Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Cenderung Melemah Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Cenderung Melemah Terbatas

Posted by Written on 17 July 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (17/7) dibuka mixed cenderung melemah, melanjutkan tekanan pelemahan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah penurunan tajam harga minyak yang menekan harga saham energi, jelang testimoni pimpinan Federal Reserve di depan Kongres AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indesk ASX 200, Australia sebesar 0,27%, terseret kejatuhan harga saham sektor energi. Pergerakan indeks berlanjut melemah 0,12% (-7,30 poin) di posisi 6.234,20 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,42% (93,98 poin) ke level 22.691,33, setelah dibuka kembali pasca libur panjang akhir pekan dengan menguat 0,21%. Hampir semua sektor naik, kecuali pertambangan dan energi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,27% dan berlanjut merosot 0,40% ke posisi 2.292,67.

Lanjutkan tren penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,31% (-88,16 poin) menjadi 28.451,50 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,25% ke posisi 2.806,89.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks saham acuan di bursa global dan regional, setelah gagal melanjutkan tren bullish pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,65% ke level 5.905,16. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di bawah tekanan penurunan meskipun cenderung terbatas sehingga masih berpeluang menguat. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi wajar di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan turunnya harga komoditas seperti minyak mentah, nikel dan timah diprediksi akan menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan. 

IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.865 dan resistance di 5.950.

Beberapa ekuitas yang perlu diperhatikan:

  • Saham: UNTR (Spec Buy, Support: Rp32.900, Resist: Rp3.650), KLBF (Buy, Support: Rp1.300, Resist: Rp1.340), EXCL ( SELL , Support: Rp2.570, Resist: Rp2.790), BBNI (Spec Buy, Support: Rp7.225, Resist: Rp7.550).

  • ETF : XIIF (Sell on Strength, Support: Rp619, Resist: Rp630), XIJI ( SELL , Support: Rp663, Resist: Rp679), XISR ( SELL , Support: Rp347, Resist: Rp355).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung melemah, harga saham terkait minyak bumi tergelincir karena kejatuhan harga minyak, sektor perbankan naik signifikan setelah laporan laba yang solid. Investor bersiap-siap menghadapi rilis laporan keuangan emiten dan sejumlah berita ekonomi, termasuk kesaksian Kepala Federal Reserve Jerome Powell di depan Kongres, Selasa-Rabu pekan ini. Menurut FactSet para analis memperkirakan keuntungan kuartal kedua tumbuh sebesar 20% dari tahun lalu, laba kuartal pertama tumbuh 24%.

Penjualan ritel AS periode Juni tercatat meningkat 0,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sesuai ekspektasi analis. Saham perbankan terkatrol setelah Bank of America melaporkan laba kuartal kedua lebih baik dari perkiraan di balik pertumbuhan kredit dan pajak yang lebih rendah. Bank of America melonjak 4,3%, JPMorgan Chase dan Citigroup melesat hampir 4%. Emiten terkait minyak bumi berguguran karena anjloknya harga minyak dunia. ExxonMobil dan Chevron turun sekitar 1%, Apache anjlok 3,1%.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,18% (44,95 poin) di posisi 25.064,36.

Standard&Poor's 500 melemah 0,1% (-2,88 poin) menjadi 2.798,43.

Nasdaq Composite turun 0,26% (20,26 poin) ke level 7.805,72.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,91% menjadi USD23,10.
Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir cenderung melemah, investor fokus pada laporan keuangan emiten serta mencermati pertemuan pemimpin AS dan Rusia. Indeks European-Stoxx 600 turun 0,25% menjadi 384,05, dipimpin pelemahan harga saham sektor otomotif dan sumber daya alam karena kekhawatiran terhadap dampak perang dagang AS. Pelaku pasar mencermati pertemuan presiden AS dan Rusia di Helsinki, Finlandia di tengah kekhawatiran atas campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016. Sementara itu, para pejabat China saling bertukar tawaran akses pasar dengan Uni Eropa. Zona euro mempersempit surplus perdagangannya pada periode Mei untuk bulan ketiga berturut-turut. Surplus mencapai 16,9 miliar euro (USD19,77 miliar) pada Mei lalu, turun dari bulan sebelumnya sebesar 18 miliar euro.

DAX 30 Frankfurt naik 0,16% (20,29 poin) menjadi 12.561,02.

FTSE 100 London anjlok 0,80% (-61,42 poin) ke level 7.600,45.

CAC 40 Paris turun 0,36% (-19,77 poin) ke posisi 5.409,43.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, karena investor memangkas posisi long demi menyeimbangkan posisi mereka menjelang testimoni Kepala Federal Reserve Jerome Powell di depan Komite Perbankan Senat AS, Selasa, dan di hadapan Komisi Jasa Keuangan DPR AS, sehari kemudian. Dolar mendapat keuntungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini serta keyakinan bahwa AS berada di posisi lebih baik ketimbang China untuk menahan potensi gangguan dalam perdagangan global. Dolar sempat menguat setelah data penjualan ritel Amerika periode Juni naik 0,5%, karena rumah tangga mendorong pembelian mobil dan berbagai barang lainnya. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,18% menjadi 94,51.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1710-0.0001-0.01%7:09 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32360.0001+0.01%7:09 PM
Yen (USD-JPY)112.330.04+0.04%7:09 PM
Yuan (USD-CNY)6.6911-0.0005-0.01%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,393.5015.50+0.11%4:52 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur turun, rontok lebih dari 4%. Harga minyak Brent mencapai level terendah tiga bulan, karena pelabuhan Libya dibuka kembali dan pedagang mengamati potensi kenaikan pasokan Rusia dan produsen lainnya. Jatuhnya harga mengimbangi penguatan pekan lalu yang disebabkan oleh gangguan pasokan di Libya, aksi mogok kerja di Norwegia dan kerusuhan di Irak.Kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi kuartal kedua China juga menjadi katalis negatif bagi harga minyak. Pertumbuhan output pabrik China selama bulan lalu melemah ke level terendah dua tahun.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD3,49 (-4,63%) menjadi USD71,84 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,95 (-4,15%) menjadi USD68,06 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil karena lemahnya permintaan fisik di China dan India, serta terbebani oleh ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi, meskipun dolar melemah. Perekonomian China tumbuh lebih lambat pada kuartal kedua karena upaya Beijing untuk mengurangi utang. Impor emas India periode Juni turun memasuki bulan keenam menjadi 44 ton, karena depresiasi rupee. Harga emas di pasar lokal naik ke level tertinggi dalam hampir 21 bulan, sehingga membatasi permintaan. Di sisi lain, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, jatuh lebih dari 8% sejak akhir April menjadi kurang dari 26 juta ounce.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.239,11 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD1,50 menjadi USD1.239,70 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author