.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya WIKAJSMRSRILELSAHMSPUNVR dan WIKA.

Saham Top Loser LQ45 antara lain BBCAASIIINDFWSKTICBPBRPT dan ADHI.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,56 triliun dengan volume trading sebanyak 86,99 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp428,48 miliar.

Sektor industri dasar dan infrastruktur menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -2,45 persen dan -1,9 persen.

Ulasan Tim Riset Indo Premier Sekuritas menyatakan Indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini kembali bergerak melemah dipicu oleh semakin menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah serta yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang menembus level 8,3 persen

Nilai tukar rupiah -0,57 persen ke level Rp14.920 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia berbalik menguat pada perdagangan hari Selasa (4/9) menanggalkan pelemahan yang terjadi di sesi pagi. Namun para investor gelisah karena eskalasi sengketa dagang USA dan China makin menguat di pekan ini serta kebijakan penghematan pemerintah Argentina yang membelit emerging market.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) naik 0,2 persen. Indeks saham-saham blue chips di bursa China, CSI300 menguat 0,9 persen setelah dalam 5 hari melorot dengan ditopang sektor real estat dan perbankan.

Bursa saham Jepang dalam tekanan setelah Indeks Nikkei 225 turun tipis. Adapun Indeks ASX200 (bursa Australia) turun 0,3 persen. Di Korsel Indeks Kospi naik 0,38 persen.

Analis pada lembaga Axi Trader (Sydney), Greg McKenna menilai sebagian besar fokus hari ini pada emerging market. Penting dicatat bahwa pelemahan data manufaktur dan kebijakan penghematan di Argentina telah menarik perhatian pasar pada Senin awal pekan ini.

"Ini benar-benar konsisten bahwa penguatan dolar AS pada saat yang sama bursa berjangka USA rally bila apa yang telah kita lihat selama dua bulan terakhir yang mana merupakan dana yang dialokasikan ke USA dan hengkang dari kawasan lain berlanjut," kata Greg.

Indeks dolar AS menguat 0,14 persen di posisi 95,272. Sementara nilai tukar USD terhadap yen naik 0,07 persen ke level 111,12 yen. Euro melemah 0,15 persen terhadap USD ke level $1,1606.

Presiden Argentina Mauricio Macri mengumumkan pajak baru pada ekspor dan memangkas belanja pemerintah dalam apa yang diistilahkan "kebijakan darurat" untuk menyeimbangkan anggaran tahun depan.

Argentina Peso melemah 3,14 persen pada penutupan market hari Senin dan diperkirakan akan terus tertekan dalam hari-hari mendatang. Sementara bank sentral Turki memberi sinyal pada Senin kemarin akan mengambil langkah perang yang berisiko sangat signifikan untuk menstabilkan harga. Turki Lira turun 40 persen terhadap dolar AS yang mana turun 0,3 persen terhadap USD ke posisi 6,6400.

Presiden Donald Trump memberikan dorongan baru kekhawatiran perang dagang pada akhir pekan ketika dia menyatakan tidak butuh Kanada untuk bertahan dalam North American Free Trade Agreement. Dia juga mengingatkan Kongres untuk tidak mencampuri negosiasi sengketa dagang.

"Market membayar sedikit perhatian terhadap ancaman tarif Trump dan bertanya-tanya apakah yang mungkin terjadi pada otomotif Eropa dan akhir hari apa yang akan terjadi dengan Kanada, juga NAFTA, ada banyak ketidakpastian di sana," ujar McKenna.

Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun naik ke level 2,8640 persen versus level penutupan pada akhir pekan lalu di posisi 2,853. Sedangkan yield dengan tenor 2 tahun naik sebesar 2,633 persen disertai ekspektasi para trader terhadap kenaikan bunga the Fed. Tenor 2 tahun paa akhir pekan lalu bertengger di posisi 2,629 persen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,05% ke posisi 22.696.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,94% ke level 27.973.

Indeks Shanghai (China) +1,10% ke posisi 2.750.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,08% ke level 3.209.


Bursa Eropa

Market saham Eropa naik tipis di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (4/9) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah kebijakan darurat penghematan di Argentina yang menyebabkan guncangan di pasar emerging market.

Indeks FTSE (Inggris) 0.05% ke level 7.508.

Indeks DAX (Jerman) -0.06% di posisi 12.338.

Indeks CAC (Perancis) -0.19% pada level 5.403.


Oil

Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Selasa (4/9), Minyak WTI tembus level harga USD70 per barel setelah evakuasi aktivitas 2 ladang minyak di Teluk Mexico untuk mengantisipasi serangan badai.

Minyak Brent ke harga USD78,50 per barel pasca menguat 35 sen. Harga minyak WTI naik 80 sen ke harga USD70,60 per barel (pukul 02:45 WIB).


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author