Bursa Siang: Akibat Sentimen Perang Dagang, IHSG Ikuti Pelemahan Regional

Bursa Siang: Akibat Sentimen Perang Dagang, IHSG Ikuti Pelemahan Regional

Posted by Written on 02 August 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan ke zona merah pada sesi rehat perdagangan hari Kamis (2/8) setelah sempat menguat di awal sesi. IHSG tumbang -0,19 persen (-12 poin) ke level 6.021.

Indeks LQ45 -0,22% ke level 952 poin. IDX30 -0,18% ke level 518 poin. Indeks JII -0,91% ke level 664. Indeks Kompas100 -0,25% ke level 1.229. Indeks Sri Kehati +0,18% ke posisi 354. Indeks Sinfra 18 -0,62% ke level 313.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah TLKMBBRIBBCAFRENBKSLTKIM dan BBNI.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain MNCNSSMSBBRIJSMRBBCABJBR dan BBNI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain PGASWSKTTPIAADROHMSPLPKR dan TLKM.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,06 triliun dengan volume trading sebanyak 63,36 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp171,01 miliar.

Sektor industri dasar dana tambang menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,14 persen dan -1,04 persen.

Nilai tukar rupiah -0,17 persen ke level Rp14.464 (pukul 12.00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak melemah pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (2/8). Hal ini terjadi seiring kekhawatiran atas perang dagang mengimbangi gain pada saham-saham tekno.

Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia turun 0,24 persen seiring tekanan pada indeks saham material sebesar 1,29 persen. Saham tambang, Rio Tinto turun 3,61 persen. Fortescue Metals turun 0,69 persen dan BHP turun 1,84 persen.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona negatif. Indeks Topix turun -0,17 persen. Di bursa Korsel, Indeks Kospi turun 1,14 persen. Indek Hang Seng di bursa Hong Kong melemah. Indeks Shenzhen di bursa China turun 1,93 persen.

Pemerintah USA mengumumkan kemungkinan penerapan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang impor dari China senilai USD200 miliar dari usulan tarif sebelumnya sebesar 10 persen.

"Kemungkinan ini muncul setelah pemerintah China mengatakan bahwa ancaman kepada mereka tidak akan bekerja dan bahwa China akan membalas tindakan tersebut jika USA menerapkan kebijakan perdagangan tambahan," kata Analis ANZ Research Daniel Hynes dalam risetnya.

Sementara itu kesimpulan meeting the Fed selama 2 hari tidak mengubah suku bunga acuan. Keputusan tersebut sebagaimana sudah diekspektasikan para analis secara meluas.

Analis pada Mizuho Bank, Vishnu Varathan menilai tampaknya suku bunga acuan (the Fed) naik pada September dan membuka peluang (kenaikan lagi) pada Desember tergantung kepada data serta tidak terkekang taktik keras Presiden USA .Donald Trump.

Indeks dolar AS pada posisi 94,641 (pukul 10.51 am), menguat dari level terendah 94,500 di awal pekan ini. 

Sedangkan nilai tukar dolar AS terhadap yen di posisi 111,59.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,23% ke posisi 22.467. (11.41 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,32% ke level 27.683.

Indeks Shanghai (China) -2,45% ke posisi 2.755.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,35% ke level 3.284. (12.00 pm)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Kamis (2/8) pagi. Minyak Brent naik 40 sen ke harga USD72,79 per barel (pukul 02.54 GMT). Minyak WTI naik 30 sen ke harga USD67,96 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author