Bursa Siang: Rupiah Dan IHSG Kompak Beranjak Menguat

Bursa Siang: Rupiah Dan IHSG Kompak Beranjak Menguat

Posted by Written on 23 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak ke teritori positif pada jeda perdagangan hari Senin (23/7). IHSG terdongkrak naik +0,71 persen (+41 poin) ke level 5.914.

Indeks LQ45 +1,11% ke level 935 poin. IDX30 +1,17% ke level 508 poin. Indeks JII +0,96% ke level 661. Indeks Kompas100 +0,98% ke level 1.206. Indeks Sri Kehati +1,16% ke posisi 346. Indeks Sinfra 18 +1,05% ke level 311.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIPTBABMTRBMRIRAJAANTM, dan UNVR.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain LPPFBRPTBBNIWSKTINDFPTPP, dan PTBA.

Saham Top Loser LQ45 antara lain SMGRKLBFINCOBJBRAKRAADRO dan INDY.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,20 triliun dengan volume trading sebanyak 44,10 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp226,40 miliar.

Sektor infrastruktur dan keuangan menjadi lokomotif laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,33 persen dan +1,12 persen.

Nilai tukar rupiah +0,07 persen ke level Rp14.470 (pukul 11.30 am)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada sesi pagi perdagangan hari Senin (23/7). Market saham Jepang dalam tekanan seiring menguatnya mata uang yen pasca depresiasi mata uang dolar AS menyusul kritik Presiden USA Donald Trump terhadap kebijakan kenaikan suku bunga the Fed.

Dolar AS terhadap yen berlanjut melemah ke level 111,00 (pukul 9.25 am) setelah sempat ke posisi terendah 110,84 di sesi sebelumnya. USD terkoreksi turun 0,35 persen dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu di level 111,4 di bursa New York.

Akibatnya bursa Tokyo ke zona merah seiring pelemahan Indeks Nikkei 225. Harga saham emiten eksporter utama di bursa Jepang bergerak melemah. Sektor alat-alat elektronik turun 0,86 persen. Akan tetapi saham finansial menguat seperti Mitsubishi UFJ Financial Group naik 4,17 persen. Indeks Topix turun tipis 0,08 persen.

Pasar saham China juga ke zona merah. Barometer market saham China, Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen kompak melemah masing-masing 0,63 persen dan 0,91 persen di sesi pagi. Sedangkan pasar saham Australia melempem setelah Indeks ASX 200 turun 0,84 persen dengan pelemahan terjadi pada sektor finansial, material dan industri.

Tekanan pada emiten blue chip mengantarkan Indeks Kospi tumbang 0,39 persen di pasar saham Korsel. Saham tekno under pressure di antaranya Samsung Electronics turun 1,79 persen sebagian diimbangi oleh saham-saham otomotif dan manufaktur yang menguat.

Dolar AS memperpanjang pelemahan setelah Donald Trump meningkatkan kritiknya terhadap kebijakan the Fed dan kebijakan moneter global. Melalui akun twitternya, Trump mengkritik China, Uni Eropa dan negara lainnya telah memanipulasi mata uang mereka serta menurunkan tingkat suku bunga. "Plus kenaikan suku bunga di USA membuat USA kehilangan daya saingnya karena mata uang dolar AS menguat," kata Trump.

Indeks dolar AS di posisi 94,277 berlanjut melemah setelah pada sesi sebelumnya juga bergerak melemah.
"Dapat dimengerti politik ekonomi dalam hal mata uang dolar AS merupakan sesuatu yang menjadi keinginan pemerintah USA agar dolar AS melemah apakah itu secara implisit lewat tindakan kebijakan mereka. Kebijakan proteksi fokus pada soal defisit transaksi berjalan atau eksplisit sebagaimana yang terdengar dari pernyataan Trump secara berulang," kata Viraj Patel, analis pasar valas.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,56% ke posisi 22.343. (11.40 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,15% ke level 27.266.

Indeks Shanghai (China) +0,37% ke posisi 2.839.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,43% ke level 3.283. (12.00 pm)


Oil

Harga minyak melempem pada perdagangan hari Senin (23/7) pagi. Pelemahan ini terjadi karena menguatnya kekhawatiran terhadap demand BBM setelah Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G-20 memperingatkan bahwa risiko pertumbuhan ekonomi global melonjak di tengah tensi perseteruan dagang dan geopolitik yang menguat.

Harga minyak Brent turun 10 sen ke posisi USD72,97 per barel (pukul 03.50 GMT). Sementara minyak WTI drop 8 sen ke level USD68,18 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author