Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Jenuh Beli Bebani Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Jenuh Beli Bebani Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 10 August 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (10/8), bursa saham Asia dibuka mixed, mengikuti pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang ditutup bervariasi, namun berlanjut melemah.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,14% pada sesi awal perdagangan, diudukung oleh kenaikan harga saham sektor konsumsi. Pergerakan indeks berlanjut melemah 0,04% (-2,80 poin) di posisi 6.294,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,59% (-132,41 poin) ke level 22.465,98, setelah dibuka turun 0,35%, terbebani penurunan harga saham sektor asuransi dan pertambangan, meskipun mencatatkan penguatan di sektor energi dan ritel. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melorot 0,66% terseret kejatuhan harga saham sektor teknologi, dan berlanjut menukin 0,80% ke posisi 2.285,33.

Melanjutkan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,02% (-5,79 poin) di posisi 28.601,51 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,16% menjadi 2.789,85.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan global dan regional yang bervariasi, setelah mendarat di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dengan membukukan penurunan 29,573 poin ke level 6.065,25. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan penurunan di tengah melemahnya capital inflow dan maraknya profit taking, di tengah upaya menembus level 6.100. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan namun tertahan di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sudah jelasnya pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pemilu 2019 diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya harga batu bara akan menjadi tambahan sentimen positif bagi indeks. Di sisi lain masih berlanjutnya kekhawatiran akan perang dagang akan menjadi sentimen negatif. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.035 dan resistance di 6.095.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain:

  • Saham : RALS (Buy, Support: Rp1.320, Resist: Rp1.380), BBRI (Buy, Support: Rp3.290, Resist: Rp3.360), 

    MIKA (Buy, Support: Rp1.930, Resist: Rp1.990), ASII (Buy, Support: Rp7.300, Resist: Rp7.700).

  • ETF : XIIT (Buy on Weakness, Support: Rp535, Resist: Rp541), XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp472, Resist: Rp476), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp520, Resist: Rp525).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir sedikit melemah. Tesla Motors anjlok 4,8 % setelah Bloomberg News memberitakan bahwa pengacara Securities and Exchange Commission menyelidiki sumber pendanaan yang mendukung CEO Elon Musk untuk mempertimbangkan go-private. Harga saham sektor teknologi menguat, seiring meredanya tekanan sengeketa dagang AS-China. Namun saham Rite Aid anjlok 11,8% setelah mengumumkan pembatalan merger dengan Albertsons. Saham Booking Holdings merosot 5% karena perkiraan kuartal ketiga yang mengecewakan. Hampir 90 % dari perusahaan S&P 500 sudah melaporkan kinerja keuangan kuartalannya dan 76 % melaporkan laba lebih baik dari perkiraan. Secara keseluruhan, pendapatan S&P 500 untuk kuartal kedua melonjak lebih dari 24 % dibandingkan tahun lalu.

Dow Jones Industrial Average turun 0,29% (-74,52 poin) menjadi 25.509,23.

Standard&Poor's 500 melemah 0,14% (-4,12 poin) di posisi 2.853,58.

Nasdaq Composite menguat 0,14% (3,46 poin) di level 7.891,78.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,16% menjadi USD24,42.
Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup bervariasi merespon perselisihan perdagangan AS-China dan laporan keuangan perusahaan. Indeks European-Stoxx 600 ditutup menguat 0,09% menjadi 390,05, didukung kenaikan harga saham sektor ritel sebesar 1,3%, dan sektor migas sebesar 0,8%. Saham Cineworld melambung 10,8% setelah mengumumkan kenaikan pendapatan pada semester pertama. Adidas melesat 9,4% setelah membukukan laba bersih kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan. Di pihak lain, G4S kandas 7,8% setelah melaporkan penurunan laba semester pertama, dan saham Tui anjlok 2,5%, meskipun mengatakan berada di jalur kenaikan laba 10 % tahun ini.

CAC 40 Paris naik tipis 0,01% (-0,35 poin) di posisi 5.502,25.

DAX 30 Frankfurt naik 0,34% (42,57 poin) menjadi 12.676,11.

FTSE 100 London melorot 0,45 % (-34,88 poin) ke level 7.741,77.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, investor berspekulasi bahwa ketegangan perdagangan global dan meningkatnya ekonomi AS. Analis mengatakan penerapan tarif impor bisa mempersempit defisit perdagangan AS. Perang dagang AS-China juga diyakini akan memukul ekonomi emerging market, terutama yang berorientasi ekspor. Perkiraan klaim pengangguran dan kenaikan indeks harga produsen juga membantu apresiasi dolar. Euro dan poundsterling melorot, diwarnai spekulasi nbahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan hubungan masa depan dengan Brussels. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,43% menjadi 95,504.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1523-0.0004-0.03%7:17 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28260.0002+0.02%7:17 PM
Yen (USD-JPY)111.140.06+0.05%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)6.8210-0.0145-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,416.00-23.00-0.16%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup sedikit melemah, merespon peningkatan sengketa perdagangan AS-China yang memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan minyak. Investor menkhawatirkan perlambatan di dua ekonomi terbesar dunia itu akan memangkas permintaan komoditas. Impor minyak mentah China periode Juli meningkat setelah dua bulan melemah, tetapi masih termasuk terendah tahun ini. Menyikapi proyeksi penurunan permintaan minyak Asia, Iraq menurunkan harga minyak untuk pengiriman September untuk pelanggannya di Asia.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 30 sen menjadi USD71,98 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 13 sen menjadi USD66,81 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi bergerak cenderung mendatar, setelah penguatan dua sesi berturut-turut. Apresiasi indeks dolar AS membebani momentum kenaikan, meski mendapat dukungan dari mata uang China yang relatif stabil. Emas, gagal mengambil keuntungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik tahun ini, karena investor lebih memilih dolar sebagai safe havens. Estimasi klaim pengangguran AS yang lebih rendah pada pekan lalu, dan Indeks Harga Konsumen AS yang diperkirakan menguat sehingga mendukung rencana kenaikan suku bunga The Fed, menjadi penopang penguatan dolar AS.

Harga emas di pasar spot mendatar di posisi USD1.212,90 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD1,10 menjadi USD1.219,90 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author