Bursa Pagi: Asia Bervariasi, IHSG Cenderung Menguat

Bursa Pagi: Asia Bervariasi, IHSG Cenderung Menguat

Posted by Written on 25 July 2018


Ipotnews - Bursa Asia pagi ini, Rabu (25/7), dibuka bervariasi (mixed), dengan indeks utama di Jepang dan Korea Selatan mengikuti jejak Wall Street yang sebagian besar menguat berkat sentimen positif dari laporan keuangan kuartal kedua emiten yang memicu optimisme.

Indeks Nikkei 225 di Tokyo memulai perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 0,4 persen, terdorong sektor besi dan baja yang memimpin kenaikan. Saham JFE Holdings naik 3,05 persen dan Nisshin Steel reli 2,67 persen. Saham produsen kendaraan yang sebagian besar menanjak, kecuali Mitsubishi Motors yang anjlok 4,52 persen meski pada sesi sebelumnya melaporkan perkiraan laba bersih mencapai target.

Di Seoul, Indeks Kospi juga memulai hari dengan positif, naik 0,48 persen terdongkrak kenaikan saham berkapitalisasi besar, seperti Samsung Electronics yang naik 0,54 persen, meski saham peritel sedikit menurun.

Sebelumnya, indeks S&P/ASX 200 di Sydney melorot 0,12 persen mengikuti penurunan saham keuangan dan perawatan kesehatan, yang meniadakan kenaikan di sektor material.

Memperkuat ekuitas Asia pagi ini, Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 200,61 poin atau 0,70 persen ke level 28.863,18 pada pukul 08.45 WIB, namun indeks Shanghai Composite, China, melemah tipis pada jam yang sama, yakni sebesar 0,02 poin atau 0,07 persen ke level 2903,50.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini diperkirakan pada rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat, sesuai dengan perkiraan sejumlah analis yang beragam. Faktor tekanan terhadap rupiah masih menjadi concern para analis, meski masih terdapat sentimen positif dari kinerja emiten yang bagus di kuartal kedua.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas memprediksi IHSG akan melanjutkan penguatan dengan rentang support di level 5.900 dan resistance di 5.960. Berikut rekomendasi saham dan ETF Indo Premier:

Stocks INTP (Buy, Support: Rp13.950, Resist: Rp15.100) INCO (Buy, Support: Rp4.210, Resist: Rp4.310) BRPT (Buy, Support: Rp1.855, Resist: Rp1.915) BSDE (Buy, Support: Rp1.420, Resist: Rp1.480) 

ETF:XDIF (Buy, Support: Rp458, Resist: Rp464) XBNI (Buy, Support: Rp1.005, Resist: Rp1.015) XIIF (Buy, Support: Rp627, Resist: Rp635)


Amerika Serikat dan Eropa

Bursa Wall Street berakhir naik pada Selasa atau Rabu (25/7) dinihari WIB, menyusul laporan kinerja keuangan yang kuat dari induk Google, Alphabet, yang memimpin gelombang optimisme pendapatan emiten. Kinerja emiten seakan menepikan ingar-bingar perang dagang dan kekhawatiran terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) naik 197,65 poin menjadi 25.241,94 dengan saham United Technologies memimpin di deret blue-chip. Indeks S&P 500 naik 0,5 persen menjadi 2.820,40 berkat kenaikan saham material, telekomunikasi, dan energi. Dan, Nasdaq Composite yang semula naik 1 persen ke titik rekor, namun gagal bertahan dan ditutup sedikit di bawah breakeven 7.840,77.

"Meskipun penuh kebisingan seputar tarif (Trump) , kurva imbal hasil yang merata, dan kebijakan moneter yang lebih ketat, tidak ada yang lebih penting untuk jangka menengah untuk pasar ekuitas daripada kemampuan perusahaan untuk mendongkrak keuntungan," papar Jeremy Klein, kepala strategi pasar di FBN Securities.

Saham Alphabet reli 3,9 persen menuju rekor setelah perseroan melaporkan kinerja kuartal kedua yang mengalahkan perkiraan, menerbitkan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan, termasuk Youtube, mobil tanpa kemudi, dan bisnis cloud computing.

Facebook - yang juga menyentuh titik rekor - dan Amazon naik masing-masing 1,8 persen dan 1,5 persen.
Optimisme tersebut sementara mengalahkan kegalauan pasar atau meningkatnya sikap proteksionisme di Gedung Putih dan Presiden Donald Trump terus menaikkan tensi perang dagang dengan cuitan di Twitter yang mengancam negara manapun yang ia nilai memperlakukan AS tidak adil dalam perdagangan akan dikenai tarif.
Investor juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II pada Jumat lusa, dengan survei ekonom yang dilakukan Reuters menunjukkan keyakinan kenaikan sebesar 3,8 persen (yoy).

