Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Tekanan IHSG Berpeluang Balik Arah

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Tekanan IHSG Berpeluang Balik Arah

Posted by Written on 08 August 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (8/8) dibuka menguat moderat, berusaha melanjutkan kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah dimulainya sanksi ekonomi AS terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak dan berlanjunya sengketa dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,25% didukung kenaikan harga sektor-sektor terkait energi lebih dari 1% dan keuangan sebesar 0,41%. Indeks berlanjut naik 0,28% (17,20 poin) ke level 6,271,10 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,31% (69,55 poin) ke posisi 22.732,29, setelah dibuka naik 0,28% dipimpin kenaikan harga saham sektor keuangan hingga 1,74%, perkapalan dan telekomunikasi lebih dari 1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,23% dan berlanjut menguat 0,29% menjadi 2.306,02.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 0,80% (224,60 poin) ke level 28.473,48 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China turun 0,30% menjadi 2.771,13.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan posisinya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,16% menjadi 6.0921,25. Sejumlah analis memperkirakan, tekanan pelemahan IHSG hari ini masih akan berlanjut namun memiliki peluang untuk menguat kembali dalam jangka pendek. 

Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan yang terkonsolidasi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati perkembangan politik terkait pilpres 2019. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.060 dan resistance di 6.120.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain:

  • Saham: PTPP (Buy, Support: Rp2.000, Resist: Rp2.070), WTON (Buy, Support: Rp400, Resist: Rp440), 

    MEDC (Buy, Support: Rp1.010, Resist: Rp1.140), CTRA (Buy, Support: Rp1.000, Resist: Rp1.050).

  • ETF : XBNI (Buy on Weakness, Support: Rp1.036, Resist: Rp1.050), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp489, Resist: Rp495), XPSG (Buy on Weakness, Support: Rp431, Resist: Rp439)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung menguat, indeks S&P 500 dan Nasdaq bergerak mendekati rekor tertinggi, didorong oleh kuatnya laporan keuangan emiten yang mengimbangi kekhawatiran perdagangan global. Saham sektor energi dan keuangan masing-masing melaju 0,72% dan 0,48%. Saham sektor teknologi juga naik, ditopang kenaikan harga saham Amazon, Alphabet dan Microsfot. Tesla melesat lebih dari 10% karena mempertimbangkan untuk go private. Sekitar 80% emiten S&P 500 melaporkan hasi kuartal kedua yang lebih baik dari ekspektasi. Hingga akhir pekan lalu, S&P 500 telah melambung 24% dibanding kuartal kedua tahun lalu.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,03% (-7,66 poin) di posisi 25.326,16.

Standard&Poor's 500 menguat 0,28% (8,05 poin) menjadi 2.858,45.

Nasdaq Composite naik 0,31% (23,99 poin) ke level 7.883,66.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,29% menjadi USD24,61.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup naik signifikan, didukung kenaikan harga minyak, merespon diberlakukannya sanksi ekonomi AS terhadap Iran pada sejumlah produk, dan rilis laporankeuangan sejumlah emiten. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,47% menjadi 390,49 dipimpin reli harga saham sektor sumber daya alam yang melaju hampir 2%. Harga saham sektor otomotif juga melaju lebih dari 1% didukung laporan keuangan yang positif, dan sektor keuangan naik 0,7%. Namun harga saham sektor teknologi melemah 0,3%.

FTSE 100 London melaju 0,71% (54,70 poin) ke posisi 7.718,48.

DAX 30 Frankfurt naik 0,40% (49,98 poin) menjadi 12.648,19.

CAC 40 Paris melonjak 0,81% (44,13 poin) ke level 5.521,31.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, di tengah penguatan euro. Yuan memperlihatkan stabilitasnya, naik 0,32% terhadap dolar setelah melemah 7% sejak pertengahan Juni. Setelah mengalami reli 6,5% sejak pertengahan April lalu, indeks dolar harus berjuang untuk bertahan diatas 95,5, sehingga diperkirakan akan sulit untuk menembus level tertinggi baru. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,18% menjadi 95,186.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16040.0005+0.04%7:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29430.0004+0.03%7:31 PM
Yen (USD-JPY)111.32-0.06-0.05%7:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.8314-0.0221-0.32%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,442.00-36.00-0.25%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/8/2018 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, terpengaruh oleh dimulainya sanksi AS terhadap sejumlah produk Iran yang akan berlanjut dengan pelarang ekspor-impor minyak pada November mendatang. Potensi hilangnya ekspor minyak Iran, sekitar 3 juta barel minyak per hari pada Juli lalu, dari pasaran dikahwatirkan akaan menimbulkan kelangkaan minyak global. ANZ memperkirakan, pasokan minyak global akan berkurang sekitar 600.000 hingga 1,5 juta bph, setelah sanksi terhadap Iran diberlakukan, kendati Arab Saudi dan Rusia telah menyataakan akan mengisi kekosongan tersebut.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 84 sen (1,1%) menjadi USD74,59 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 16 sen menjadi USD69,17 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, didukung oleh melemahnya dolar AS dan menguatnya yuan. Harga emas sudah anjlok 12% sejak pertengahan April lalu terpengaruh oleh ketegangan sengketa dagang AS-China. Sanksi ekonomi AS terhadap Iran, ikut mendukung harga emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,32% menjadi USD1.209,96 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 60 sen menjadi USD1.218,30 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author