Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Posted by Written on 31 July 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia di pengujung Juli, Selasa (31/7), dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street menjelang akhir rapat kebijakan Bank of Jepang, dan dimulainya rapat kebijakan Federal Reserve, serta rilis data PMI manufaktur China hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penuurunan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,01%. Harga saham di sektor keuangan dan telekomunikasi menguat diimbangi dengan penurunan di sektor konsumer dan teknologi informasi. Indeks berlanjut melemah 0,08% (-5,10 poin) di posisi 6.273,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepangmerosot 0,65% (-145,51 poin) ke level 22.399,33, setelah dibuka turun 0,45% terseret kejatuhan harga saham di sektor keuangan sebesar 2,45%, yang diikuti sektor utilitas dan aneka industri. Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,17% terbebani penurunan harga saham otomotif, keuangan dan ritel, dan berlanjut menyusut 0,07% menjadi 2.291,99.

Melanjutkan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,24% (-69,99 poin) menjaddi 28.663,14 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,07% di posisi 2.866,90.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada keceddnerungan pelemahan indeks bursa sahm global dan regional, setelah berhasil melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan kemarin dengan melaju 0,65% ke level 6.027. Sejumlah analis optimistis, pergerakan IHSG masih akan melanjutkan kenaikan didukung sentimen positif rilis laporan keuangan emiten dan arus masuk modal asing. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, namun, ruang pergerakan IHSG akan terbatas dengan kondisi jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya kinerja laporan keuangan emiten yang cukup baik, rencana pencabutan aturan DMO, serta menguatnya harga komoditas minyak mentah, timah dan batubara diprediksi menjadi katalis positif di pasar. Sementara itu terkoreksinya bursa global dan regional akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.990 dan resistance di 6.060.

Beberapa ekuitas yang layak dipertimbangkan :

  • Saham : PTPP (Buy, Support: Rp2.170, Resist: Rp2.390), ADHI (Buy, Support: Rp1.580, Resist: Rp1.675), 

    ICBP (Buy, Support: Rp8.700, Resist: Rp8.850), WTON (Buy, Support: Rp388, Resist: Rp412).

  • ETF : XIJI (Buy, Support: Rp681, Resist: Rp691), XISC (Buy, Support: Rp704, Resist: Rp720), 

    XPSG (Buy, Support: Rp422, Resist: Rp428).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagitadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam. Indeks Nasdaq Composite terperosok, mencatatkan penurunan ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di sektor teknologi. Saham teknologi berguguran sejak Facebook, pekan lalu, mengisyaratkan perlambatan pertumbuhan karena lebih fokus pada masalah keamanan data dalam menanggapi kritik atas kebijakan privasinya. Facebook jatuh lagi 2,2%, Alphabet rontok 1,5%, Microsoft tepangkas 2,2%, Netflix longsor 5,7%, Apple turun 0,6%, dan Twitter terjungkal 8%. Aksi jual saham teknologi dikhawatirkan dapat melemahkan pasar yang lebih luas, mengingat besaran sektor tersebut dan perannya sebagai katalis bagi sektor lain. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hanya 3 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Nasdaq Composite rontok 1,39% (-107,42 poin) ke level 7.627,77.

Dow Jones Industrial Average anjlok 0,57% (-144,23 poin) menjadi 25.306,83.

Standard&poor's 500 merosot 0,58% (-16,22 poin) ke posisi 2.802,61.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,41% menjadi USD24,22.
Bursa saham utamaEropa tadi malam juga ditutup melemah, pelaku pasar merespon negatif rilis laporan keuangan dari sejumlah emiten. Indeks European-Stoxx 600, turun 0,30% menjadi 390,92, dipimpin kejatuhan harga saham saham sektor teknologi sebesar 1,62%, perusahaan perangkat lunak Sage turun tajam 5,14%. Saham Heineken jatuh ke bawah patokan Eropa, merosot 6,46%, setelah melaporkan kinerja yang lebih rendah dari perkiraan. Harga sektor sumber daya dasar melorot, beberapa analis menilai kesepakatan perdagangan AS-Uni Eropa pada pekan lalu, masih belum jelas. Saham Hiscox memimpin kenaikan, sebesar 7,26%.

FTSE 100 London melemah tipis 0,01% (-0,46 poin) di posisi 7.700,85.

DAX 30 Frankfurt turun 0,48% (-62,20 poin) menjadi 12.798,20.

CAC 40 Paris berkurang 0,37% (-20,54 poin) di level 5.491,22.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, investor bersiap-siap menyikapi kemungkinan perubahan kebijakan Bank of Japan, setelah mengakhiri pertemuan dua hari, jelang rapat kebijakan Federal Reserve AS. Investor tidak mengekspektasikan The Fed akan menaikkan suku bunga pekan ini. BoJ mempertimbangkan perubahan terhadap program stimulus besar-besaran untuk membuatnya lebih berkelanjutan, dengan membuka kemungkinan perubahan suku bunga yang lebih besar dan memperluas program pembelian saham. Euro menguat kembali setelah penurunan tajam pekan lalu yang dipicu oleh penegasan Bank Sentral Eropa bahwa suku bunga akan tetap rendah hingga musim panas 2019. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju, turun 0,34% menjadi 94,348.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17090.0003+0.03%7:18 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31360.0003+0.02%7:18 PM
Yen (USD-JPY)111.03-0.01-0.01%7:18 PM
Yuan (USD-CNY)6.81550.0022+0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,415.00-1.50-0.01%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak WTI melonjak lebih dari 2% di tengah gangguan pasokan dan kemungkinan terpukulnya produksi minyak mentah akibat sanksi AS terhadap Iran. Persediaan minyak mentah WTI di Cushing, Oklahoma hingga 20 Juli lalu turun menjadi 23,7 juta barel, level terendah sejak November 2014 , sebagian karena turunnya pasokan dari fasilitas Syncrude yang mengalami gangguan produksi. Namun Genscape mengatakan stok minyak di Cushing naik hampir 200.000 barel, atau hampir 1% pada pekan lalu. Harga minyak bangkit dari posisi terendah selama dua pekan terakhir, karena sanksi AS terhadap Iran sudah mulai diberlakukan. Survei Reuters memperkirakan OPEC menaikkan produksi 70.000 barel per hari menjadi 32,64 juta bph, tertinggi selama 2018.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 83 sen (1,1%) menjadi USD75,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,44 (2,1%) menjadi USD70,13 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, menjelang rapat kebijakan The Fed yang akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga AS dan kurs dolar di masa mendatang. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya pada Juni lalu. 

Bank of Japan akan mengakhiri rapanya hari ini, dan Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga, Kamis pekan ini. Pekan lalu, Washington mengisyaratkan akan membuka peluang pembicaraan dengan Kanada dan Meksiko setelah setuju untuk menangguhkan pengenaan tarif perdagangan dengan Eropa. Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS hingga awal pekan lalu memperlihatkan, bahwa lembaga pengelola dana menaikkan posisi short pada kontrak emas Comex mencapai level tertinggi sejak 2016.

Harga emas di pasar spot bergerak di kisaran USD1.222,61 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD1,70 menjadi USD1.221,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author