Bursa Sore: IHSG Turun Tipis Pada Trading Penutup di Bulan Agustus

Bursa Sore: IHSG Turun Tipis Pada Trading Penutup di Bulan Agustus

Posted by Written on 31 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terhindari dari pelemahan lebih buruk pada akhir perdagangan hari Jumat (31/8). IHSG hanya melemah -0,01 persen (-1 poin) ke level 6.018.

Indeks LQ45 -0,08% ke leavel 951 poin. IDX30 -0,16% ke level 518 poin. Indeks JII -0,64% ke level 659. Indeks Kompas100 -0,08% ke level 1.226. Indeks Sri Kehati -0,51% ke posisi 355. Indeks Sinfra 18 +0,30% ke level 320.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah LANDBBRIPGASPTBAAKRABBNI dan TCPI.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya TPIAPGASLPKRINDYHMSPPTPP dan BBNI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain UNTRBBRIWSBPMNCNTLKM,  dan UNVR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,74 triliun dengan volume trading sebanyak 82,85 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp434,81 miliar.

Sektor aneka industri dan properti menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -2,45 persen dan -1,0 persen.

Nilai tukar rupiah +0,44 persen ke level Rp14.730 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia dalam tekanan lagi pada perdagangan hari Jumat (31/8). Pergerakan pasar saham regional tersebut seiring sebuah laporan yang menyebutkan Presiden USA Donald Trump sedang mempersiapkan langkah perang dagang dengan China. Hal ini mengantarkan pasar saham China melemah dan sebagian menggerus penguatan bursa regional dalam rally global pekan ini.

Nilai tukar beberapa negara emerging market juga melemah setelah Argentina Peso tumbang pada hari Kamis kemarin walaupun suku bunga bank sentral naik.

Indeks pasar saham Asia Pasifik ( MSCI Asia Pasifik tidak termasuk bursa Jepang) drop 0,7 persen. Secara bulanan MSCI Asia Pacific Index turun 1,5 persen. Indeks yang menghimpun 47 market saham Asia Pasifik ini tumbang paling buruk dalam 4 bulan terakhir seiring kekhawatiran perang dagang menekan pasar saham China.

"Pasar saham China sudah menyesuaikan situasi yang sangat buruk bila perekonomian China akan menuju hard landing yang mana hal itu tidak akan menjadi case," ujar Chi Lo, Analis pada BNP Paribas Asset Management.

Sementara kegelisahan terhadap perang dagang mendominasi sentimen market, indikator membuktikan aktivitas di China masih tetap firm.

Data resmi Purchasing Managers's Index (PMI) yang dirilis pada Jumat menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur China periode Agustus secara tak terduga naik setelah dalam 2 bulan terakhir melemah yang hampir tidak meningkatkan mood karena investor memperkirakan kerugian lebih banyak akibat sengketa perang dagang.

Bloomberg memberitakan Trump menyatakan USA bersiap menerapkan tarif impor lebih besar pada barang impor asal China senilai USD200 miliar segera setelah periode pendapat publik sebagaimana yang direncanakan berakhir, pada pekan depan.

"Sejauh ini Trump telah melakukan apa yang dia katakan akan dia lakukan," ujar Ayako Sera, Analis pada Sumitomo Mitsui Trust Bank. Menurutnya meskipun terdapat keraguan otoritas perdagangan USA dapat menerapkan tarif impor baru begitu cepat. "Saya curiga kekhawatiran tentang perang dagang akan memulai gejolak berdasarkan data perekonomian USA yang kuat," tambahnya.

Dalam wawancara dengan Blooberg, Trump juga mengancam untuk menarik diri dari WTO, sebuah kebijakan yang akan terus merusak salah satu fondasi sistem perdagangan global secara modern. Selain itu Trump mengatakan usulan Uni Eropa untuk menghapus tarif impor otomotif tidak cukup baik dan dia mengatakan kebijakan perdagangannya hampir seburuk China.

Kehati-hatian mendorong penguatan yen sebesar 0,6 persen yang merupakan level kenaikan tertinggi harian dalam 6 pekan terakhir. Pada trading hari ini, yen berada di level 110,98 di awal sesi pagi. Sementara mata uang emerging market tertekan yang mana nilai tukar tersebut tergantung kepada modal asing untuk mengatasi defisit transaksi berjalan yang tertekan sangat dalam.

Peso di Argentina menjadi mata uang paling buruk tahun ini karena faktor memburuknya perekonomian. Peso turun 10 persen hari ini mengantarkan pelemahan secara bulanan sebesar 27 persen. Bank sentral Argentina menggelar rapat darurat pada Kamis kemarin dan menaikkan suku bunga acuan menjadi 60 persen dari sebelumnya 45 persen namun secara tak terkira kebijakan tersebut gagal menstabilkan Peso.

Lira Turki masih dalam tekanan oleh kekhawatiran terhadap intervensi Presiden Erdogan dalam kebijakan moneter dan diplomatik yang memburuk dengan USA. Lira ke level terendah dalam 2 pekan terakhir. Lira bangkit naik 2 persen ke posisi 6.4992 terhadap dolar AS namun turun 9 persen secara mingguan per akhir pekan ini.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,02% ke posisi 22.865.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,98% ke level 27.888.

Indeks Shanghai (China) -0,46% ke posisi 2.725.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,24% ke level 3.218.


Bursa Eropa

Pasar saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (31/8) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat terhadap perang dagang antara USA dan China.

Indeks FTSE (Inggris) -0.34% di level 7.490.

Indeks DAX (Jerman) -1.09% ke posisi 12.358.

Indeks CAC (Prancis) -0.67% pada level 5.441.


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Jumat (31/8). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran dampak perang dagang antara USA dan China menekan sentimen walaupun sanksi USA terhadap ekspor minyak Iran penurunan produksi minyak Venezuela membatasi pelemahan.

Minyak Brent drop 30 sen ke harga USD77,47 per barel (pukul 02:50 WIB). Harga minyak WTI drop 10 sen ke harga USD70,15 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author