Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Tinggalkan Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, IHSG Berusaha Tinggalkan Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 27 August 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, di minggu terakhir Agustus (Senin,27/8), bursa saham Asia dibuka bervariasi cenderung positif, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saha utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, setelah pidato pimpinan Federal Reserve AS, Jerome Powell yang bernada dovish.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,11%, tertekan oleh penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,39%. Pergerakan indeks berlanjut menguat 0,10% (6,50 poin) di posisi 6.253,80 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,60% (135,06 poin) ke level 22.736,83, setelah dibuka di zona hijau dengan melompat 0.64% didukung kenaikan pada sebagain besar sektor. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di teritori positif dan berlanjut naik tipis 0,06% menjadi 2.294,69.

Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,25% (344,79 poin) ke level 28.016,66 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,25% menjadi 2.736,32.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang cenderung positif di bursa saham global dan regional, setelah gagal bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan akhir pekan lalu dan ditutup melemah 0,24% ke level 5.968. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada di rentang konsolidasi, menunggu aliran masuk modal dihantui tekanan pelemahan rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan ada potensi koreksi wajar di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa saham global dan regional serta harga komoditas minyak mentah, nikel, emas dan batubara diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks. Di sisi lain, adanya potensi kenaikan suku bunga the Fed secara bertahap diperkirakan menjadi katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.940 dan resistance di 6.000.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan anatara lain;

  • Saham : WTON (Buy, Support: Rp392, Resist: Rp424), KLBF ( SELL , Support: Rp1.275, Resist: Rp1.325), MIKA (Buy, Support: Rp1.920, Resist: Rp2.060), GGRM ( SELL , Support: Rp72.500, Resist: Rp75.500).

  • ETF : XPES ( SELL , Support: Rp437, Resist: Rp441), XISR ( SELL , Support: Rp354, Resist: Rp362), 

    XPSG ( SELL , Support: Rp417, Resist: Rp423).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, pidato Jerome Powell di Jackson Hole, Wyoming, mendatangkan sentimen positif. Powell menegaskan bahwa The Fed tetap di jalur kenaikan suku bunga secara bertahap selama perekonomian tetap menguat, untuk melindungi pemulihan ekonomi, mempertahankan pertumbuhan pekerjaan dan menjaga inflasi AS. Rilis data pesanan baru barang modal buatan AS periode Juli 2018meningkat 1,4% melebihi ekspektasi sebesar 0,4%. Data klaim pengangguran mingguan turun menjadi 210.000, mendekati level terendah sejak 1969. Selama sepekan laluDow Jones menanjak 0,47%, S&P 500 melompat 0,87% dan Nasdaq melesat 1,66%.

Dow Jones Industrial Average naik 0,52% (133,37 poin) menjadi 25.790,35.

Standard&Poor's 500 melaju 0,62% (17,71 poin) ke level 2.874,69.

Nasdaq Composite melonjak 0,86% (67,52 poin) ke posisi 7.945,98.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,83% menjadi USD23,88.
Bursa saham utamaEropa akhir pekan lalu bergerak stabil dan berakhir sedikit menguat. Para investor berhati-hati merespon akhir perundingan dagang AS-China yang tidak menghasilkan solusi. Indeks Stoxx 600 naik tipis 0,05% menjadi 383,56 dipimpin kenaikan harga saham pertambangan, perbankan dan otomotif. Pidato Jerome Powell yang cenderung mempertahankan kenaikan suku bunga dua kali lagi pada tahun ini, ikut meredam minat investor untuk membeli saham. Data ekonomi Jerman menunjukkan bahwa semua sektor bertumbuh pada kuartal kedua.

FTSE 100 London bertambah 0,19% di posisi 7.577,49.

DAX 30 Frankfurt menguat 0,23% menjadi 12.394,52.

CAC 40 Paris naik 0,24% ke level 5.432,50.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah merespon pidato Jerome Powell yang menegaskan bahwa The Fed akan tetap pada strategi kenaikan tingkat suku bunga secara bertahap. Powell mengatakan The Fed menghadapi dua risiko besar: "Bergerak terlalu cepat dan mengurangi ekspansi yang tak perlu, versus bergerak terlalu lambat tapi bertaruh dengan guncangan overheating." Beberapa analis mengartikan pidato Powell bahwa the Fed fund rate telah mencapai keseimbangan sehingga tidak memberi stimulus ataupun menekan pertumbuhan ekonomi. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,54% menjadi 95,1468.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.16220.0082+0.71%
Poundsterling (GBP-USD)1.28460.0035+0.27%
Yen (USD-JPY)111.24-0.05-0.04%
Yuan (USD-CNY)6.8105-0.0673-0.98%
Rupiah (USD-IDR)14,648.5011.00+0.08%

Sumber : Bloomberg.com, 24/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat, meskipun ada potensi kelebihan pasokan kendati sinyal sanksi ekonomi terhadap Iran dapat menahan produksi. Secara mingguan harga minya juga naik, memutus tren penurunan mingguan selama bebeberapa pekan terakhir. Harga minyak WTI dan Brent, masing-masing naik 4,3% dan 5% dibanding pekan sebelumnya. Kegagalan perundingan dagang AS-China dikhawatirkan juga akan terjadi pada perundingan AS-Meksiko sehingga menekan pertumbuhan ekonomi global dan menurunkan permintaan minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 89 sen (1,3%) menjadi USD68,72 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,02 (1,4%) menjadi USD75,75 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan didukung oleh pelemahan dolar AS, setelah the Fed memberikan sinyal kebijakan moneter yang cenderung dovish (optimistis). Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga the Fed secara bertahap masih layak guna melindungi perekonomian AS dan mempertahankan pertumbuhan lapangan kerja dengan laju inflasi yang terkendali. Ketidakpastian politik AS akibat 2 kasus hukum mantan penasehat Presiden AS Donald Trump mempertahankan tekanan terhadap dolar. Harga emas di pasar spot naik 1,9% secara mingguan

Harga emas di pasar spot naik 1,8% menjadi USD1.206,14 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD19,30 (1,6%) menjadi USD1.213,30 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author