Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Harga Komoditas Bayangi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Harga Komoditas Bayangi Laju IHSG

Posted by Written on 23 August 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (Kamis, 23/8) dibuka menguat, berusaha melanjutkan kembali tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa, yang berlanjut cenderung melemah di bursa saham Wall Street yang diwarnai kenaikan harga minyak dan pelemahan dolar AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,02% yang diwarnai lonjakan harga saham Santos 9,57%, dan kejatuhan harga saham Qantas 4,54%, di tengah hiruk pikuk pengunduran diri Menteri Keuangan Mathias Cormann. Indeks berlanjut melemah 0,11% (-7,00 poin) di posisi 6.259,00 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang mencatatkan penguatan 0,19% (43,38 poin) di level 22.405,93, setelah dibuka naik 0,37%, merespon pelemahan yen terhadap dolar. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,26%, dan berlanjut 0,16% menjadi 2.276,86.

Melawan tekanan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,27% (74,46 poin) menjadi 28.002,04 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,55% ke level 2.729,57.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa Asia, dan variasi pergerakan indeks di bursa saham global. IHSG ditutup naik 0,88% ke level 5.944 pada perdagangan Selasa lalu. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berupaya melanjutkan pola penguatan jangka pendek, dibayangi sentimen negatif dari tren depresiasi rupiah dan fluktuasi harga komoditas global. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation menuju level psikologis 6.000, di area netral.

Tim Riset indo Premier berpendapat, dimulainya pembicaran dagang antara perwakilan dari China dan Amerika di Washington untuk mencari titik temu terkait perang dagang diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya beberapa komoditas dan nilai tukar rupiah akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 5.890 danresistance di 5.995.

Beberapa ekuitas yang layak diperhatikan, antara lain;

  • Saham : ADRO (Buy, Support: Rp1.835, Resist: Rp1.915), SMGR (Buy, Support: Rp8.425, Resist: Rp8.800), ERAA (Buy, Support: Rp2.710, Resist: Rp3.080), WIKA (Buy, Support: Rp1.575, Resist: Rp1.625).

  • ETF : XIJI (Buy, Support: Rp653, Resist: Rp661), XPLC (Buy, Support: Rp482, Resist: Rp490), 

    XBLQ (Buy, Support: Rp467, Resist: Rp473).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir cenderung turun, dengan hanya membukukan kenaikan pada indeks Nasdaq yang didukung penguatan saham teknologi. Indeks S&P 500 sempat mencatatkan rekor tertinggi intraday tetapi berakhir sedikit melemah. Permasalahan hukum yang dihadapi dua mantan penasihat Presiden Donald Trump dan rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal ikut mewaranai pergerakan Wall Street. The Fed ingin segera menaikkan suku bunga untuk menghadapi laju pertumbuhan ekonomi, namun mengkhawatirkan perang dagang global dapat menghantam bisnis dan rumah tangga. Saham energi melonjak 1,2% merespon kenaikan harga minyak. Mantan manajer kampanye Trump, Paul Manafort, dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan pajak dan bank, dan mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan dan mengatakan dia bertindak atas perintah Trump. Kabar bahwa AS-Meksiko berhasil mencapai kesepekatan baru terkait NAFTA ikut mendongkrak sentimen positif.

Dow Jones Industrial Average turun 0,34% (-88,69 poin) menjadi 25.733,6.

Standard&Poor's 500 melemah 0,04% (-1,14 poin) di posisi 2.861,82.

Nasdaq Composite naik 0,38% (29,92 poin) ke level 7.889,10.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,28% menjadi USD23,66.
Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup cenderung mendatar dengan membukukan sedikit kenaikan, pelaku pasar terus mencermati perundingan perdagangan antara AS-China. Indeks European-Stoxx 600 melemah tipis 0,03% menjadi 384,02, didukung kenaikan tajam harga saham energi mersepon kenaikan harga minyak. Sebaliknya, harga saham sektor otomotif anjlok 2,75%, setelah Trump mengatakan dalam sebuah kampanye bahwa AS akan memberlakukan tarif 25% pada "setiap mobil yang datang dari Uni Eropa." Sebelumnya, Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan keputusan mengenai tarif otomotif akan ditunda karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan Meksiko, Kanada dan Komisi Eropa. Fokus pasar sebagian besar tertuju pada pembicaraan perdagangan AS-China, pekan ini, yang diharapkan dapatmenyelesaikan konflik perdagangan global.

FTSE 100 London menguat 0,11% (8,54 poin) menjadi 7.574,24.

CAC 40 Paris naik 0,22% (12,01 poin) di level 5.420,61.

DAX 30 Frankfurt bertambah 0,01% (1,21 poin) di posisi 12.385,70.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, karena meningkatnya tekanan politik terhadap Trump. Dolar sempat jatuh di dekat posisi terendah setelah rilis risalah rapat The Fed. Dua mantan penasihat Trump menghadapi kemungkinan hukuman penjara - dan salah satu dari mereka menyebutkan bahwa tindakannya atas perintah Trump - yang dinilai akan membebani prospek pemilu Partai Republik pada November, dan memperluas penyelidikan kriminal di sekitar Trump. Kritik Trump terhadap kenaikan suku bunga The Fed masih mempengaruhi pergerakan dolar. Risalah rapat FOMC memperlihatkan keinginan The Fed untuk segera menaikkan suku bunga untuk menghadapi laju pertumbuhan ekonomi, namun merisaukan dampak sengketa perdagangan global terhadap bisnis dan rumah tangga. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,12% menjadi 95,146.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1589-0.0008-0.07%7:41 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2906-0.0005-0.04%7:41 PM
Yen (USD-JPY)110.670.11+0.10%7:41 PM
Yuan (USD-CNY)6.8418-0.0054-0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,574.00-14.00-0.10%8/21/2018

Sumber : Bloomberg.com, 22/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak hingga 3%, dan Brent menembus level tertinggi tiga pekan. Data persediaan minyak mentah AS menunjukkan penarikan yang lebih besar dari perkiraan, dan sanksi Washington terhadap Iran mengisyaratkan pengetatan pasokan. Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun 5,8 juta barel, jauh melampaui proyeksi analis sebesar 1,5 juta barel. Produksi kilang minyak mentah turun 89.000 bph dari rekor pekan sebelumnya, menjadi 17,9 juta bph, namun tingkat pemanfaatan kapasitas kilang tetap di posisi 98,1% dari total kapasitas, tertinggi sejak 1999. Perusahaan minyak Eropa mulai mengurangi pembelian minyak Iran, meskipun China mengalihkan kargo mereka ke kapal Iran untuk menjaga aliran pasokan.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,15 (3%) menjadi USD74,78 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,02 (3,1%) menjadi USD67,86 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir relatif stabil, diiringi pelemahan dolar AS, setelah rilis risalah rapat kebijakan The Fed yang menegaskan kembali kenaikan suku bunga bisa segera dilakukan, tetapi dihantui risiko geopolitik. Kenaikan suku bunga akan mendongkrak opportunity costbagi pemilik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Harga emas merosot lebih dari 12 persen sejak mencapai level tertinggi USD1.365,23 pada April di tengah kenaikan suku bunga Amerika dan melonjaknya dolar. Pasar juga mencermati pembicaraan perdagangan antara pejabat China dan Amerika yang diperkirakan dimulai Rabu di Washington.

Harga emas di pasar spot mendatar di posisi USD1.195,95 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD3,30 (0,3%) menjadi USD1.203,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author