Bursa Sore: IHSG Berbalik Menguat, Abaikan Sentimen Koreksi Rupiah

Bursa Sore: IHSG Berbalik Menguat, Abaikan Sentimen Koreksi Rupiah

Posted by Written on 23 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit pada akhir perdagangan hari Kamis (23/8) setelah melemah di sesi pagi. IHSG melaju +0,65 persen (+38 poin) ke level 5.982.

Indeks LQ45 +1,14% ke leavel 945 poin. IDX30 +1,31% ke level 515 poin. Indeks JII +0,64% ke level 652. Indeks Kompas100 +1,02% ke level 1.222. Indeks Sri Kehati +1,61% ke posisi 354. Indeks Sinfra 18 +1,72% ke level 316.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah PGASTLKMBBRIPTBATRUKADRO dan IMAS.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INTPBSDESMGRPGASANTMBBRI dan ADRO.

Saham Top Loser LQ45 antara lain SSMSASIIBKSLTPIABRPTTLKM dan JSMR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp9,53 triliun dengan volume trading sebanyak 90,44 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp552,32 miliar.

Sektor keuangan dan industri dasar menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju positif masing-masing +2,1 persen dan +1,49 persen.

Dimulainya perundingan dagang antara perwakilan dari Amerika dengan China untuk mencari solusi terkait perang dagang menjadi sentimen positif di pasar.

"Terkoreksinya nilai tukar rupiah dan Amerika yang baru saja menambah tarif impor menjadi 25 persen untuk barang dari China senilai $16 miliar dolar menjadi katalis negatif untuk indeks," demikian ulasan Tim Riset Indo Premier Sekuritas.

Nilai tukar rupiah -0,33 persen ke level Rp14.626 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia mixed pada akhir perdagangan hari Kamis (23/8) disertai market saham China yang bangkit seiring para pemodal mencermati negosiasi dagang antara USA dan China di tengah penerapan tarif impor baru terhadap barang impor dari China oleh otoritas USA.

Pergerakan market saham Asia terjadi di tengah spekulasi posisi politik Presiden USA Donald Trump dapat terancam oleh kasus hukum 2 mantan penasehat kampanyenya. Sementara hari Kamis pekan ini, pemerintah USA menerapkan pajak impor 25 persen terhadap barang asal China senilai USD16 miliar.

"Masalah hukum tidak harus secara substansi mengubah lanskap pasar saham, pengelola fund dan analis mengatakan perkembangan itu meningkatkan kemungkinan gejolak lebih lanjut bagi Trump menjelang pemilu sela," kata James McGlew, Analis pada lembaga Argonaut. Menurutnya ketidakpastian itu kemungkinan akan membebnasi pikiran investor.

Market saham Hong Kong mengarah ke zona merah setelah Indeks Hang Seng tanpa daya, melemah. Sektor material di bursa tersebut turun 1,54 persen.

Bursa China, Indeks Shanghai dan Shenzhen sama-sama bergerak bangkit setelah melemah di sesi pagi. Indeks Shenzhen naik 0,631 persen. Baik di pasar offshore maupun onshore, mata uang yuan melemah terhadap dolar AS masing-masing di posisi 6,8660 dan 6,8686 (pukul 3:14 pm).

Nikkei 225 di bursa Jepang, ke arah zona positif. Adapun Indeks Kospi berubah arah menguat 0,41 persen.
Di bursa Australia, Indeks ASX 200 turun 0,34 persen.

Mata uang dolar Australia (AUD) melemah di sesi perdagangan Asia, turun 0,68 persen ke posisi $0,7296 (pukul 3:15 pm). Pergerakan AUD terjadi di tengah guncangan politik yang mana PM Malcolm Turnbull menghadapi isu kepemimpinan di negaranya menyusul mundurunya Menteri Keuangan Mathias Cormann pada Kamis pagi.

Analis pada lembaga Lowy Institute, Alex Oliver menilai perubahan kesetiaan Senator Cormann benar-benar menjadi akan menjadi paku terakhir bagi kepemimpinan Turbull. Tampaknya hampir tidak ada peluang sekarang.

Indeks dolar AS pada level 95,309 (3:15 pm). Sedangkan nilai tukar yen terhadap USD berada di posisi 110,80.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,22% ke posisi 22.410.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,49% ke level 27.790.

Indeks Shanghai (China) +0,37% ke posisi 2.724.

Indeks Straits Times (Singapura) +1,70% ke level 3.254.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak flat di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (23/8) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah pemerintah China menerapkan kebijakan balasan berupa pemberlakuan tarif impor terhadap barang-barang asal USA.

Indeks FTSE (Inggris) +0.07% ke level 7.579.

Indeks DAX (Jerman) +0.14% di posisi 12.403.

Indeks CAC (Perancis) +0.26% pada level 5.434.


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (21/8) sore tertekan oleh eskalasi sengketa dagang antara USA dan China melebihi dampak bullish penurunan persediaan minyak komersial di USA.

Minyak Brent drop 30 sen ke harga USD74,48 per barel (pukul 08:25 GMT). Harga minyak WTI drop 10 sen ke harga USD67,76 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author