Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Posted by Written on 07 August 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (7/8), dibuka mixed melanjutkan pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang fluktuatif, diwarnai ketegangan perdagangan AS-China setelah Beijing mengeluarkan ancaman balasan terhadap Washington pada akhir pekan lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahaan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12% terbebani penurunan harga saham di sektor pertambangan dan telekomunikasi. Penurunan indeks berlanjut 0,22% (-13,60 poin) menjadi 6.259,40 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,12% (26,49 poin) di posisi 22.533,81, setelah dibuka naik 0,28%, diwarnai lompatan harga saham sektor telekomunikasi sebesar 1,51% pada awal sesi perdagangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka bertambah 0,05%, di tengah kenaikan harga saham sektor teknologi dan berlanjut melemah 0,09% menjadi 2.284,44.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,25% (69,88 poin) menjadi 27.8894,44 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China menguat 0,24% menjadi 2.711,74.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berfluktuasi, setelah berjaya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melompat 1,56% menjadi 6.101,13. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan didukung sentimen positif rilis data ekonomi RI dan capital inflow. 

Secara teknikal beberapa indikatir pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari ekspektasi dan menguatnya indeks bursa global serta naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentangsupport di level 6.025 dan resistance di 6.175.

Bebarapa ekuitas yang direkomendasikkan antaraa lain:

  • Saham : EXCL (Buy, Support: Rp2.760, Resist: Rp2.940), WSBP (Buy, Support: Rp410, Resist: Rp428), 

    INCO (Buy, Support: Rp4.170, Resist: Rp4.270), BBTN (Buy, Support: Rp2.550, Resist: Rp2.750).

  • ETF : XIJI (Buy, Support: Rp667, Resist: Rp697), XISC (Buy, Support: Rp717, Resist: Rp755), 

    XPLC (Buy, Support: Rp495, Resist: Rp515).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan ditopang reli di sektor teknologi, setelah dibuka melemah dibayangi kekhawatiran sengketa perdagangan. Saham Facebook melambung 4,5%, di tengah upaya menjalin kerjasama dengan sejumlah bank papan atas AS untuk berbagi data pelanggan yang memungkinkanpengembangan layanan baru pada platform SMS Messenger. Emiten S&P 500 sejauh ini melaporkan laba 24% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 80% emiten membukukan laba lebih besar dari ekspektasi.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,16% (39,60 poin) menjadi 25.502,18.

Standard&Poor's 500 naik 0,35% (10,05 poin) ke posisi 2.850,40.

Nasdaq Composite melaju 0,61% (47,67 poin) ke level 7.859,68.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,57% menjadi USD24,54.
Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir melemah, setelah menjalani sesi yang berfluktuasi karena kekhawatiran pelaku pasar terkait perdagangan global. Indeks European-Stoxx 600 melemah 0,13% menjadi 388,66, dipimpin kejatuhan harga saham sektor berbasis sumber daya alam sebesar 1,4%. Harga saham sektor kimia melorot 1% di tengah berita merger dan akuisisi. Saham IWG, Inggris melambung 20% setelah meninggalkan diskusi pengambilalihan. HSBC turun 1%, mesekipun melaporkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 4,58% (year-on-year) pada semester pertama 2018.

FTSE 100 London naik tipis 0,06% (4,68 poin) di posisi 7.663,78.

CAC 40 Paris melemah 0,03% (-1,80 poin) menjadi 5.477,18.

DAX 30 Jerman turun 0,14% (-17,55 poin) ke level 12.598,21.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah kekhawatiran tentang rencana Inggris untuk meninggalkan zona euro yang menekan poundstreling ke level terendah sebelas pekan. Sementara ketegangan perdagangan AS-China mendongkrak dolar AS. 

Kekhawatiran bahwa Italia akan meningkatkan belanja dan menantang regulasi anggaran Uni Eropa, serta penurunan pesanan industri Jerman periode Juni, membebani euro. Beberapa analis melihat ketegangan perdagangan menjadi katalis positif bagi dolar AS karena berada di posisi yang lebih baik untuk melakukan proteksionisme ketimbang negara berkembang. Pemberlakukan tarif dapat mempersempit defisit perdagangan AS. Indeks dolar naik 0,21% menjadi 95,358. Sejak pertengahan April indeks dolar sudah naik 6%, sebaliknya ETF mata uang emerging market anjlok lebh dari 10%.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15570.0003+0.03%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29450.0001+0.01%7:25 PM
Yen (USD-JPY)111.34-0.06-0.05%7:25 PM
Yuan (USD-CNY)6.85350.0265+0.39%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,478.00-19.50-0.13%4:45 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, setelah sumber OPEC mengatakan produksi minyak mentah Saudi secara tak terduga mengalami penurunan pada bulan lalu. 

Pernyataan terebut memperkuat kekhawatiran tentang pasokan global karena AS bersiap memberlakukan sanksi terhadap Iran. Arab Saudi memompa sekitar 10,29 juta barel per hari (bph) minyak mentah pada Juli lalu, turun sekitar 200.000 bph dari bulan sebelumnya. Sebagian besar ekspor minyak mentah Iran beralih ke China dan India, sementara hanya sekitar 20% ke Eropa karena sejumlah kilang sudah memangkas pembelian minyak Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 45 sen (0,6%) menjadi USD73,66 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTU naik 52 sen (0,8%) menjadi USD69,01 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah di tengah penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Mulai pekan ini, AS akan lebih agresif memberlakukan sanksi ekonomi pada Iran, yang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Teheran. Selain minyak, sanksi tersebut akan mempengaruhi perdagangan logam mulia, baja dan batu bara Iran. Iran membeli emas untuk menopang mata uang mereka, tapi tidak sebanding dengan penurunan penjualan emas karena kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.208,15 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD5,50 menjadi USD1.217,70 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author