Bursa Pagi: Asia Meluncur Turun, IHSG Berkonsolidasi Rawan Tekanan Jual

Bursa Pagi: Asia Meluncur Turun, IHSG Berkonsolidasi Rawan Tekanan Jual

Posted by Written on 23 July 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (23/7), bursa saham Asia dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham utaaa Eropa dan Wall Street yang tertekan oleh kritik Presiden AS, Donald Trump terhadap kebijakan kenaikan suku bunga The Fed yang mendongkrak nilai tukar dolar AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,55%, akibat turunnya indeks saham hampir semua sektor, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan. Pelemahan indeks berlanjut, melorot 0,90% (-56,50 poin) ke level 6.229,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,19% (-271,23 poin) ke posisi 22.426,48, setelah dibuka anjlok 0,98% di tengah menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS yang merontokkan harga saham elektronika dan otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,27% dipimpin penurunan harga saham blue-chips dan berlanjut turun 0,34% menjadi 2.281,348.

Melawan tekanan penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,26% (74,13 poin) ke posisi 28.298,61 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China anjlok 0,50% ke level 2.815,20.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham Assia, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada akhir pekan lalu dengan menguat tipis 0,03% di level5.872,78.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berkutat di area konsolidasi berusaha keluar dari tekanan penurunan nilai tukar rupiah dan harga komoditas, berpotensi menguat namun rawan tekanan aksi jual. Secara teknikal, beberapa indikator pergeraakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation dengan momentum flat.

Tim riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional, harga komoditas seperti minyak mentah dan batubara serta nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.835 dan resistance di 5.905.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan:

  • Saham: BBRI (Spec Buy, Support: Rp2.890, Resist: Rp3.050), HMSP (Spec Buy, Support: Rp3.620, Resist: Rp3.880), AKRA ( SELL , Support: Rp4.400, Resist: Rp4.740), LPKR (Spec Buy, Support: Rp390, Resist: Rp410).

  • ETF : XIIC (Spec Buy, Support: Rp1.013, Resist: Rp1.021), XPLC (Spec Buy, Support: Rp476, Resist: Rp484), XPDV (Spec Buy, Support: Rp478, Resist: Rp468).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu bergerak stagnan, diwarnai rilis raihan laba sejumlah emiten papan atas. Indeks saham acuan sedikit melemah tertekan eskalasi kekhawatiran perang dagang AS-China akibat ancaman tarif terbaru yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Trump juga mengulangi kritiknya terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed. Harga saham Microsoft menguat 1,8% setelah mencetak laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan. Honeywell naik 3,8% seiring laba dan pendapatan di kuartal kedua lebih bagus dari estimasi. Saham General Electric rontok 4,4%, longsor 30% dibanding setahun lalu. Sejauh ini sudah 16,4% emiten indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja laba kuartal II, sebanyak 83 perusahaan membukukan kinerja di atas estimasi.

Dow Jones Industrial Average berkurang 0,03% (-6,38 poin) menjadi 25.058.

Standard&Poor's 500 turun tipis -0,09% (-2,66 poin) di posisi 2.801.

Nasdaq Composite terkoreksi 0,07% (-5,10 poin) di level 7.820.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,73% menjadi USD23,32.
Bursa saham utamaEropaakhir pekan lalu berguguran di tengah rilis kinerja laba emiten kuartal kedua mengecewakan investor. Indeks Europaan-Stoxx 600 turun 0,15% menjadi 385,62, dipimpin kejatuhan harga saham otomotif sebesar 2,1% terbebani tensi perang dagang AS-China seiring pernyataan Trump untuk melanjutkan penerapan tarif impor senilai US505 miliar. Pelemahan tersebut dibatasi oleh penguatan saham-saham sektor kesehatan dan konsumer. Emiten pabrik kertas, Stora Enso turun 13,5 persen setelah laba di kuartal kedua meleset dari estimasi. Secara keseluruhan emiten di bursa saham Eropa diperkirakan akan mencetak pertumbuhan laba yang lebih naik di kuartal kedua.

FTSE 100 London melemah 0,07% (-5,18 poin) di posisi 7678.

CAC 40 Paris turun 0,35% (-18,75 poin) menjadi 5.398.

DAX 30 Frankfurt rontok 0,98% (-124,87 poin) ke level 12.561.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah, terpengaruh kritik Trump terhadap kebijakan pengetatan moneter The Fed dan menuduh bank sentral AS merusak kemajuan ekonomi selama masa kepresidenannya. Namun secara keseluruhan, dolar membukukan kenaikan mingguan kedua, naik 5% selama tiga bulan terakhir, dengan kespektasi The Fed aakan tetap menaikkan suku bunga pada beberapa bulan mendatang. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,72% menjadi 94,476.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.17240.0082+0.70%
Poundsterling (GBP-USD)1.31360.0122+0.94%
Yen (USD-JPY)111.41-1.06-0.94%
Yuan (USD-CNY)6.7697-0.0054-0.08%
Rupiah (USD-IDR)14,495.0053.50+0.37%

Sumber : Bloomberg.com, 20/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu bergerak positif, terdorong pelemahan dolar AS. Harga minyak juga ditopang oleh ekspektasi bahwa ekspor minyak Arab Saudi bulan Agustus akan menurun. Namun secara keseluruhan harga minyak di bursa berjangka melemah 3 pekan berturut-turut, tertekan oleh kenaikan pasokan. Data Baker Hughes menunjukkan, jumlah rig yang beroperasi di USA hingga akhir pekan lalu berkurang 5 unit menjadi 858 rig.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik USD1 menjadi USD70,46 per barel.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 47 sen menjadi USD73,05 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu bergerak menguat, bangkit dari posisi terendah dalam setahun terakhir, didukung pelemahan indeks dolar AS. Namun secara kumulatif harga emas turun 1% sepanjang pekan lalu, melorot 10% dibanding petengahan Mei lalu. Bank of America Merrill Lynch mengatakan kekhawatiran pada perang dagang telah membajak dana investor global sebesar USD5 miliar dari investasi surat utang pada pekan ini, serta sebesar USD1,2 miliar hengkang dari investasi emas. Para fund manager memangkas posisi beli gold di bursa komoditas Comex ke level terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

Harga emas spot naik 0,45% menjadi USD1.227,91per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik USD7,10 menjadi USD1.231,10.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author