Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berpeluang Rebound

Posted by Written on 20 August 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (20/8), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguatdiwarnai sentimen positif jelang perundingan perdagangan AS-China di Washington pekan ini, mengawali perundingan tingkat tinggi yang diharapkan bisa berlangsung pada November mendatang.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,27% didukung kenaikan harga saham sektor pertambangan sebesar 1,11%. Indeks berlanjut menguat 0,11% (6,90 poin) di level 6.346,10 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,37% (-82,26 poin) menjadi 22.188,12, setelah dibuka dengan menurun tipis cenderung mendatar di level 22,260,67 di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,41% dan berlanjut menguat 0,19% di posisi 2.251,43.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,22% (60,37 poin) menjadi 27.273,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,23% menjadi 2.662,75.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham acuan di bursa global dan regional yang cenderung bervariasi, setelah gagal mencatatkan angka positif sepanjang perdagangan pekan lalu, dan ditutup melemah 0,56 persen ke level 5.783. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung rilis sejumlah data ekonomi RI yang positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi rebound setelah memasuki area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan adanya harapan akan adanya pertemuan antara Donald Trump dan XiJinping untuk mencari solusi terkait perang dagang dan naiknya beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.750 dan resistance di 5.815.

Beberapaekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : INTP (Buy, Support: Rp13.750, Resist: Rp14.925), PTBA (Buy, Support: Rp3.990, Resist: Rp4.250), ASII (Buy, Support: Rp6.975, Resist: Rp7.225), JPFA (Buy, Support: Rp2.110, Resist: Rp2.310).

  • ETF : XIIT (Buy on Weakness, Support: Rp504, Resist: Rp512), XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp442, Resist: Rp450), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp488, Resist: Rp498).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetakhir pekan lalu ditutup menguat didukung optimisme pelaku pasar terhadap rencana perundingan dagang AS-China. Pejabat AS dan China level menengah dijadwalkan bertemu di Washington pada awal pekan ini. Meksiko juga berharap dapat menyelesaikan masalah bilateral dengan AS pada pertengahan pekan ini. Saham Nvidia Corp dan Applied Material Inc melemah masing-masing 4,9% dan 7,7%. Sementara saham tekno seperti Apple menguat 2,0%. Tesla Inc. anjlok 8,9% setelah Chief Executive Tesla, Elon Musk menyatakan perusahaan tersebut rugi USD6.000 pada tiap sedan Model 3.

Dow Jones Industrial Average naik 0,43% (110,59 poin) menjadi 25.669,32.

Standard&Poor's 500 meningkat 0,33% (9,44 poin) ke posisi 2.850,13.

NasdaqComposite menguat 0,13% (9,81 poin) di level 7.816,33.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,84% menjadi USD22,86.

Bursa saham utamaEropamenutup pekan lalu dengan membukukan pelemahan setelah pekan perdagangan yang penuh gejolak, merespon kelanjutan guncangan di emerging market serta koreksi harga saham teknologi. 

Indeks European-Stoxx 600 melemah 0,14 %, menjadi 381,06, memasuki 6 pekan pelemahan berturut-turut, anjlok 1,3% dibanding pekan sebelumnya. Saham sektor teknologi turun 0,4% setelah saham Applied Material, perusahaan terbesar pemasok peralatan pembuatan chip, memperkirakan laba dan pendapatan di bawah estimasi. Saham perusahaan pembuat briket terbesar dunia Wienberger naik 5,2%, dan saham Air France melemah 3%. Rilis data inflasi 19 negara zona euro periode Juli naik 2,1%, di atas target Ban Sentral Eropa.

FTSE 100 London naik tipis 0,03 % (2,21 poin) menjadi 7.558.

DAX 30 Frankfurt turun 0,22 % (-26,62 poin) ke level 12.210.

CAC 40 Paris melemah 0,08 % (-4,09 poin) ke posisi 5.344.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah, investor menunggu perudningan perdagangan AS- China awal pekan ini. Mata uang safe-haven seperti greenback tertekan merespon rencana tersebut. Rilis Indeks Sentimen Konsumen AS periode Agustus versi Survei Konsumen Universitas Michigan turun menjadi 95,3, dari 97,9 pada Juli lalu, lebih rendah dari ekspektasi. Meredanya kekhawatiran terhadap lira, Turki mendongkrak euro dan sejumlah mata uang emerging markets. Namun keputusan pengadilan Turki untuk tetap menahan pendeta Andrew Brunson, kembali menekan lira hingga 5% karena kekhawatiran bahwa AS akan memperberat sanksi terhadap Ankara. 

Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,56% menjadi 96,101.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.14380.0061+0.54%
Poundsterling (GBP-USD)1.27490.0033+0.26%
Yen (USD-JPY)110.50-0.40-0.36%
Yuan (USD-CNY)6.8775-0.0078-0.11%
Rupiah (USD-IDR)14,593.0016.50+0.11%

Sumber : Bloomberg.com, 18/8/2018 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu menguat namun masih membukukan penurunan secara mingguan karena kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan minyak AS akan membebani pasar. Perselisihan perdagangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global diyakini akan mengurangi permintaan minyak. Harga minyak mentah WTI turun 7 pekan berturut-turut, melorot 2,6% dibanding pekan sebelumnya, dan harga minyak Brent turun 3 pekan berturut-turut, merosot 1,1 % dibanding pekan sebelumnya. 

Jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi pekan lalu , menurut Baker Hughes tidak berubah, sebanyak 869 rig namun jauh lebih tinggi dari 763 rig yang beroperasi setahun lalu.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman September, naik 45 sen (0,7%) menjadi USD65,91 per barel.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, naik 52 sen (0,7%) menjadi USD71,95 per barel di.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan membukukan kenaikan, di tengah pelemahan dolar AS dan kenaikan harga saham acuan di bursa Wall Street. Namun sepanjang pekan lalu harga emas di pasar spot sudah anjlok 2,7% dibanding pekan sebelumnya, penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun terakhir. Secara mingguan harga emas sudah melorot untuk keenam kalinya secara berturut-turut, turun 14% dari posisi tertinggi pada April lalu.

Harga emas di pasar spot naik 0,31% menjadi USD1.177,21 per pounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember, naik 20 sen (0,02%) menjadi USD1.344,20 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author