Bursa Sore: Aksi Ambil Untung, IHSG Gagal Bertahan di Level Psikologis

Bursa Sore: Aksi Ambil Untung, IHSG Gagal Bertahan di Level Psikologis

Posted by Written on 07 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah ke zona merah pada perdagangan hari Selasa (7/8). IHSG tertekan -0,16 persen (-10 poin) ke level 6.091.

Indeks LQ45 -0,37% ke level 967 poin. IDX30 -0,53% ke level 526 poin. Indeks JII -0,53% ke level 669. Indeks Kompas100 -0,23% ke level 1.247. Indeks Sri Kehati -0,86% ke posisi 359. Indeks Sinfra 18 +0,27% ke level 322.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah TRUKMAINLPPFMEDCERAAHOKI, dan BBRI.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain MEDCEXCLPTBAINCOGGRMWIKA, dan ADHI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain INDFWSBPSMGRASIIINDYWSKT dan SCMA.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,86 triliun dengan volume trading sebanyak 91,13 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp105,79 miliar.

Sektor agri dana keuangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,86 persen dan -0,75 persen. "Aksi ambil untung investor menjadi faktor yang memicu pelemahan indeks," kata Tim Riset PT Indo Premier Sekuritas. IHSG bersinar pada trading hari Senin didorong oleh rilis data pertumbuhan ekonomi yang berada di atas ekspektasi pasar

Nilai tukar rupiah +0,21 persen ke level Rp14.439 (pukul 04.00 pm)


Bursa Asia

Indeks saham Asia bergerak menguat pada trading sesi sore hari Selasa (7/8) seiring kegelisahan terhadap perang dagang menjadi sentimen yang membebani pada perdagangan kemarin.

Indeks Nikkei 225 naik 155,42 poin dengan dukungan sebagian besar sektor yang ke arah teritori positif. Saham-saham telekomunikasi menjadi lokomotif penguatan bursa Jepang.

Saham unggulan di bursa Korsel, Samsung Electronics naik 1,97 persen menyertai laju Indeks Kospi sebesar 0,6 persen. Di sisi lain emiten perusahaan efek dan ritel bergerak dalam tekanan.

Sementara itu market saham China bergerak menguat pasca mengalami tekanan pada trading awal pekan ini. Indeks saham-saham unggulan, CSI 300 naik 2,92 persen.

Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melanjutkan penguatan. Laju Indeks Hang Seng mendapat sokongan dari penguatan saham energi, properti dan konstruksi. Saham Country Garden naik 6,24 persen.

Bursa Australia terpantau melemah pasca bank sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan. Indeks S&P/ASX200 terkoreksi 0,3 persen seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham material dan telekomunikasi.

Analis pada CCB International Securities, Mark Jolley menilai saat berbicara pasar saham China, investor menyatakan bearish, tetapi ini bukan tentang market China tetapi global. "Fakta menyatakan yield obligasi negara USA flat, mungkin akan berbalik arah jika the Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat," ujarnya.

Jolley menambahkan, selain hal itu investor juga khawatir motivasi dibalik kebijakan perdagangan pemerintah USA saat ini. Pada penutupan perdagangan hari Senin, Indeks Shanghai melemah rata-rata turun 1,26 persen, berakhir ke zona bearish.

Indeks dolar AS melemah ke level 95,186. Sementara itu nilai tukar poundsterling terhadap USD melemah di posisi USD1,2920 sebelum menanggalkan pelemahan ke posisi USD1,2962 (pukul 3.14 pm).

Analis CMC Market, Michael McCarthy menyebut pasar saham global sedang dilanda arus balik. Pelaku pasar melihat kinerja emiten positif dimotori perusahaan-perusahaan USA. "Tetapi potensi sengketa dagang yang menguat memperlambat perekonomian global sehingga menahan animo investor," ujarnya.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,69% ke posisi 22.662.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,54% ke level 28.248.

Indeks Shanghai (China) +2,74% ke posisi 2.779.

Indeks Straits Times (Singapura) +1,80% ke level 3.344.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat pada menit-menit awal perdagangan hari Selasa (7/8) pagi waktu setempat. 

Para pemodal memonitor tensi ketegangan perang dagang serta rilis kinerja laba emiten kelompok terakhir.

Indeks FTSE (Inggris) +0.34% ke posisi 7.689.

Indeks DAX (Jerman) 0.72% pada level 12.689.

Indeks CAC (Perancis) 0.41% di posisi 5.499.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Selasa (7/8) sore. Kenaikan harga tersebut terjadi menjelang introduksi sanksi USA terhadap Iran. Sanksi tersebut diperkirakan akan membuat ketat pasokan global.

Minyak Brent naik 42 sen ke harga USD74,17 per barel (pukul 07.10 GMT). Minyak WTI naik 30 sen ke harga USD69,31 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author