Bursa Siang: Jelang BI Tentukan Suku Bunga Acuan, IHSG Menghijau Lagi

Bursa Siang: Jelang BI Tentukan Suku Bunga Acuan, IHSG Menghijau Lagi

Posted by Written on 19 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju ke zona hijau pada jeda perdagangan hari Kamis (19/7). IHSG menguat +0,21 persen (+12 poin) ke level 5.903.

Indeks LQ45 +0,16% ke level 928 poin. IDX30 +0,14% ke level 503 poin. Indeks JII -0,46% ke level 659. Indeks Kompas100 +0,35% ke level 1.200. Indeks Sri Kehati +0,30% ke posisi 344. Indeks Sinfra 18 +0,33% ke level 310.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIERAAPGASBBNIMABABMRI, dan TLKM.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain TRAMJSMRBBRILPPFPTBABBNI, dan BMRI.

Saham Top Loser LQ45 antara lain UNTRICBPBBCAWIKAINDFBJBR dan GGRM.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,44 triliun dengan volume trading sebanyak 53,48 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp10,37 miliar.

Sektor industri dasar dan agri paling menopang laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +1,88 persen dan +0,92 persen. IHSG bergerak positif jelang keputusan penentuan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Sesuai jadwal BI akan mengumumkan kebijakan tersebut pada Kamis sore.

Nilai tukar rupiah -0,01 persen ke level Rp14.422 (pukul 12.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak mixed pada perdagangan sesi pagi hari Kamis (18/7). Beberapa indeks saham Asia melemah setelah pada sesi kemarin bergerak menguat.

Indeks Nikkei 225 ke zona negatif walaupun sempat menguat di awal sesi. Saham-saham mining naik 3,12 persen tetapi penurunan saham-saham konsumer menekan indeks. Saham bank, produsen baja, industri semikonduktor menuju penguatan.

Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi turun 0,19 persen meskipun saham tekno kapitalisasi besar menguat. 

Saham produsen baja drop setelah Uni Eropa menyatakkan akan memulai kebijakan terhadap produk baja impor merespon pemerintah USA yang menerapkan tarif bea masuk impor pada baja dan alumunium pada awal tahun ini. Saham Posco turun 1,72 persen.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bergerak flat seiring saham finansial dan energi menguat diimbangi oleh penurunan yang terjadi pada saham industri dan konsumer. Sedangkan pasar saham China bergerak melemah. Tekanan pada hari Kamis ini mengantarkan pasar saham China melemah 4 sesi berturut-turut.

Indeks ASX 200 di bursa Australia menguat 0,43 persen ditopang oleh laju positif saham-saham industrial dan finansial.

Proyeksi kenaikan laba emitan di bursa Wall Street melambungkan sentimen investor global. Kenaiakan kinerja emiten di kuartal kedua tersebut diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Terdapat 9 persen dari 500 emiten pada S&P 500 mencatat kenaikan laba 22,1 persen. Tetapi kegelisahan pasar terjadi seiring mata uang yuan ke arah level terendah.

Pelemahan yuan terjadi seiring kekhawatiran pada perang dagang USA dan China sehingga mengantarkan yuan ke posisi terbuurk sejak Juli 2017. Yuan di pasar off shore ke level 6,7695 terhadap USD. Sedangkan di pasar on shore pada posisi 6,7408.

"Pelaku pasar mencermati yuan di kedua pasar off shore dan on shore untuk menentukan apakah bank sentral China sengaja melemahkan yuan," kata Ayako Sera, Analis pada Sumitomo Mitsui Trust Bank. Menurut dia bila perbedaan antara kedua market tersebut terlalu besar, itu berarti bank sentral China sedang mengintervensi pasar.

Indeks dolar AS menguat di posisi 95,4 merupakan level tertinggi dalam 3 pekan terakhir. Sedangkan dolar AS terhadap yen berada di level 113,140 pada perdagangan hari Rabu kemarin. Sedangkan saat ini Indeks dolar AS terkoreksi ke level 95,021. Sedangkan posisi USD terhadap yen melemah berada di level 112,67 yen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,07% ke posisi 22.777. (11.48 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,02% ke level 28.123.

Indeks Shanghai (China) -0,54% ke posisi 2.772.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,95% ke level 3.271. (12.00 pm)


Oil

Harga minyak mixed pada perdagangan hari Kamis (19/7) pagi. Market komoditas minyak berupaya mencermati sinyal penguatan demand BBM di USA, negara terbesar penyerap BBM. Selain terdapat pernyataan dari negara produsen minyak bahwa mereka akan lebih banyak memasok minyak ke market.

Harga minyak Brent pasar berjangka turun 11 sen ke posisi USD72,79 per barel (pukul 04.01 GMT). Sementara minyak WTI naik 6 sen ke level USD68,82 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author