Bursa Siang: IHSG Bersinar Di Tengah Penguatan Yuan Dan Pelemahan USD Jadi Sentimen

Bursa Siang: IHSG Bersinar Di Tengah Penguatan Yuan Dan Pelemahan USD Jadi Sentimen

Posted by Written on 27 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menanjak pada sesi rehat perdagangan hari Senin (27/8). IHSG menguat +0,76 persen (+45 poin) ke level 6.014.

Indeks LQ45 +1,00% ke leavel 949 poin. IDX30 +1,05% ke level 518 poin. Indeks JII +1,74% ke level 657. Indeks Kompas100 +0,89% ke level 1.227. Indeks Sri Kehati +1,20% ke posisi 357. Indeks Sinfra 18 +2,35% ke level 318.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah LEADANDIANTMBBRIPGASPTBA dan BBCA.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SMGRINTPLPPFTLKMBBTNANTM dan BBNI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain GGRMKLBFITMGHMSPICBPAKRA dan ADRO.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,79 triliun dengan volume trading sebanyak 47,68 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp107,97 miliar.

Sektor infrastruktur dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,68 persen dan +1,61 persen.

Kalangan analis di bursa regional memperkirakan penguatan yuan dan pelemahan dolar AS akan menjadi sentimen dominan pada pekan ini.

Nilai tukar rupiah -0,18 persen ke level Rp14.608 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak positif pada sesi pagi perdagangan hari Senin (27/8). Pasar saham China terdongkrak naik oleh kebijakan bank sentral China yang menargetkan intervensi terhadap yuan. Analis menyebut kebijakan ini sebagai cara untuk menghambat pelemahan yuan.

Indeks ASX 200 di bursa Australia naik 0,33 persen . Indeks ini ditopang oleh sektor finansial yang berbalik flat dari pelemahan di awal sesi.

Bursa Australia sempat tertekan setelah guncangan politik sepekan yang berkulminasi pada terpilihnya mantan menteri keuangan Scott Morrison sebagai PM ke-6 Australia dalam 1 dekade terakhir.

Indeks Nikkei 225 di zona hijau dengan dukungan seluruh sektor ke level positif. Indeks Kospi (Korsel) naik 0,29 persen.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng naik signifikan setelah seluruh sektor saham menguat dimotori sektor jasa yang naik 2,99 persen.

Indeks Shenzhen naik 2,012 persen di pasar saham China. Laju bursa China terjadi setelah bank sentral China mengumumkan rekayasa metodologinya dalam menetapkan kurs tengah yuan tetap harian dalam usaha menstabilkan pasar finansialnya.

"China telah dengan sengaja melonggarkan nilai tukarnya selama beberapa bulan terakhir untuk mengatasi beberapa masalah perdagangan dengan pihak USA," ujar Jim McCafferty, mantan head riset Asia pada Nomura Securities. Dia menambahkan bahwa langkah terbaru bank sentral China sebagai hal yang sedikit mendamaikan terhadap USA dengan membiarkan yuan menguat tipis.

Bursa saham Wall Street akhir pekan lalu menguat signifikan. Indeks S&P 500 naik 0,6 persen. Indeks Dow Jones naik 133 poin dan Indeks Nasdaq naik 0,9 persen. Chairman The Fed Jerome Powell dalam pidato di Wyoming mengatakan kemungkinan kenaikan suku bunga secara bertahap pada kesempatan mendatang dengan catatan ekonomi USA menguat.

Ray Attril, Analis pada National Australia Bank mengulas kombinasi dampak pelemahan dolar AS menyusul pidato Powell dan penguatan yuan setelah bank sentral China kemungkinan akan menjadi dominan pengaruhnya di awal pekan.

Indeks dolar berada di posisi 95,102 (pukul 12:!2 pm). Nilai tukar yen terhadap USD di level 111,06.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,87% ke posisi 22.797. (11:46 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +2,06% ke level 28.243.

Indeks Shanghai (China) +1,43% ke posisi 2.768.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,66% ke level 3.234. (12:00 pm)


Oil

Laju harga minyak tertekan pada perdagangan hari Senin (27/8) pagi di tengah kecemasan bahwa sengketa dagang USA dan China akan menggerus pertumbuhan ekonomi global meskipun sanksi ekonomi USA kepada Iran akan menurunkan pasokan minyak.

Minyak Brent drop 7 sen ke harga USD75,75 per barel (pukul 01:22 GMT). Harga minyak WTI turun 9 sen ke harga USD68,63 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author