Bursa Pagi: Laju Global Melemah di Asia, IHSG Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Laju Global Melemah di Asia, IHSG Menguat Terbatas

Posted by Written on 21 August 2018


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (21/8) dibuka cenderung turun, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, jelang perundingandagang AS-China yang diharapkan akan menghentikan perang tarif antara kedua negara itu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebear 0,64% dipimpin penurunan tajam harga saham sektor energi sebesar 1,07%, sektor pertambangan 0,97% dan sektor keuangan 0,71%, jelang rapat kebijakan Reserve Bank of Australia. Pergerakan indeks berlanjut melorot 0,81% (-51,70 poin) ke level 6.293,30 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,38% (-84,44 poin) ke posisi 22.114,56, setelah dibuka turun 0,55% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Sebaliknya, indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,23% dan berlanjut naik 0,19% menjadi 2.252,22.

Melawan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,26% (72,52 poin) menjadi 27.670,54 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,07% di posisi 2.700,34.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks acuan di bursa saham global, namun melemah di bursa regional, setelah berjaya di zoan hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,87% ke level 5.892. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam rentang konsolidasi berusaha kembali menembus level 6.000. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation dengan kekuatan momentum yang tidak begitu optimis.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan meredanya kekhawatiran akan perang dagang dan geopolitik serta naiknya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level5.830 dan resistance di 5.940.

Beberapa ekuitas yang layak diperhatikan, antara lain;

  • Saham : INCO (Buy, Support: Rp3.870, Resist: Rp4.300), UNTR (Buy, Support: Rp33.600, Resist: Rp36.000), GGRM (Buy, Support: Rp72.000, Resist: Rp74.550), ITMG (Buy, Support: Rp26.325, Resist: Rp28.925).

  • ETF : R-LQ45X(Buy, Support: Rp950, Resist: Rp998), XIIC (Buy, Support: Rp1.010, Resist: Rp1.045), 

    XISI (Buy, Support: Rp313, Resist: Rp332).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir di zona hijau menjelang perundingan perdagangan AS-China. Investor berharap ada kemajuan ketika perwakilan perdagangan dari Beijing dan Washington melanjutkan perundingan untuk mencegah retorika perang tarif di kedua sisi. Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan tahunan petinggi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, setelah Donald Trump memperbarui kritiknya terhadap Kepala The Fed Jerme Powell karena menaikkan suku bunga. Saham SodaStream International melonjak 9,4% setelah setuju untuk diakuisisi sebesar USD3,2 miliar oleh PepsiCo. Tyson Foods melesat 1,6% karena mencapai kesepakatan untuk membeli Keystone Foods dari Marfrig Global Foods. 

ConocoPhillips melompat 1,1% menyusul pengumuman bahwa Venezuela setuju untuk membayar settlement senilai USD2 miliar. Saham Netflix melambung 3,5% setelah mengonfirmasi uji pemasangan iklan pada platformnya. Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun menjadi 2,825%.

Dow Jones Industrial Average naik 0,35% (89,37 poin) menjadi 25.758,69.

Standard&Poor's 500 bertambah 0,24% (6,92 poin) ke posisi 2.857,05.

Nasdaq Composite menguat 0,06% (4,68 poin) di level 7.821,01.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,71% menjadi USD23,25.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup di teritori positif karena investor menantikan hasil perundingan perdagangan AS-China, yang akan digelar pekan ini. Pertemuan antara pejabat perdagangan itu memperbaharui spekulasi dari potensi KTT pada November antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,57% menjadi 383,23, dipimpin kenaikan harga saham di sektor berbasis sumber daya alam yang melaju 0,85%. Satu-satunya sektor yang mengalami sedikit tekanan adalah utilitas, yang ditutup tepat di bawah garis datar. Yunani bangkit kembali setelah mendapatkan bantuan keuangan eksternal hampir satu dekade, dengan mengakhiri periode bailout ketiga dengan mematuhi semua langkah yang diminta kreditur, meskipun ada keraguan sebelumnya.

FTSE 100 London naik 0,43% (32,67 poin) menjadi 7.591,26.

DAX 30 Frankfurt melonjak 0,99 % (120,75 poin) ke posisi 12.331,30.

CAC 40 Paris melaju 0,65% (34,72 poin) ke level 5.379,65.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, karena investor menarik diri dari mata uang safe-havenitu seiring meningkatnya optimisme terhadap perundingan perdagangan AS-China, dan kritik Trump terhadap The Fed .Para dealer berspekulasi bahwa perundingan AS-China pekan ini akan memperlancar pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping, November mendatang. Trump mengatakan bank sentral harus lebih akomodatif, dan dia "harus diberi lebih banyak bantuan oleh The Fed." Pedagang mencermati rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve, Rabu, dan simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan moneter AS. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,21% ke level terendah 95,900.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14890.0007+0.06%7:42 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.280.0002+0.02%7:43 PM
Yen (USD-JPY)109.99-0.08-0.07%7:42 PM
Yuan (USD-CNY)6.8577-0.0198-0.29%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,588.00-5.00-0.03%8/19/2018

Sumber : Bloomberg.com, 20/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, karena investor semakin mengkhawatirkan kemungkinan penyusutan pasokan minyak Iran akibat sanksi AS. Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh berkurangnya kekhawatiran pasar bahwa perang perdagangan AS-China akan melukai pertumbuhan ekonomi. Iran meminta Uni Eropa untuk mempercepat upaya menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, yang ditinggalkan Trump pada Mei lalu. Sebagian besar perusahaan Uni Eropa menarik diri dari Iran karena takut akan sanksi AS. Total Prancis secara resmi keluar dari proyek gas Pars Selatan, Iran. China mengisyaratkan ingin tetap membeli minyak Iran meskipun ada tekanan AS. Departemen Energi AS menawarkan 11 juta barel minyak mentah untuk dijual dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) negara itu menjelang sanksi terhadap Iran. Ekspor minyak mentah Arab Saudi naik menjadi 7,240 juta barel per hari pada Juni lalu.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 57 sen (0,9%) menjadi USD72,40 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 52 sen (0,8%) menjadi USD66,43 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, setelah menyentuh level terendah lebih dari satu setengah tahun, pekan lalu. Pelemahan dolar dan penguatan yuan membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pembeli emas fisik di Asia. Harga emas sudah anjlok 13 persen dari posisi tertinggi April karena dolar menguat. Rencana pembicaraan perdagangan AS-China membantu mengangkat yuan. Investor mengantisipasi pidato Kepala Federal Reserve, Jerome Powell, Jumat, pada simposium ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, yang diharapkan akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.190,43 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember melaju USD10,40 (0,9%) menjadi USD1.194,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author