Bursa Pagi: Asia Di Buka Zona Merah, Hambat Pembalikan Arah IHSG

Bursa Pagi: Asia Di Buka Zona Merah, Hambat Pembalikan Arah IHSG

Posted by Written on 04 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (4/9), dibuka di zona merah di tengah ketidakpastian masa depan Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan meningkatnya ketegangan hubungan dagang AS China, dan AS-Uni Eropa. Bursa Wall Street kemarin tutup merayakan Hari Buruh.

Perdagangan hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeksASX 200, Australia sebesar 0,22% yang terbebani oleh kemerosoton harga saham di sektor keuangan sebesar 0,4%. Penurunan indeks berlanjut 0,41% (-26,10 poin) ke level 6.284,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,17% (-39,65 poin) menjadi 22.667,73, setelah dibuka turun 0,33% dengan menempatkan sebagian besar sektor utama di teritori negatif. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melemah 0,12%, dan berlanjut mendatar di kisaran 2.307,00.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,34% (-93,36 poin) ke posisi 27.619,18 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,09% menjadi 2.304,89.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham Eropa dan Asia yang berlawanan arah, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan membukukan penurunan tajam 0,85% menjadi 5.967. Sejumkah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berupaya keluar dari rentang konsolidasi, berusaha up trend jangka pendek yang terganjal oleh pelemahan rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan memasuki area jenuh jual, namun masih dalam tekanan bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, belum menentunya kesepakatan dagang NAFTA serta adanya kemungkinan meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika dan China serta terkoreksinya harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Selain itu, berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah diprediksi menambah katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.910 dan resistance di 6.020.

Beberapa ekuitas yang layak dicermati, antara lain;

  • Saham : WIKA (Buy on Weakness, Support: Rp1.515, Resist: Rp1.570), 

    JPFA (Buy, Support: Rp2.190, Resist: Rp2.260), RALS (Buy, Support: Rp1.280, Resist: Rp1.330), INTP ( SELL , Support: Rp16.650, Resist: Rp17.250).

  • ETF : XPLQ ( SELL , Support: Rp511, Resist: Rp521), XPDV ( SELL , Support: Rp471, Resist: Rp479), 

    XPSG ( SELL , Support: Rp417, Resist: Rp423).


Amerika Serikat dan Eropa

Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup variatif di tengah meningkatnya kekhawatiran perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Indeks European-Stoxx 600 ditutup menguat 0,07% menjadi 382,51, dipimpin saham SBM Offshore, Belanda yang melambung 10,7% setelah mengumumkan settlement akhir untuk menyelesaikan dugaan praktik penjualan yang tidak tepat. Royal Mail, Inggris melonjak 3%, karena mengumumkan mengakuisisi Dicom Canada senilai USD275 juta. Sebaliknya, harga saham sektor otomotif yang anjlok sekitar 1%. Saham Faurecia, Porsche dan Volkswagen semua berakhir turun lebih dari 1,5 persen. Akhir pekan lalu, Uni Eropa menyatakan akan merespons jika AS mengingkari janjinya untuk tidak memaksakan tambahan tarif impor mobil.Perdagangan saham di bursaWall Street kemarin libur merayakan Hari Buruh.

FTSE 100 London melonjak 0,97% (72,18 poin) ke level 7.504,60.

CAC 40 Paris menguat 0,13%(6,95 poin) menjadi 5.413,80.

DAX 30 Frankfurt melemah 0,14% (-17,65 poin) di posisi 12.346,41.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia hingga kemarin sore bertahan di posisi tertinggi dalam sepekan. Para trader agresif memburu dolar AS dan banyak melepaskan poundsterling dan dolar Kanada di tengah meningkatnya kekhawatiran perang dagang. Akhir pekan lalu Trump menyatakan, tak perlu lagi mempertahankan Kanada di NAFTA dan memperingatkan Kongres untuk tidak mencampuri perundingan perdagangan. Indeks dolar AS berada di level 95.140.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1617-0.0002-0.02%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2870.000.00%7:30 PM
Yen (USD-JPY)111.000.01+0.01%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.8228-0.0087-0.13%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,815.00105.00+0.71%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/9/2018 (ET)


Komoditas

Pergerakanharga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea hingga petang kemarin cenderung menguat didukung oleh kekhawatiran bahwa penurunan output Iran akan memperketat pasar setelah sanksi Washington berlaku mulai November. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh pasokan yang lebih tinggi dari OPEC dan AS. Volume pasar relatif tipis karena libur Hari Buruh. Selama dua pekan terakhir Brent melonjak lebih dari 10% karena ekspektasi pasokan global akan mengetat akhir tahun ini.

Hasil survei Reuters mengindikasikan, produksi OPEC naik 220.000 bph antara Juli dan Agustus, menjadi 32,79 juta bph, tertinggi selama 2018. Baker Hughes menyebutkan jumlah pengeboran minyak AS yang beroperasi hingga akhir pekan lalu bertambah 2 unit menjadi 862 rig. Pertumbuhan aktivitas manufaktur China selama Agustus mencapai level terendah selama tahun ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 37 sen menjadi USD78,01 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 30 sen menjadi USD70,10 per barel.

Pergerakan harga emas hingga kemarin petang berlanjut melemah, karena dolar bertahan di dekat level tertinggi satu pekan di tengah meningkatnya kekhawatiran konflik perdagangan AS dan sejumlah mitra dagangnya, terutama setelah ditundanya penyelesaian perundingan AS-Kanada. Harga emas sudah anjlok sekitar 8% sepanjang tahun ini. Kepemilikan dalam SPDR Gold turun lebih dari 13 persen sejak mencapai puncaknya pada akhir April.

Harga emas di pasar spot turun 0,03% menjadi USD1.200,4 per ounce.

Harga emas pengiriman Desember naik 0,02% menjadi USD1.207,00 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author