Bursa Siang: Kurs Emerging Market Tertekan, IHSG Bergerak Stagnan

Bursa Siang: Kurs Emerging Market Tertekan, IHSG Bergerak Stagnan

Posted by Written on 30 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dalam tekanan pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (30/8). IHSG melemah tipis -0,01 persen (-1 poin) ke level 6.064 setelah menguat di awal perdagangan.

Indeks LQ45 -0,09% ke leavel 961 poin. IDX30 -0,19% ke level 524 poin. Indeks JII -0,21% ke level 667. Indeks Kompas100 -0,04% ke level 1.239. Indeks Sri Kehati -0,20% ke posisi 360. Indeks Sinfra 18 -0,40% ke level 322.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah INDYTLKMBBRIBBCAADROERAA dan MEDC

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INDYSCMAELSAEXCLBKSLKLBF dan AKRA

Saham Top Loser LQ45 antara lain BRPTBBRIADHIJSMRPGASMEDCUNTR dan UNVR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,16 triliun dengan volume trading sebanyak 43,96 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp92,51 miliar.

Sektor infrastruktur dan konsumsi menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -0,91 persen dan -0,15 persen.

Nilai tukar rupiah -0,20 persen ke level Rp14.692 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia dalam tekanan di sesi pagi perdagangan hari Kamis (30/8). Laju bursa Asia terjadi di tengah pencapaian bursa Wall Street melanjutkan rekor tertinggi kembali serta Kanada yang bergabung kembali dalam negosiasi perjanjian perdagangan Amerika Utara (NAFTA).

Indeks keseluruhan pasar saham Asia Pasifik, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) turun 0,2 persen disertai penguatan sebagian besar market saham indeks regional mengimbangi pelemahan di pasar saham China.

"Investor relatif pesimis dan berhati-hati di tengah rendahnya volume trading karena masih terdapat kekhawatiran atas perkembangan sengketa dagang antara USA dan China," kata Yan Kaiwen, analis pada China Fortune Securities. Tarif impor oleh USA terhadap barang impor asal China senilai USD200 miliar diperkirakan berdampak dalam sebulan kemudian.

Para pemodal juga tetap memantau pergerakan Turki Lira yang kembali melorot dalam 2 pekan terakhir setelah Moody's menurunkan rating 20 bank Turki meneruskan hembusan spekulasi Turki dicengkram krisis finansial serta kebuntuan diplomatik dengan USA.

Pasar finansial emerging market juga fokus kepada tekanan yang terjadi pada Peso (Argentina). Mata uang Peso tumbang ke level terendah terhadap USD setelah Presiden Argentina Mauricio Macri meminta pertolongan dinia kepada IMF sebagai alarm bagi para investor.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 ke zona hijau dengan dukungan penguatan sebagian besar sektor saham.

Indeks Kospi (Korsel) naik 0,21 persen setelah Reuters memberitakan Departemen Perdagangan USA mengumumkan penandatanganan pernyataan oleh Presiden Donald Trump yang memungkinkan bantuan tarif bagi produk baja dan alumunium dari beberapa negara. Saham emiten baja Korsel seperti Hyundai Steel menguat 3,76 persen. Posco menguat 1,96 persen.

Indeks ASX 200 (Australia) melaju positif 0,17 persen. Sektor telko naik 3,49 persen pasca Hutchison Telecommunication mengumumkan bahwa merger yang diusulkan setara telah disepakati antara TPG Telecom dan Vodafone Hutchison Australia. Hutchison Telecommunications (Australia) memiliki 50 persen saham di Vodafone Hutchison Australia.

Bursa saham Hong Kong dalam tekanan setelah Indeks Hang Seng ke zona merah. Sementara bursa saham China variatif. Indeks Shenzhen bergerak flat. Pada perdagangan semalam Bursa Wall Street (USA) ke level rekor lagi. Indeks Nasdaq naik 1 persen ke 8.109,69 merupakan titik rekor tertinggi lagi. Indeks S&P 500 naik 0,6 persen ke level 2,914,04 closing di atas posisi 2.900 untuk pertama kali.

Indeks dolar AS ke posisi 94.545 (pukul 09:26 am). Nilai tukar yen ke posisi 111,69 terhadap USD.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,13% ke posisi 22.878. (11:47 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,61% ke level 28.242.

Indeks Shanghai (China) -0,81% ke posisi 2.746.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,71% ke level 3.220. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak melaju naik pada perdagangan hari Kamis (30/8) pagi, memperpanjang penguatan dari sesi sebelumnya di tengah situasi jatuhnya persediaan minyak USA dan ekspektasi ancaman suplai dari Iran serta Venezuela.

Minyak Brent naik 7 sen ke harga USD77,21 per barel (pukul 01:14 GMT). Harga minyak WTI naik 14 sen ke harga USD69,65 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author