Bursa Siang: IHSG Terjegal, Saat Terjadi Ketidakstabilan Kurs Emerging Market

Bursa Siang: IHSG Terjegal, Saat Terjadi Ketidakstabilan Kurs Emerging Market

Posted by Written on 03 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terjegal pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (3/9). IHSG melemah -0,80 persen (-49 poin) ke level 5.970.

Indeks LQ45 -1,21% ke leavel 940 poin. IDX30 -1,04% ke level 512 poin. Indeks JII -1,13% ke level 652. Indeks Kompas100 -1,08% ke level 1.213. Indeks Sri Kehati -0,73% ke posisi 353. Indeks Sinfra 18 -1,22% ke level 316.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIPTBATBLAMAINERAABBCA dan LSIP.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya AKRAICBPTLKM dan PTBA.

Saham Top Loser LQ45 antara lain JSMR, WKST , WIKAUNVRWSBPELSA dan MEDC.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,41 triliun dengan volume trading sebanyak 34,17 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp43,25 miliar.

Sektor industri dasar dan aneka industri menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -2,11 persen dan -1,18 persen.

Nilai tukar rupiah -0,18 persen ke level Rp14.756 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia tertekan pada perdagangan perdana bulan September, hari Senin (3/9). Tekanan pada bursa Asia seiring kekhawatiran atas kelanjutan eskalasi perang dagang serta ketidakstabilan nilai tukar emerging market.

Indeks MSCI Asia Pasifik (seluruh market Asia tidak termasuk Jepang) melemah 0,7 persen. Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei bergerak melemah meskipun perdagangan dapat ditundukkan karena pasar saham USA libur pada hari Senin ini.

"Ini tampak hampir pasti bahwa Presiden USA Donald Trump akan menerapkan tarif impor 25 persen terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar," ujar Norihiro Fujito, Chief Investment pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

Trump pada pekan lalu menyatakan siap menerapkan kebijakan tarif baru segera setelah periode masukan publik berakhir pada Kamis pekan lalu. Hal ini yang akan menjadi eskalasi besar setelah tarif impor terhadap barang China senilai USD50 miliar sudah diterapkan.

Pasar saham China melemah signifikan secara bulanan di periode bulan Agustus di tengah kekhawatiran terhadap perang dagang.

"Market cenderung memikirkan ke depan. Setelah tarif impor atas barang China senilai USD200 miliar, mereka akan cemas apa yang muncul selanjutnya.Kecuali perang dagang yang sudah mengkhawatirkan dihilangkan, Anda tidak dapat mengesampingkan kemungkinan pasar saham lanjut melemah," kata Shenshen Wan, Analis pada Tokai Tokyo Research.

Kekhawatiran atas perang dagang mendongkrak aset safe haven Swiss franc yang mengukir level tertinggi bulanan ke posisi 0,9654 terhadap dolar AS. Swiss franc ke level tertinggi dalam setahun terakhir di posisi 1,1240 terhadap euro. Pencapaian franc itu terjadi pada akhir pekan lalu.

Dolar Australia tertekan ke level terendah terhadap USD ke level $0,71655. Euro bergerak flat di posisi $1,1600. Sedangkan yen juga flat di level 111,12 yen per USD.

Para pemodal tetap mencemaskan mata uang emerging market pasca aksi jual tajam Argentina Peso dan Turki Lira pada akhir bulan lalu di tengah kekhawatiran atas pengelolaan perekonommian, membengkaknya defisit transaksi berjalan serta inflasi.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,63% ke posisi 22.720. (11:43 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,95% ke level 27.623.

Indeks Shanghai (China) -0,94% ke posisi 2.699.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,39% ke level 3.201. (12:00 am)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (3/9) pagi waktu perdagangan Asia. Hal ini terjadi di tengah naiknya pasokan dari OPEC dan USA melampaui kekhawatiran bahwa penurunan produksi minyak Iran akan mengetatkan pasar saat sanksi USA mendera negara tersebut pada Nopember.

Minyak Brent drop 21 sen ke harga USD77,43 per barel (pukul 09:22 WIB). Harga minyak WTI drop 18 sen ke harga USD69,62 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author