Bursa Siang: Perang Dagang Kian Menguat Pekan Ini, IHSG Turun 43 Poin

Bursa Siang: Perang Dagang Kian Menguat Pekan Ini, IHSG Turun 43 Poin

Posted by Written on 04 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Selasa (4/9). IHSG melemah -0,72 persen (-43 poin) ke level 5.924.

Indeks LQ45 -0,80% ke leavel 933 poin. IDX30 -0,69% ke level 509 poin. Indeks JII -0,79% ke level 646. Indeks Kompas100 -0,78% ke level 1.204. Indeks Sri Kehati -0,83% ke posisi 350. Indeks Sinfra 18 -0,83% ke level 312.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah LANDPBRXBMRIBBCAADROASII dan INDY.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SRILELSAWIKASMGR dan LPKR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain UNVRWSKTINKPICBPASIIUNTR dan SCMA.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,42 triliun dengan volume trading sebanyak 44,63 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp159,84 miliar.

Sektor industri dasar dan perdagangan menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -1,24 persen dan -1,07 persen.

Nilai tukar rupiah -0,45 persen ke level Rp14.902 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia kembali dalam tekanan pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (4/9). Nilai tukar dolar as berubah menguat seiring sengketa dagang USA dan China akan meningkat pada pekan ini. Kebijakan penghematan darurat di Argentina menegaskan gejolak yang menekan emerging market.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,3 persen. Indeks saham-saham blue chips di bursa China, CSI300 turun 0,3 persen.

Bursa saham Jepang dalam tekanan setelah Indeks Nikkei 225 turun tipis. Adapun Indeks ASX200 (bursa Australia) turun 0,4 persen menjelang meeting bank sentral. Di Korsel Indeks Kospi naik 0,18 persen.

Analis pada lembaga Axi Trader (Sydney), Greg McKenna menilai sebagian besar fokus hari ini pada emerging market. Penting dicatat bahwa pelemahan data manufaktur dan kebijakan penghematan di Argentina telah menarik perhatian pasar pada Senin awal pekan ini.

"Ini benar-benar konsisten bahwa penguatan dolar AS pada saat yang sama bursa berjangka USA rally bila apa yang telah kita lihat selama dua bulan terakhir yang mana merupakan dana yang dialokasikan ke USA dan hengkang dari kawasan lain berlanjut," kata Greg.

Indeks dolar AS menguat 0,1 persen di posisi 95,253. Sementara nilai tukar USD terhadap yen naik tipis 0,05 persen ke level 111,12 yen. Euro melemah 0,2 persen terhadap USD ke level $1,1599.

Presiden Argentina Mauricio Macri mengumumkan pajak baru pada ekspor dan memangkas belanja pemerintah dalam apa yang diistilahkan "kebijakan darurat" untuk menyeimbangkan anggaran tahun depan.

Argentina Peso melemah 3,14 persen pada penutupan market hari Senin dan diperkirakan akan terus tertekan dalam hari-hari mendatang. Sementara bank sentral Turki memberi sinyal pada Senin kemarin akan mengambil langkah perang yang berisiko sangat signifikan untuk menstabilkan harga. Turki Lira turun 40 persen terhadap dolar AS yang mana turun 0,3 persen terhadap USD ke posisi 6,6400.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,27% ke posisi 22.645. (11:43 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,03% ke level 27.721.

Indeks Shanghai (China) -0,06% ke posisi 2.719.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,08% ke level 3.204. (12:00 am)


Oil

Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Selasa (4/9) pagi waktu perdagangan Asia, Minyak WTI tembus level harga USD70 per barel setelah evakuasi aktivitas 2 ladang minyak di Teluk Mexico untuk mengantisipasi serangan badai.

Minyak Brent drop 8 sen ke harga USD78,07 per barel. Harga minyak WTI naik 25 sen ke harga USD70,05 per barel (pukul 10:53 WIB).



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author