Bursa Sore: Lonjakan Yield Surat Utang Tekan Regional, IHSG Tumbang 22 Poin

Bursa Sore: Lonjakan Yield Surat Utang Tekan Regional, IHSG Tumbang 22 Poin

Posted by Written on 02 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di teritori negatif pada perdagangan hari Kamis (2/8). IHSG tumbang -0,36 persen (-22 poin) ke level 6.011.

Indeks LQ45 -0,52% ke level 949 poin. IDX30 -0,52% ke level 516 poin. Indeks JII -1,22% ke level 662. Indeks Kompas100 -0,51% ke level 1.226. Indeks Sri Kehati -0,27% ke posisi 353. Indeks Sinfra 18 -0,51% ke level 313.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah ENRGTLKMTRAMIMASMNCNLPPF dan PGAS.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain MNCNELSASSMSBBRIJSMRTPIA dan BMRI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain BBCABBNIINDFGGRMMEDCLPKR dan SMGR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,91 triliun dengan volume trading sebanyak 104,38 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp154,76 miliar.

Sektor aneka industri dana tambang menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,97 persen dan -1,34 persen.

Nilai tukar rupiah -0,24 persen ke level Rp14.475 (pukul 04.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak melemah pada sesi sore perdagangan hari Kamis (2/8). Hal ini terjadi seiring kekhawatiran atas perang dagang mengimbangi gain pada saham-saham tekno.

Market saham Asia tumbang seiring kekhawatiran terbaru terhadap perang dagang USA-China. Pasar surat utang global tertekan kenaikan yield surat utang Jepang dan USA.

"Sentimen pasar ditekan oleh kecemasan kembali terhadap perang dagang," kata Zhang Quan, Analis pada Huaan Securities. Tetapi menurut dia para pemodal tidak perlu terlalu pesimis karena China mengambil langkah untuk melindungi risiko perang dagang dengan USA, di antaranya melalui instrumen moneter dan fiskal.

Yield surat utang negara USA naik di atas level 3 persen merupakan posisi tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir. Ini terjadi setelah Menteri Keuangan USA mengatakan akan mendorong utang di pasar obligasi pada kuartal mendatang. Pasar surat utang global juga tertekan oleh kenaikan yield surat utang Jepang sejak BoJ melonggarkan yield surat utang jangka panjang. Surat utang Jepang tenor 10 tahun naik ke posisi 0,145 persen, tertinggi sejak 1,5 tahun terakhir.

Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia turun 0,55 persen seiring tekanan pada indeks saham material sebesar 2,17 persen. Saham tambang unggulan seperti Rio Tinto turun 4,9 persen. Fortescue Metals turun 1,84 persen dan BHP turun 3,31 persen.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 turun 234,17 poin. Indeks Topix turun -1,0 persen. Di bursa Korsel, Indeks Kospi turun 1,6 persen. Indek Hang Seng di bursa Hong Kong melemah. Indeks Shenzhen di bursa China turun 2,4 persen.

Pemerintah USA mengumumkan kemungkinan penerapan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang impor dari China senilai USD200 miliar dari usulan tarif sebelumnya sebesar 10 persen.

"Kemungkinan ini muncul setelah pemerintah China mengatakan bahwa ancaman kepada mereka tidak akan bekerja dan bahwa China akan membalas tindakan tersebut jika USA menerapkan kebijakan perdagangan tambahan," kata Analis ANZ Research Daniel Hynes dalam risetnya.

Sementara itu kesimpulan meeting the Fed selama 2 hari tidak mengubah suku bunga acuan. Keputusan tersebut sebagaimana sudah diekspektasikan para analis secara meluas.

Analis pada Mizuho Bank, Vishnu Varathan menilai tampaknya suku bunga acuan (the Fed) naik pada September dan membuka peluang (kenaikan lagi) pada Desember tergantung kepada data serta tidak terkekang taktik keras Presiden USA .Donald Trump.

Indeks dolar AS pada posisi 94,789 (pukul 2.38 pm), menguat dari level terendah 94,500 di awal pekan ini. Sedangkan nilai tukar dolar AS terhadap yen di posisi 111,61.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,03% ke posisi 22.512.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,21% ke level 27.714.

Indeks Shanghai (China) -2,00% ke posisi 2.768.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,24% ke level 3.287.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (2/8) pagi waktu setempat. Pelemahan tersebut terjadi menjelang pelaksanaan meeting Bank of England. Meeting tersebut diperkirakan menghasilkan keputusan kenaikan suku bunga acuan meskipun terdapat ketidakpastian Brexit.

Indeks FTSE (Inggris) -0.48% ke posisi 7.616.

Indeks DAX (Jerman) -1.17% di level 12.588.

Indeks CAC (Perancis) -0.41% pada posisi 5.475.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Kamis (2/8) sore. Minyak Brent naik 16 sen ke harga USD72,55 per barel (pukul 05.03 GMT). Minyak WTI naik 16 sen ke harga USD67,72 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author