Bursa Pagi: Asia Memerah, Jenuh Beli Warnai Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Memerah, Jenuh Beli Warnai Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 30 July 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, jelang akhir Juli (Senin, 30/7), bursa saham Asia dibuka memerah, melanjutkan tekanan penurunan di bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, jelang rapat Komite Federal Pasar Terbuka ( FOMC ) AS, Selasa dan Rabu pekan ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,58%, hampir semua sektor melemah dipimpin kejatuhan harga saham di sektor konsumer. Indeks berlanjut turun 0,51% (32,30 poin) ke posisi 6.267,90 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 0,73% (-166,86 poin) di level 22.545,89, setelah dibuka anjlok 0,69%, terseret kejatuhan harga saham di sektor utilitas, energi, dan farmasi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,48%, terbebani penurunan harga saham-saham berkapitalisasi besar, dan berlanjut melemah 0,17% menjadi 2.290,99.

Lanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,60% (-173,23 poin) ke level 28.631,05 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,06% menjadi 2.871,94.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks saham acuan di bursa Asia, setelah berhasil membukukan kenaikan signifikan pada akhir sesi perdagangan pekan lalu, melaju 0,72% ke level 5.989. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berrpeluang melanjutkan tren kenaikan diwarnai rilis laporan keuangan emiten, dan menyambut rilis data ekonomi RI. Secara teknikal, beberapa indikator pergerkaan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, di area jenuh beli sehingga cenderung tertekan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, laporan kinerja keuangan emiten di kuartal dua dan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah serta beberapa komoditas seperti nikel dan timah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu terkoreksinya bursa global dan regional akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.940 dan resistance di 6.030.

Beberapa ekuitas yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Saham: ADRO (Buy, Support: Rp1.850, Resist: Rp2.070), ASII (Buy, Support: Rp6.700, Resist: Rp7.200), 

    EXCL (Buy, Support: Rp2.850, Resist: Rp2.910), TKIM (Buy, Support: Rp12.775, Resist: Rp14.275).

  • ETF: XIIC (Buy, Support: Rp1.033, Resist: Rp1.049), XPLC (Buy, Support: Rp488, Resist: Rp494), 

    XPES (Buy, Support: Rp450, Resist: Rp454).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu meredup, tertekan oleh kejatuhan harga saham terknologi selama dua hari berturut-turut. Saham Intel dan Twitter menjadi lokomotif pelemahan setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua. Saham Intel tumbang 8,5% setelah mengumumkan penundaan rilis chips generasi terbaru. Sementara itu saham Twitter longsor 20 persen setelah mengatakan penuruanan jumlah pengguna aktif secara bulanan. Indeks Nasdaq Composite jatuh ke level terburu sejak akhir Juni lalu. Saham Facebook turun 0,8%, Apple merosot 1,7%, sedangkan Netflix dan Alphabet masing-masing tergerus 2%. Rilis laporan pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua sebesar 4,1% tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2014, tak mampu mendongkrak indeks.

Nasdaq Composite rontok 1,46% (-114,77 poin) ke posisi 7.737,42.

Standard&Poor's 500 melorot 0,66% (-18,62 poin) ke level 2.818,82.

Dow Jones Industrial Average turun 0,30% (-76,p1 poin) menjadi 25.451,06.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,47% menjadi USD24,12.

Bursa saham utamaEropaakhir pekan lalu ditutup menghijau, mengarah ke penguatan tertinggi dalam 6 pekan terakhir, ditopang harapan adanya terobosan dalam negosiasi dagang Uni Eropa-AS serta rilis kinerja keuangan sejumlah emiten. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,40% menadi 392,08, dipimpin kenaikan harga saham sektor konsumer dan saham sektor migas. Secara mingguan Stoxx 600 naik 1,7%. Data Deutsch Bank menunjukkan akselerasi pertumbuhan laba per saham (EPS) emiten Eropa mencapai 6% untuk pertama kalinya. Namun para investor di bursa Eropa tetap bersikap hati-hati, karena Departemen Perdagangan AS menyatakan akan melanjutkan penyelidikan risiko impor otomotif terhadap keamanan nasional. Saham Carefour melambung 12,01% , Saham BHP Biliton melaju 2,04%,

FTSE 100 London naik 0,50% (38,14 poin) ke posisi 7.701,31.

CAC 40 Paris melanju 0,57% (31,21 poin) ke level 5.511,76.

DAX 100 Frankfurt menguat 0,40% (51,17 poin) menjadi 12.860,40.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu melemah meskipun data ekonomi AS menunjukkan kenaikan PDB akhir kuartal kedua hingga 4,1%, tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Namun pasar tidak terlalu terkesan dengan angka tersebut karena dengan pertumbuhan sebesar 2,2% pada kuartal pertama, pertumbuhan tahunan hanya sebesar 2,8%, di bawah ekespektasi pasar sebesar 3,1%. Euro mulai stabil setelah sempat jatuh setelah keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mulai mengakhiri kebijakan moneternya selama ini. ECB juga memutuskan mempertahankan suku bunganya hingga pertengahan tahun depan. Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadapmata uang enam negara maju turun 0,12% ke level 94,669.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.16570.0014+0.12%
Poundsterling (GBP-USD)1.3105-0.0004-0.03%
Yen (USD-JPY)111.05-0.18-0.16%
Yuan (USD-CNY)6.81330.0206+0.30%
Rupiah (USD-IDR)14,416.50-46.50-0.32%

Sumber : Bloomberg.com, 27/7/2018 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup melemah, tidak merespon rilis data pertumuhan ekonomi AS kuartal kedua, karena sudah diestimasi sebelumnya. Harga minyak WTI mencatatkan penurunan mingguan sebesar 2,5%, memasuki 4 pekan berturut-turut. Sebaliknya, Brent membukukan kenaikan 1,7% secara mingguan, setelah melemah selama 3 pekan berturutan. Baker Hughes melaporkan, hingga akhir pekan lalu, perusahaan energi AS menambah operasi 3 rig.

Harga minyak berjangka WTI turun 92 sen menjadi USD68,69 per barel.

Harga minyak berjangka Brent turun 25 sen menjadi USD74,29 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan melanjutkan pelemahan secara mingguan sebesar 0,5%, meskipun terdapat beberapa katalis untuk terjadinya kenaikan. Pelemahan dolar AS, dan sentimne negatif di bursa saham AS, tak mampu mengangkat harga emas keluar dari tekanan penurunan selama 3 pekan berturut-turut. Permintaan emas fisik di pasar India menguat memanfaatkan harga emas yang mencapai level terendah dalam 6 bulan terakhir.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,1% menjadi USD1.223,51 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus, turun US$2,7 (-0,22%) menjadi USD1.223,00 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author