Bursa Pagi: Asia Dibuka Menghijau, Redam Tekanan Pelemahan IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menghijau, Redam Tekanan Pelemahan IHSG

Posted by Written on 14 August 2018


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (14/8) dibuka menghijau, membalik tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang tertekan oleh dampak ketidakpastian ekonomi Turki. Investor menunggu rilis data ekonomi China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,43% pada sesi awal perdagangan, dipimpin kenaikan harga saham sektor energi. Penguatan indeks beranjut, melaju 0,71% (44,60 poin) ke level 6.296,80 padap pukul 8:35 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 1,21% (265,03 poin) ke level 22.122,46, setelah dibuka melesat 1,14% diwarnai pelemahan yen terhadap dolar AS yang mendongkrak harga saham sektor otomotif dan teknologi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,11% didukung sektor manufaktur dan berlanjut menguat 0,19% menjadi 2.780,74.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka mendatar di kisaran level 27.938,32, dan indeks Shanghai Composite melemah 0,18% di posisi 2.252,73.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan ada tren penguatan indeks di bursa regional, setelah kemarin rontok dihantam dampak krisis ekonomi Turki, ditutup terjerembab 3,55% di level 5.861. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi rebound berusaha kembali ke atas level 5.900 melawan sentimen negatif dampak krisis Turki. Namun secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bearish continuation menuju area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global seiring dengan kekhawatiran akan krisis keuangan di Turki dan melemahnya hampir semua komoditas kecuali batu bara di prediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.780 dan resistance di 5.935.

  • Saham : BMRI ( SELL , Support: Rp6.700, Resist: Rp7.100), PGAS ( SELL , Support: Rp1.720, Resist: Rp1.875), AALI (Buy on Weakness, Support: Rp11.475, Resist: Rp12.275), ACES ( SELL , Support: Rp1.360, Resist: Rp1.470).

  • ETF : XIJI ( SELL , Support: Rp633, Resist: Rp665), XISC ( SELL , Support: Rp684, Resist: Rp724), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp468, Resist: Rp495).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir lebih rendah, setelah bursa saham Asia dan Eropa berguguran tertekan kekhawatiran krisis mata uang Turki akan menyebar ke negara berkembang lainnya. Lira Turki terperosok ke posisi terendah baru terhadap euro dan dolar, dengan menyeret mata uang emerging market. Kejatuhan itu menimbulkan ketakutan akan pengulangan krisis Asia 1997, ketika jatuhnya mata uang Thailand meluas menjadi krisis ekonomi Asia.

Saham perbankan AS berguguran, JPMorgan Chase, Citigroup dan Bank of America anjlok sedikitnya 1,5%. Harga saham sektor penghasil bahan baku dan energi masing-masing terperosok 1% dan 1,2%.Harley-Davidson terjungkal 4,4% setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan dukungannya untuk memboikot perusahaan itu jika memindahkan pabriknya ke luar negeri.

Dow Jones Industrial Average merosot 050% (-125,44 poin) ke level 25.187,70.

Standard&Poor's 500 menyusut 0,40% (-11,35 poin) ke poisi 2.821,93.

Nasdaq Composite melemah 0,25% (-19,40 poin) menjadi 7.819,71.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 5,08% ke level USD22,78.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup melemah, terpengaruh krisis ekonomi Turki yang memburuk, mendorong investor untuk melepas saham berisiko dan beralih ke aset safe-haven. Indeks European-Stoxx 600 turun 0,25% menjadi 384,91, dipimpin kejatuhaan harga saham Bayer Jerman sebesar 10,3% yang terpukul oleh keputusan ganti rugi USD298 juta olah pengadilan AS karena kasus kanker pada penjaga lapangan produk RoundUp buatan Monsanto. Sektor perjalanan dan wisata menyusut, dipimpin kejatuhan saham Air France KLM sebesar 4,1%, karena aksi mogok pilot.

FTSE 100 London tergelincir 0,32% (-24,56 poin) menjadi 7.642,45.

DAX 30 Frankfurt anjlok 0,53% (-65,61 poin) ke level 12.358,74.

CAC 40 Paris melemah 0,04% (-2,36 poin) di posisi 5.412,32.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah penurunan euro dan mata uang emerging market, terseret kejatuhan lira, Turki. Euro terperosok ke level terendah 13 bulan, karena investor beralih ke aset safe haven yen dan franc Swiss. Lira tetap anjlok 10%, kendati bank sentral Turki mengatakan akan menyediakan likuiditas dan memotong persyaratan pencadangan bank. Invesor mengkhawatirkan eksposur perbankan Eropa terhadap Turki. Dolar merosot ke level terendah dalam lebih dari enam pekan terhadap yen dan franc. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negaara maju naik 0,04% menjadi 96,3910.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1406-0.0004-0.04%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2764-0.0007-0.05%7:28 PM
Yen (USD-JPY)110.67-0.03-0.03%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.89120.0446+0.65%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,607.50129.50+0.89%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, tertekan kekhawatiran akan berkurangnya permintaan minyak emerging market karena terdampak krisis Turki. Data Genscape tentang persediaan di pusat pengiriman minyak AS menunjukkan kenaikan dalam pekan terakhir, melonjak sekitar 1,7 juta barel. Fasilitas pemrosesan Syncrude, Kanada mulai meningkatkan produksi minyak dan diharapkan untuk kembali ke produksi penuh pada September.

OPEC memperkirakan permintaan minyak tahun depan akan lebih rendah karena pesaingnya memompa lebih banyak. Dunia akan membutuhkan 32,05 juta bph minyak mentah dari 15 anggota OPEC pada 2019, turun 130.000 bph dari perkiraan bulan lalu. Sementara produksi minyak AS diperkirakan meningkat 93.000 bph pada September menjadi 7,52 juta bph.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 20 sen (-0,3%) menjadi USD72,61 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 43 sen (-0,7%) menjadi USD67,20 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir melemah. Harga emas di pasar spot merosot di bawah USD1.200 per ounce untuk kali pertama sejak tahun lalu. Yield emas dinilai tidak lebih menarik ketimbang US Treasury dan dolar AS karena investor mencari perlindungan dari kejatuhan pasar keuangan yang dipicu depresiasi lira Turki. Kepemilikan SPDR Gold Trust New York, ETF emas terbesar di dunia, berada di posisi 25,3 juta ounce, turun sekitar 10% dari level tertinggi April dan berada di titik terendah sejak Februari 2016.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,5% menjadi USD1.193,11 per ounce.

Harga emas berjangka turun USD20,10 menjadi USD1.198,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author