Bursa Pagi: Global Regional Memerah, Tekan Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global Regional Memerah, Tekan Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 31 August 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, di pengujung Agustus, (Jumat, 31/8), bursa saham Asia dibuka memerah, melanjutkan tren penurunan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah meningkatnya ketegangan perselisihan dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,13%, diwarnai kejatuhan harga saham sektor teknologi sebesar 2,63%. Penurunan indeks beranjut 0,28% (-17,70 poin) menjadi 6.334,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,49% (-110,97 poin) ke level 22.758,53, setelah dibuka anjlok 0,77% terseret kejatuhan harga saham hampir di semua sektor. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,47% dan berlanjut menyusut 0,24% menjadi 2.301,71.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,30% (-365,84 poin) ke level 27.798,21 padda pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,28% menjadi 2.730,11.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah membukukan penurunan tajam pada sesi perdagangan kemarin, sebesar 0,76% di level 6.018. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat, didukung ekpekstasi rilis data ekonomi pekan depan, dan kembalinya capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi rebound, namun disertai adanya sinyal bearish continuation di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,melemahnya indeks di bursa global dan regional yang dipicu oleh kembali meningkatnya perang dagang AS-China diprediksi menjadi sentimen negatif. Disisi lain menguatnya nilai tukar rupiah serta harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan timah diperkirakan menjadi katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervarisi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.970 dan resistance di 6.075.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : LSIP (Buy, Support: Rp1.365, Resist: Rp1.425), KLBF (Buy, Support: Rp1.320, Resist: Rp1.370), 

    BBTN ( SELL , Support: Rp2.770, Resist: Rp2.950), RALS (Buy, Support: Rp1.275, Resist: Rp1.325).

  • ETF : XIIF ( SELL , Support: Rp638, Resist: Rp654), XISC ( SELL , Support: Rp692, Resist: Rp718), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp488, Resist: Rp500).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir melemah, jelang implementasi tarif impor AS terhadap barang impor China yang semakin dekat. Presiden AS Donald Trump diberitakan ingin segera menerapkan pajak impor yang tinggi terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar, namun publik memiliki waktu hingga 6 September untuk mengomentari daftar barang yang ditargetkan. Pelaku pasar melakukan profit taking jelanglong weekend, setelah indeks membukukan kenaikan selama 4 hari berturut-turut. 

Saham Caterpillar anjlok 2%, John Deere melorot 1,8% dan Boeing berkurang 0,9%. Data inflasi AS melaju 2,3%, kenaikan tertinggi dalam enam tahun terakhir. Pendapatan perorangan naik o,3% selama Juli lalu. Klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu naik 213.000, namun rata-rata selama empat pekan turun ke titik terendah sejak 1969, mengonfirmasikan kekuatan pasar tenaga kerja AS.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,53% (-137,65 poin) ke level 25.986,92.

Standard&Poor's 500 turun 0,44% (-12,91 poin) menjadi 2.901,13.

Nasdaq Composite menyusut 0,26% (-21,32 poin) ke posisi 8.088,36.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,27% menjadi USD23,34.
Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir di zona merah, investor mencermati laporan keuangan emiten dan kelanjutan perundangan perdagangan AS-Kanada yang diharapkan selesai akhir pekan ini. Gedung Putih mengatakan ingin menyelesaikan perundingan NAFTA sebelum kemudian bernegosiasi dengan China. 

Indeks Stoxx 600 turun 0,32% menjadi 385,36, dipimpin kejatuhan harga saham sektor telekomunikasi sebesar 1,7%, hampir semua saham di sektor itu ditutup melemah. Harga saham Elekta, Swedia membukukan penurunan terburuk di Eropa, rontok 10,5% setelah gagal melampaui perkiraan laba. Saham kelompok investasi properti Prancis, Unibail-Rodamco-Westfield, merosot setelah melaporkan laporan keuangan semester pertama.

FTSE 100 London merosot 0,62% (-47,18 poin) ke level 7.516,03.

CAC 40 Paris turun 0,42% (-23,27 poin) menjadi 5.478,06.

DAX 30 Frankfurt melorot 0,54% (-67,44 poin)ke posisi 12.494,24.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat untuk pertama kalinya pada pekan ini, di tengah kekhawatiran terhadap ancaman Gedung Putih untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap impor China, mulai pekan depan. Trump menyatakan ingin segera bergerak dengan rencananya untuk mengenakan tarif terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar, pekan depan. 

Kejatuhan mata uang emerging marketikut mendongkrak perburuan dolar. Penguatan dolar juga didukung oleh data yang menunjukkan belanja konsumen AS, yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi negara itu, naik 0,4% pada Juli lalu. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatile, meningkat 0,2%. Indeks dolar AS yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,13% menjadi 94,723.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1665-0.0006-0.05%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30120.0003+0.02%7:32 PM
Yen (USD-JPY)111.000.02+0.02%7:32 PM
Yuan (USD-CNY)6.84450.0233+0.34%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,680.0035.00+0.24%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melesat ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, di tengah meningkatnya gangguan pasokan dari Iran dan Venezuela, dan penurunan stok minyak mentah AS. Brent melonjak hampir 10% selama dua pekan terakhir karena persepsi bahwa pasar minyak global semakin ketat dan berpotensi defisit dalam beberapa bulan ke depan karena terbatasnya ekspor minyak mentah Iran akibat sanksi AS. Besarnya premi Brent terhadap WTI diperkirakan akan mendorong ekspor minyak mentah AS sehingga mengurangi stok minyak negara itu. Rilis persediaan minyak mentah komersial AS selama pekan lalu, turun lebih besar dari perkiraan sebesar 2,6 juta barel , menjadi 405,79 juta barel. Produksi minyak AS mendatar di 11 juta bph. Genscape mengatakan persediaan minyak AS di Cushing, Oklahoma meningkat 101,433 barel sejak 24 Agustus.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 56 sen menjadi USD77,70 per barel.

Harga minyak mentah berjaangka WTI naik 74 sen menjadi USD70,25 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melorot ke bawah USD1.200 per ounce, terpukul oleh keperkasaan dolar AS setelah rilis data ekonomi AS yang cukup positif. 

Indeks dolar menguat setelah data belanja konsumen AS menunjukkan peningkatan pada periode Juli. Aksi jual emas meningkat menjelang libur panjang akhir pekan ini.

Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.198,84 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD6,50 (-0,5%) menjadi USD1.205.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author