Bursa Sore: Sinyal Perlambatan Ekonomi Global, Gerak IHSG Variatif

Bursa Sore: Sinyal Perlambatan Ekonomi Global, Gerak IHSG Variatif

Posted by Written on 08 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak variatif sampai akhirnya berujung menguat pada perdagangan hari Rabu (8/8). IHSG melaju tipis +0,06 persen (-3 poin) ke level 6.094.

Indeks LQ45 -0,27% ke level 964 poin. IDX30 -0,35% ke level 524 poin. Indeks JII -0,38% ke level 666. Indeks Kompas100 -0,08% ke level 1.246. Indeks Sri Kehati -0,03% ke posisi 359. Indeks Sinfra 18 -0,02% ke level 322.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah TRAMTKIMTLKMMAIN,PGASLPPF dan TNCA.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain PGASTPIALPPFSSMSINKPBMRI dan GGRM.

Saham Top Loser LQ45 antara lain WIKAANTMBRPTICBPSRILBBRI dan KLBF.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,46 triliun dengan volume trading sebanyak 100,94 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp484,22 miliar.

Sektor perkebunan dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +4,06 persen dan +1,6 persen. Data yang dirilis menunjukkan neraca perdagangan China tercatat turun seiring sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Nilai tukar rupiah -0,08 persen ke level Rp14.439 (pukul 04.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak mixed pada perdagangan hari Rabu (8/8) disertai pasar saham China yang kehilangan tonggak setelah sempat rebound pada sesi sehari sebelumnya. Sebagian besar market Asia mengekor jejak Wall Street yang bergerak menguat.

Market saham Asia melanjutkan sinyal pemulihan dilambungkan sentimen kuatnya laba emiten di USA serta ekspektasi bahwa China akan meningkatkan stimulus fiskal untuk menyamankan dampak dari sengketa dagang dengan USA yang memburuk.

Penguatan saham-saham ekspedisi angkutan laut dan telekomunikasi mendorong Indeks Nikkei 225 naik tipis, 18,43 poin. Saham-saham tambang minyak dan batu bara memimpin pelemahan. Sementara saham unggulan SoftBank Group menguat 4,78 persen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi menguat tipis 0,06 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia naik 0,23 persen disokong saham-saham finansial dam material yang bergerak positif.

Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak menghijau. Saham terkait energi melanjutkan penguatan yang terjadi pada sesi kemarin. Sementara saham sektor tekno dan konglomerasi melemah tipis.

Indeks saham-saham blue chips di bursa China, CSI 300 terkoreksi 1,59 persen. Pasar saham China melemah signifikan di sesi sore setelah sempat rebound pada trading sesi sehari sebelumnya. Indeks Shanghai ke zona merah. Data neraca perdagangan China yang dirilis hari ini menunjukkan penurunan surplus menjadi USD28,1 miliar di periode Juli dibandingkan Juni surplus sebesar USD28,9 miliar.

Indeks dolar bergerak melemah ke posisi 95,094. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen turun di level 111,08 (pukul 2.50 pm). Yuan stabil setelah tertekan akhir-akhir ini. Di pasar oh shore yuan melanjutkan penguatan ke level 6,8218 terhadap USD (2.56 pm). Di pasar offshore turun tipis di level 6,8300 terhadap USD.

Pelemahan di bursa China tertahan oleh sinyal pemerintah China merilis kebijakan lanjutan untuk mendukung pertumbuhan seperti meningkatkan belanja infrastruktur serta merekayasa kebijakan moneternya.

"Perubahan kebijakan China yang jelas dari reformasi struktural menjadi support kepada kebijakan jangka pendek tampaknya mulai memberikan dukungan kepada sebagian besar market," kata Analis SMBC Nikko Securities, Chotaro Morita.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,08% ke posisi 22.644.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,39% ke level 28.359.

Indeks Shanghai (China) -1,27% ke posisi 2.744.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,40% ke level 3.326.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak melemah di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (8/8) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi seiring sikap investor yang mempertahankan pencermatan lebih detil terhadap data kinerja laba emiten serta sentimen perang dagang.

Indeks FTSE (Inggris) +0.30% ke posisi 7.741.

Indeks DAX (Jerman) -0.07% pada level 12.639.

Indeks CAC (Perancis) +0.07% di posisi 5.524.


Oil

Harga minyak melorot pada perdagangan hari Rabu (8/8) sore. Pelemahan ini terjadi setelah data impor China yang dirilis tercatat turun meskipun pelaku pasar masih bersikap optimis didukung oleh kabar persediaan minyak di USA yang turun serta pengenalan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Minyak Brent turun 15 sen ke harga USD74,50 per barel (pukul 06.51 GMT). Minyak WTI drop 2 sen ke harga USD69,15 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author