Bursa Siang: Panic Selling Menyusut, Pelemahan IHSG Tertahan

Bursa Siang: Panic Selling Menyusut, Pelemahan IHSG Tertahan

Posted by Written on 14 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menanggalkan pelemahan signifikan pada sesi rehat perdagangan hari Selasa (14/8). IHSG melorot -0,43 persen (-26 poin) ke level 5.836. IHSG turun signifikan pada trading Senin kemarin seiring panic selling akibat sentimen pelemahan Lira yang berimbas tekanan pada emerging market.

Indeks LQ45 -0,72% ke level 916 poin. IDX30 -0,68% ke level 498 poin. Indeks JII -0,95% ke level 634. Indeks Kompas100 -0,66% ke level 1.185. Indeks Sri Kehati -0,49% ke posisi 342. Indeks Sinfra 18 -1,06% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah KRENRBMSMCASZINCINTP dan SWAT

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya ADROSRILPGASTPIATLKMITMG dan ASII

Saham Top Loser LQ45 antara lain GGRMHMSPADHIINDYPTPPMNCN dan INKP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,00 triliun dengan volume trading sebanyak 44,83 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp490,13 miliar.

Sektor konsumer dan properti menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,81 persen dan -0,73 persen.

Nilai tukar rupiah -0,08 persen ke level Rp14.628 (pukul 12.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak mixed pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (14/8) seiring sejumlah indeks saham regional rebound kembali sehari setelah turun tajam akibat kegelisahan sehubungan ketidakpastian ekonomi di Turki.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona hijau dengan dukungan semua sektor yang bergerak menguat setelah yen terkoreksi turun. Yen menguat belakangan ini di tengah demand terhadap safe haven saat terjadi ketidakpastian perekonomian di Turki. Nilai tukar yen di level 110,77 terhadap dolar AS (pukul 10.13 am) atau melemah dibanding sesi hari Senin di posisi 110,3.

Di bursa kawasan lain, Indeks Kospi (Korsel) naik 0,11 persen. Saham tekno unggulan bergerak mixed. Saham LG Electronics turun 4,46 persen. Samsung Electronics naik 5,5 persen.

Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia juga bergerak menguat sebesar 0,79 persen. Sektor energi, finansial dan material terpantau menguat. Namun market saham Hong Kong dalam tekanan setelah Indeks Hang Seng ke zona merah. Pelemahan bursa Hong Kong dimotori sektor industrial yang turun 4,32 persen. Saham sektor tekno juga turun signifikan sebesar 2,49 persen.

Rilis data perekonomian yang tidak sesuai ekspektasi mengantarkan pelemahan pasar saham Cina. Pertumbuhan investasi fixed asset sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun lalu atau meleset dari perkiraan sebesar 6 persen. Sedangkan data penjualan ritel periode Juli di bawah ekspektasi.

Pergerakan nilai tukar Lira (Turki) menanggalkan pelemahannya setelah ke level terendah pada perdagangan hari Senin kemarin. Lira berada di posisi 6,8600 terhadap dolar AS (pukul 10:13 am) setelah bank sentral Turki bergerak menenangkan kegugupan pasar.

"Upaya yang dimaklumatkan bank sentral Turki untuk menstabilkan Lira tampaknya telah membantu. Lira tidak punya daya tahan untuk terus tertekan juga bukan pelemahan yang substansif," ujar Richard Grace, Analis pada Commonwealth Bank of Australia.

Kata Grace, tensi emerging market tidak akan menguap tetapi saat ini reda. Dia menambahkan volatilitas nilai tukar emerging market dapat naik turun mengingat terdapat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed pada pekan depan.

Sementara itu Analis pada Natixis Investment Managers, David Lafferty menyebut risiko (depresiasi Lira) menjalar ke pasar emerging market ini merupakan sentimen dan bukan fundamental.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,85% ke posisi 22.262. (11.43 pm)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,89% ke level 27.686.

Indeks Shanghai (China) -0,50% ke posisi 2.771.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,17% ke level 3.239. (12.00 am)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Selasa (14/8) pagi. Kenaikan harga terjadi setelah sebuah laporan dari OPEC mengkonfirmasi bahwa Arab Saudi telah memangkas produksi guna menghindari kelebihan pasokan yang menjulang.

Minyak Brent naik 26 sen ke harga USD72,87 per barel (pukul 01.11 GMT). Minyak WTI naik 32 sen ke harga USD67,52 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author