Bursa Sore: Rupiah Dan IHSG Kompak Bergerak Melemah

Bursa Sore: Rupiah Dan IHSG Kompak Bergerak Melemah

Posted by Written on 30 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terpangkas pada akhir perdagangan hari Kamis (30/8). IHSG melemah -0,76 persen (-47 poin) ke level 6.018 setelah menguat di awal perdagangan.

Indeks LQ45 -1,04% ke leavel 952 poin. IDX30 -1,17% ke level 518 poin. Indeks JII -0,66% ke level 664. Indeks Kompas100 -0,99% ke level 1.227. Indeks Sri Kehati -0,98% ke posisi 357. Indeks Sinfra 18 -1,45% ke level 319.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah INPCTRAMINDYBBRIPGASTLKM dan PTBA.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INDYKLBFITMGEXCLBBCAAKRA dan SMGR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain ICBPUNVRGGRM,INCOBJBRLPKR dan SRIL.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,12 triliun dengan volume trading sebanyak 87,70 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp462,16 miliar.

Sektor infrastruktur dan industri dasar menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -1,55 persen dan -1,04 persen.

Nilai tukar rupiah -0,40 persen ke level Rp14.721 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (30/8) setelah sempat menguat di sesi pagi.

Indeks keseluruhan pasar saham Asia Pasifik ( MSCI Asia Pacific Index) tidak termasuk bursa Jepang melemah 0,3 persen disertai penguatan sebagian besar market saham indeks regional mengimbangi pelemahan di pasar saham China.

"Investor relatif pesimis dan berhati-hati di tengah rendahnya volume trading karena masih terdapat kekhawatiran atas perkembangan sengketa dagang antara USA dan China," kata Yan Kaiwen, analis pada China Fortune Securities.

Tarif impor oleh USA terhadap barang impor asal China senilai USD200 miliar diperkirakan berdampak dalam sebulan kemudian.

Para pemodal juga tetap memantau pergerakan Turki Lira yang kembali melorot dalam 2 pekan terakhir setelah Moody's menurunkan rating 20 bank Turki meneruskan hembusan spekulasi Turki dicengkram krisis finansial serta kebuntuan diplomatik dengan USA.

Pasar finansial emerging market juga fokus kepada tekanan yang terjadi pada Peso (Argentina). Mata uang Peso tumbang ke level terendah terhadap USD setelah Presiden Argentina Mauricio Macri meminta pertolongan dinia kepada IMF sebagai alarm bagi para investor.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak flat. Nikkei 225 sempat naik 0,75 persen pada saat opening.

Indeks Kospi (Korsel) juga bergerak flat setelah Reuters memberitakan Departemen Perdagangan USA mengumumkan penandatanganan pernyataan oleh Presiden Donald Trump yang memungkinkan bantuan tarif bagi produk baja dan alumunium dari beberapa negara. Saham emiten baja Korsel seperti Hyundai Steel menguat 0,56 persen. Posco menguat 0,3 persen.

Bergerak flat juga terjadi pada Indeks ASX 200 (Australia). Sektor telko naik 3,59 persen setelah TPG Telecom dan Vodafone Hutchison Australia mengumumkan merger yang menghasilkan kombinasi entitas senilai USD11 miliar. Hutchison Telecommunications (Australia) memiliki 50 persen saham di Vodafone Hutchison Australia.
Bursa saham Hong Kong dalam tekanan setelah Indeks Hang Seng ke zona merah. Sementara bursa saham China melemah. Indeks Shenzhen turun 1,484 persen.

Pada perdagangan semalam Bursa Wall Street (USA) ke level rekor lagi. Indeks Nasdaq naik 1 persen ke 8.109,69 merupakan titik rekor tertinggi lagi. Indeks S&P 500 naik 0,6 persen ke level 2,914,04 closing di atas posisi 2.900 untuk pertama kali.

Indeks dolar AS ke posisi 94.481 (pukul 03:21 pm). Nilai tukar yen ke posisi 111,60 terhadap USD. Dolar Australia menanggalkan pelemahan namun masih diperdagangkan turun 0,14 persen ke level $0,7298 (3:22 pm). Yuan turun 0,2 persen menyentuh posisi terendah dalam 6 hari terakhir di posisi 6,8332 terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,09% ke posisi 22.869.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,89% ke level 28.164.

Indeks Shanghai (China) -1,14% ke posisi 2.737.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,56% ke level 3.225.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (30/8) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa melanjutkan monitoring terhadap perkembangan negosiasi perang dagang serta kinerja emiten.

Indeks FTSE (Inggris) -0.65% di level 7.514.

Indeks DAX (Jerman) -0.65% ke posisi 12.480.

Indeks CAC (Perancis) -0.09% pada level 5.496.


Oil

Harga minyak melaju naik pada perdagangan hari Kamis (30/8), memperpanjang penguatan di tengah meningkatkan gangguan pasokan minyak dari Iran dan Venezuela serta penurunan persediaan minyak di Amerika Serikat.

Minyak Brent naik 30 sen ke harga USD77,44 per barel (pukul 07:45 GMT). Harga minyak WTI naik 30 sen ke harga USD69,81 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author