Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG di Jalur Uptrend, Rawan Tekanan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG di Jalur Uptrend, Rawan Tekanan

Posted by Written on 03 August 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan pertama Agustus, Jumat (3/8), bursa saham Asia dibuka sedikit menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Wall Street, setelah mencatatkan penurunan tajam di bursa saham utama Eropa dan Asia pada sesi perdagangan kemarin.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,46% pada sesi awal perdagangan, dipimpin kenaikan harga saham teknologi sebesar 2,53%. Penguatan indeks berlanjut 0,31% (19,50 poin) menjadi 6.260,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,12% (27,38 poin) di posisi 22.539,91, setelah dibuka naik 0,4% di dukung kenaikan harga saham sektor energi dan otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,43% di tengah kenaikan harga saham sektor kosmetik dan elektronika, dan berlanjut naik 0,28% menjadi 2.276,65.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,15% (40,24 poin) menjadi 27.754,80 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,24% ke level 2.761,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham Asia dan AS, setelah gagal mempertahankan manuvernya di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin, ditutup turun 0,36% di level 6.011,72. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bertahan di jalur uptrend berusaha kembali ke zona hijau. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di area netral positif, namun rentan terhadap tekanan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa regional serta harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen positif di pasar, di sisi lain berlanjutnya tensi perang dagang antara Amerika dengan China masih menjadi katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.930 dan resistance di 6.055.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : JSMR (Buy, Support: Rp4.770, Resist: Rp4.940), SIMP (Buy, Support: Rp484, Resist: Rp510), 

    ANTM (Buy on Weakness, Support: Rp905, Resist: Rp925), AALI (Buy, Support: Rp11.600, Resist: Rp12.500).

  • ETF : XIIT (Buy on Weakness, Support: Rp529, Resist: Rp535), XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp467, Resist: Rp471), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp514, Resist: Rp520).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung menguat, indeks Nasdaq melejit karena melonjaknya saham Tesla, dan Apple menjadi perusahaan swasta pertama yang menembus market value USD1 triliun. Saham Apple melesat 2,9%. Tesla Motors meroket 16,2% setelah melaporkan kerugian kuartalan lebih besar dari perkiraan tetapi optimis akan meraup keuntungan untuk sisa 2018. Dow merosot karena investor terfokus pada ketegangan perdagangan Washington-Beijing, setelah Presiden AS meminta Perwakilan Dagang AS untuk meningkatkan usulan tarif terhadap USD200 miliar impor China menjadi 25%, dari semula 10%. Saham Caterpollar dan Beoing melorot 0,4 dan 0,9%. Laporan ketenagakerjaan AS periode Juli diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 190.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,9%. 

Klaim pengangguran mingguan naik 218.000.

Nasdaq Composite melonjak 1,24% (95,40 poin ) ke level 7.802,69.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,03%(-7,66 poin) di posisi 25.326,16.

Standard&Poor's 500 naik 0,49% (13,86 poin) menjadi 2.827,22.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,66% menjadi USD24,06.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir turun setelah Bank of England mengumumkan kenaikan suku bunga, dan diwarnai kekhawatiran akan perang dagang. Indeks European-Stoxx 600 anjlok 0,82% menjadi 386,64, harga saham Kaz Minerals memimpin penurunan, longsor 28,3%, Siemens merosot 4,69%. Harga saham berbasis sumber daya alam berguguran 2,96%, dan saham otomotif menyusut 1,02% karena kekhawatiran perdagangan. Bank of England mengumumkan kenaikan suku bunga dari 0,5 menjadi 0,75%, di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas masa depan ekonomi Inggris.

FTSE 100 London merosot 1,01% (-79,68 poin) ke posisi 7.575,93.

DAX 30 Frankfurt rontok 1,50% (-190,72 poin) ke level 12.546,33.

CAC 40 Paris turun 0,68% (-37,39 poin) menjadi 5.460,98.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China. Presiden AS berupaya meningkatkan tekanan terhadap Beijing dengan mengusulkan tarif 25% terhadap impor China senilai USD200 miliar. Yen, Jepang yang cenderung terdongkrak saat terjadi gejolak geopolitik atau keuangan, menguat, sementara euro melemah terhadap yen. Yuan China, yang berada di bawah tekanan selama sebulan terakhir karena sengketa perdagangan, merosot ke posisi terlemah sejak Mei 2017. Penguatan dolar juga didukung optimisme ekonom terhadap data tenaga kerja AS periode Juli, yang diprediksi meningkat 190.000 pekerjaan, setelah menguat 213.000 pada Juni lalu. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,54% menjadi 95,170.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15880.0003+0.03%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30180.0001+0.01%7:23 PM
Yen (USD-JPY)111.63-0.03-0.03%7:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.84280.0198+0.29%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,477.5037.50+0.26%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/8/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak WTI melonjak hampir 2% didukung laporan Genscape yang menyebutkan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma turun 1,1 juta barel sejak Jumat, 27 Juli .Sementara itu, Arab Saudi, Rusia, Kuwait dan Uni Emirat Arab menyatakan akan meningkatkan produksi untuk membantu mengompensasi kekurangan dalam pasokan minyak mentah Iran setelah sanksi AS diberlakukan. Kekhawatiran tentang kemungkinan hilangnya pasokan Iran diimbangi oleh kekhawatiran ketegangan perdagangan global dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghambat permintaan energi.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,23 (1,7%) menjadi USD73,62 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,35 (2,0%) menjadi USD68,93 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi jatuh ke level terendah sejak Juli tahun lalu, setelah penilaian optimistis Federal Reserve terhadap ekonomi AS dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China. Harga emas sudah anjlok 11% sejak April lalu, seiring naiknya suku bunga The Fed dan persepsi bahwa perang dagang lebih merusak ekonomi negara lain dibandingkan AS sehingga mendorong penguatan dolar. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September mendatang, semakin menekan harga emas.

Harga emas di pasar spot turun 0,53% menjadi USD1.209,01 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD7,50 menjadi USD1.220,10.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author