Bursa Sore: BI Berniat Hidupkan Kembali Instrumen Moneter, IHSG Naik Tipis

Bursa Sore: BI Berniat Hidupkan Kembali Instrumen Moneter, IHSG Naik Tipis

Posted by Written on 20 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat di menit-menit akhir perdagangan hari Jumat (20/7). IHSG naik tipis +0,03 persen (+1 poin) ke level 5.872.

Indeks LQ45 +0,46% ke level 925 poin. IDX30 +0,61% ke level 503 poin. Indeks JII -0,15% ke level 655. Indeks Kompas100 +0,25% ke level 1.194. Indeks Sri Kehati +0,22% ke posisi 342. Indeks Sinfra 18 +0,44% ke level 308.


Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,85 triliun dengan volume trading sebanyak 85,40 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp55,38 miliar.

Sektor infrastruktur dan konsumer menopang laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,26 persen dan +0,75 persen. IHSG berhasil naik tipis seiring kabar rencana Bank Indonesia (BI) untuk mengaktifkan kembali instrumen moneter SBI 9 bulan dan 12 bulan.

Nilai tukar rupiah -0,03 persen ke level Rp14.475 (pukul 16.20 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Jumat (20/7) di tengah pelemahan pasar saham Wall Street. Tekanan pada bursa Wall Street terjadi setelah Presiden Donald Trump mengkritik kebijakan kenaikan suku bunga the Fed. Mata uang yuan melanjutkan pelemahan.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang melemah 66,80 poin. Saham produsen baja bersama-sama dengan emiten logam non besi turun paling buruk. Saham JFE Holding turun 1,49 persen dan Kobe Steel turun 2,3 persen.

Indeks Kospi di bursa Korsel naik 0,3 persen setelah di sesi pagi bergerak flat. Saham kapitalisasi besar, Samsung Electronics naik 1,17 persen. Sementara saham tekno unggulan mixed.

Sementara bursa saham Hong Kong berbalik arah ke positif. Saham finansial dan utiliti menjadi lokomotif penguatan. Saham-saham properti perlahan menanggalkan pelemahan lebih dalam.

Yuan yang terus melemah pada gilirannya mendorong bursa saham China juga melanjutkan pelemahan. Indeks Shanghai bangkit setelah dalam posisis under pressure saat sesi pagi. Sementara Indeks Shenzhen naik 1,13 persen. Indeks saham blue chips, CSI Indeks naik 1,89 persen.

Yuan menapaki jejak pelemahan sesi paginya di level 6,7734 terhadap dolar AS (pukul 2.58 pm) di pasar on shore setelah melemah di level 6,8106 atau melampaui posisi 6,8 untuk kali pertama dalam setahun terakhir. Di pasar offshore, yuan ke posisi 6,7900 terhadap dolar AS. Bank sentral China menetapkan kurs tengah resmi di posisi 6,7671 sebelum pembukaan pasar.

Di bursa saham Australia. Indeks ASX 200 menguat 0,37 persen seiring sebagian besar sektor menguat, walaupun sektor material turun 1,06 persen.

Market saham Asia tertekan seiring tekanan pada bursa Wall Street. Bursa Wall Street terkoreksi di tengah periode laporan laba emiten yang sedang bergulir. Para pemodal mencermati komentar Trump terhadap the Fed. Presiden USA Donald Trump mengaku tidak senang dengan kebijakan kenaikan suku bunga the Fed.

"Mengingat kegemarannya menghancurkan kebiasaan, pernyataan Presiden Trump tidak mengejutkan. 

Komentarnya kemungkinan menambah gejolak pasar finansial setidaknya pada saat permulaan," kata Joseph Capurso, analis pasar currency pada Commonwealth Bank of Australia (CBA).

CBA memperkirakan pertumbuhan USA melambat mulai 2020 di tengah kenaikan suku bunga dan susutnya stimulus fiskal serta ekspektasi berbagai pernyataan dari Trump pada soal suku bunga.

Indeks dolar AS menguat di posisi 95,116 (pukul 2.47 pm). Indeks dolar AS sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun terakhir ke posisi 95,652 pada sesi sebelumnya sebelum akhirnya melemah terkait pernyataan Trump tentang kebijakan suku bunga the Fed. Sedangkan dolar AS terhadap yen berada di level 112,33.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,29% ke posisi 22.697.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,76% ke level 28.224.

Indeks Shanghai (China) +2,04% ke posisi 2.829.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,43% ke level 3.291.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak flat di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (20/7) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi menyusul pidato Presiden Donald Trump yang mengkritisi kebijakan suku bunga the Fed.

Indeks FTSE (Inggris) +0.15% ke level 7.695.

Indeks DAX (Jerman) -0.01% di posis 12.685.

Indeks CAC (Perancis) -0.16% pada level 5.408.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Jumat (20/7) sore tetapi masih membentuk pelemahan secara mingguan di tengah kekhawatiran terhadap kelebihan suplai dan perang dagang USA dan China yang masih berlangsung.

Harga minyak Brent naik 27 sen ke posisi USD72,85 per barel (pukul 06.55 GMT). Sementara minyak WTI naik 29 sen ke level USD69,79 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author