Bursa Siang: Polemik Kebijakan the Fed Tekan Bursa Regional, IHSG Tergerus

Bursa Siang: Polemik Kebijakan the Fed Tekan Bursa Regional, IHSG Tergerus

Posted by Written on 20 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak ke teritori negatif pada jeda perdagangan hari Jumat (20/7). IHSG tergelincir -0,46 persen (-27 poin) ke level 5.844.
Indeks LQ45 -0,82% ke level 919 poin. IDX30 -0,77% ke level 499 poin. Indeks JII -1,26% ke level 654. Indeks Kompas100 -0,73% ke level 1.188. Indeks Sri Kehati -0,90% ke posisi 340. Indeks Sinfra 18 -0,79% ke level 306.



Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,50 triliun dengan volume trading sebanyak 42,54 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai Rp67,93 miliar.

Sektor perdagangan dan tambang paling menggerus laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,51 persen dan -1,22 persen. IHSG bergerak negatif seiring polemik kebijakan suku bunga the Fed yang juga ikut menyeret pasar saham regional ke zona negatif.

Nilai tukar rupiah -0,48 persen ke level Rp14.545 (pukul 11.30 am)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak dalam tekanan pada perdagangan sesi pagi hari Jumat (20/7) di tengah pelemahan pasar saham Wall Street. Tekanan pada bursa Wall Street terjadi setelah Presiden Donald Trump mengkritik kebijakan kenaikan suku bunga the Fed. Mata uang yuan melanjutkan pelemahan.

Bursa saham Jepang melemah seiring tekanan pada Indeks Nikkei 225. Saham-saham utiliti, tambang minyak dan batubara bergerak menguat. Sementara saham produsen baja bersama-sama dengan emiten logam non besi turun paling buruk. Saham JFE Holding turun 2,25 persen dan Nisshin Steel turun 1,83 persen.

Indeks Kospi di bursa Korsel bergerak turun 0,44 persen. Saham kapitalisasi besar, Samsung Electronics flat. Sementara saham tekno unggulan mixed. Sementara bursa saham Hong Kong dalam tekanan seiring pelemahan saham material dan tekno.

Yuan yang terus melemah pada gilirannya mendorong bursa saham China juga melanjutkan pelemahan. Indeks Shanghai under pressure. Yuan di pasar on shore melampaui 6,8 untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.

Hingga pukul 9.50 am yuan di level 6,8077 terhadap dolar AS di pasar on shore. Sedangkan di pasar offshore, yuan berada di posisi 6,8271 terhadap dolar AS. Bank sentral China menetapkan kurs tengah resmi di level 6,7671 sebelum pembukaan pasar, level terendah dalam setahun terakhir.

Tekanan juga terjadi di bursa saham Australia. Indeks ASX 200 menguat 0,27 persen seiring sebagian besar sektor menguat, walaupun sektor material turun 1 persen.

Pelemahan market saham Asia tertekan seiring tekanan pada bursa Wall Street. Bursa Wall Street terkoreksi di tengah periode laporan laba emiten yang sedang bergulir. Para pemodal mencermati komentar Trump terhadap the Fed. Presiden USA Donald Trump mengaku tidak senang dengan kebijakan kenaikan suku bunga the Fed.

"Mengingat kegemarannya menghancurkan kebiasaan, pernyataan Presiden Trump tidak mengejutkan. 

Komentarnya kemungkinan menambah gejolak pasar finansial setidaknya pada saat permulaan," kata Joseph Capurso, analis pasar currency pada Commonwealth Bank of Australia (CBA).

CBA memperkirakan pertumbuhan USA melambat mulai 2020 di tengah kenaikan suku bunga dan susutnya stimulus fiskal serta ekspektasi berbagai pernyataan dari Trump pada soal suku bunga.

Indeks dolar AS menguat di posisi 95,227 (pukul 9.49 am), naik dibandingkan dengan sesi kemarin di level 95,15. Indeks dolar AS sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun terakhir ke posisi 95,652 pada sesi sebelumnya sebelum akhirnya melemah terkait pernyataan Trump tentang kebijakan suku bunga the Fed. Sedangkan dolar AS terhadap yen berada di level 112,36.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,68% ke posisi 22.608. (11.30 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,54% ke level 27.858.

Indeks Shanghai (China) -0,12% ke posisi 2.769.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,43% ke level 3.291. (11.30 am)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Jumat (20/7) pagi. Kenaikan ini terjadi setelah Gubernur OPEC dari Arab Saudi mengatakan kerajaan tersebut ekspor kerajaan kaya minyak tersebut kemungkinan turun pada bulan mendatang serta persediaan mungkin tertekan pada kuartal ketiga.

Harga minyak Brent pasar berjangka naik 22 sen ke posisi USD72,80 per barel (pukul 00.34 GMT). Sementara minyak WTI naik 51 sen ke level USD69,97 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author