Bursa Siang: Risiko Global Naik, IHSG Lanjutkan Pelemahan

Bursa Siang: Risiko Global Naik, IHSG Lanjutkan Pelemahan

Posted by Written on 17 July 2018


Ipotnews - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada jeda perdagangan hari Selasa (17/7). IHSG melemah -0,72 persen (-43 poin) ke level 5.862.

Indeks LQ45 -1,23% ke level 919 poin. IDX30 -1,39% ke level 498 poin. Indeks JII -0,75% ke level 656. Indeks Kompas100 -0,94% ke level 1.187. Indeks Sri Kehati -1,54% ke posisi 339. Indeks Sinfra 18 -0,04% ke level 304.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIBMTRPTBATLKMBMRIANTM, dan TARA.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain MNCNWSKTPGASWIKAPTPPPTBAADHI dan WSBP.

Saham Top Loser LQ45 antara lain TPIABJBRICBPTLKMUNVRMYRX dan HMSP.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,18 triliun dengan volume trading sebanyak 45,99 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp63,41 miliar.

Sektor aneka industri dan keuangan paling menekan laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,76 persen dan -1,66 persen. IMF memperingatkan peningkatan risiko global yang memburuk sebagai akibat tensi perang dagang.

Nilai tukar rupiah flat ke level Rp14.375 (pukul 12.00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak mixed pada perdagangan sesi pagi hari Selasa (17/7). Market saham Jepang menguat di tengah pelemahan yen serta koreksi turun pasar saham China berlanjut seiring rebound harga minyak setelah sesi kemarin tumbang.

Saham energi memimpin pelemahan di bursa Hong Kong. Karenanya Indeks Hang Seng bergerak melemah. Saham sektor energi seperti CNOOC turun 2,62 persen. Petrochina turun 2,8 persen.

Sementara itu market saham China kembali tertekan. Indeks Shenzhen turun 0,87 persen. Bursa saham China lanjut melemah setelah GDP melambat hanya tumbuh 6,7 persen di periode kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 6,8 persen.

Sedangkan Indeks Kospi bergerak flat, hanya naik 0,04 persen. Saham-saham otomotif Korsel menanjak positif. Saham Hyundai Motor naik 1,98 persen. Tetapi saham tekno bergerak sebaliknya seperti yang terjadi pada saham Samsung Electronics yang melemah 0,22 persen.

Di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 melemah 0,51 persen disertai indeks saham sektor energi yang tumbang 2,24 persen setelah harga minyak turun signifikan pada sesi kemarin. Saham tambang minyak seperti Woodside Petroleum turun 2,22 persen dan Santos turun 2,3 persen.

Indeks Nikkei 225 di market saham Jepang melonjak tajam sendirian di pasar regional seiring pelemahan yen. Sebagian besar sektor saham naik seperti sektor utiliti naik 2 persen. Namun saham-saham terkait tambang minyak bergerak melemah.

Analis pada lembaga Charles Schwab, Jeffrey Kleintop berpandangan sejauh ini belum cukup tampak bahwa perang tarif bea masuk impor menekan pertumbuhan ekonomi global. "Itu sebabnya mengapa tampak estimasi laba emiten terus menguat di kuartal ketiga mendatang dan secara umum tahun 2018 tetapi hal itu bisa juga berubah," ujarnya.

Pada hari Senin kemarin, IMF memperingatkan potensi meningkatnya risiko sebagai akibat produksi yang memburut di tengah tensi perang dagang walaupun lembaga tersebut mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini tetap sama sebesar 3,9 persen.

Indeks dolar AS melemah tipis di posisi 94,473 (pukul 10.03 am) dibanding level hari Senin di posisi 94,5. Sedangkan dolar AS terhadap yen berada di level 112,37 (pukul 12.20 pm).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,95% ke posisi 22.812. (11.44 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,00% ke level 28.254.

Indeks Shanghai (China) -1,01% ke posisi 2.785.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,45% ke level 3.247. (12.00 am)


Oil

Harga minyak Brent rebound pada perdagangan hari Selasa (17/7) pagi, bangkit dari level terendah dalam 3 bulan terakhir. Hal tersebut terjadi setelah semakin banyak pekerja tambang migas Norwegia yang mogok kerja, sehingga menopang pergerakan pasar yang mana telah didominasi oleh sentimen kelebihan suplai dalam beberapa hari belakangan ini.

Harga minyak Brent naik 28 sen ke posisi USD72,12 per barel (pukul 03.31 GMT). Sementara minyak WTI turun 1 sen ke level USD68,05 per barel. Minyak WTI terkoreksi 4,2 persen pada perdagangan hari Senin kemarin.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author