Pasar saham juga terdorong setelah China menyatakan akan menggunakan instrumen fiskal untuk mendukung perekonomian. Kabar tersebut mendongkrak Shanghai Composite 1,5 persen dan memberi sentimen positif ke bursa Eropa yang tadi malam naik 1 persen.

Pasar Eropa tadi malam berakhir naik tadi malam, memantul dari pelemahan sesi perdagangan sehari sebelumnya. Indeks berbasis luas, pan-European Stoxx 600 naik 0,86 persen dengan hampir semua sektor di teritori positif. Indeks bahkan mencapai titik intraday tertinggi lima pekan.

Sektor sumber data basis memimpin kenaikan, dengan reli 4,78 persen, menuju capaian harian terbaik sejak kemenangan Presiden Donald Trump dalam pilpres November 2016. Sementara sektor otomotif naik 2,59 persen.

Trump akan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada Rabu hari ini dan keduanya akan menegosiasikan tarif impor yang akan dikenakan Trump untuk produk Eropa. Menjelang pertemuan, Trump mencuit di Twitter: "Tarif sesuatu yang hebat! Negara manapun yang memperlakukan AS tidak adil dalam perdagangan harus bernegosiasi atau akan dikenakan tarif. Gitu aja kok repot..."

Di tataran emiten, laporan laba menjadi pendorong positifnya pasar Eropa. PSA Peugeot menyentuh harga saham tertinggi sejak musim panas 2008, menyusul laporan kinerja keuangan terbarunya yang mengalahkan prakiraan pasar. Saham perseroan naik 14,88 persen.

Saham UBS juga naik 4,32 persen setelah melaporkan kenaikan laba bersih 9 persen selama kuartal kedua, menjadi 1,28 miliar franc Swiss (USD1,29 miliar), naik dari tahun lalu.

Lalu, Spectris melaporkan penjualan semester pertama meningkat 3 persen menjadi 728 juta. Tapi produsen alat ukur itu memperingatkan laju pertumbuhan penjualan organik akan sedikit melambat pada paruh kedua. Spectris adalah saham individu berkinerja terburuk, turun 9,3 persen.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh berita bahwa Dewan Negara China siap untuk memberikan kebijakan fiskal yang lebih "kuat" ketika ekonomi mendingin.

FTSE 100 London naik 0,70% (+53,26 poin) menjadi 7.709,05.

DAX 30 Frankfurt menanjak 1,12% (+140,82 poin) di posisi 12.689,39.

CAC 40 Paris meningkat 1,04% (+55,94 poin) ke level 5.434,19.


Nilai Tukar Dolar AS

Reli dolar AS mengalami jeda Selasa waktu setempat terhadap sekeranjang mata uang utama karena data ekonomi AS yang variatif dan kenaikan pound.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rival anjlok 0,02 persen menjadi 94,40.

Laporan awal indeks manufaktur (PMI) AS untuk Juli melampaui ekspektasi, sementara indeks jasa anjlok tipis dibandingkan perkiraan. Namun, data mengindikasikan ekonomi AS tetap solid.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1689+0.0002+0.02%8:11 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31510.0006+0.05%8:11 PM
Yen (USD-JPY)111.260.06+0.05%8:11 PM
Yuan (USD-CNY)6.7928-0.0058-0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,545.0063.50-0.44%4:35 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges naik pada akhir perdagangan dinihari tadi, seiring meredanya kekhawatiran melimpahnya pasokan dan pasar mengalihkan fokus pada kemungkinan kenaikan permintaan China.

Dilansir Reuters, minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional untuk pengiriman September, naik USD0,38 menjadi USD73, per barel di London ICE Futures Exchange, setelah sempat mencapai titik tertinggi USD74 per barel.

Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan AS, untuk pengiriman September naik USD0,63 menjadi USD68,52 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI sempat mencapai tertinggi di USD69,05 per barel.

Seiring itu, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange merosot di akhir perdagangan dinihari tadi, penurunan kedua berturut-turut walau dolar AS melemah. Dolar tidak berpengaruh terhadap harga emas karena di pihak lain saham global mengalami kenaikan.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD0,1 atau 0,01 persen, menjadi USD1.225,5 per ounce.


( CNBC ,Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author