Bursa Pagi: Tambahan Tarif Impor AS Hantam Asia, Ganjal Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Tambahan Tarif Impor AS Hantam Asia, Ganjal Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 11 July 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (11/7) dibuka memerah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, dihantam rilis tambahan tarif impor AS senilai USD200 miliar terhadap sejumlah produk China sehinggameningkatkankekhawatiran akan dampaktekanan perang dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,22% terbebani kejatuhan harga saham sektor energi, pertambangan dan keuangan. Pelemahan indeks berlanjut 0,69% (-43,00 poin) ke level 6.215,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,69% (-375,42 poin) di posisi 21.821,47, setelah dibuka anjlok 0,79% di tengah kejatuhan hargaa saham sektor otomotif dan emiten eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melorot 0,96% terseret penurunan harga saham emiten eksportir, dan berlanjut terpangkas 1,21% menjadi 2.266,32.

Lanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terpenggal 2,33% (-688,53 poin)di level 28.013,72 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China terjungkal 1,66% ke level 2.780,70.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah berhasil mencatatkan kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dengan melonjak 1,28% ke level 5.881,76. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkaan pola uptrenddidukung sentimen positif dari peningkatan penerimaan pajak pemerintah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya potensi bullish continuationmenuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, dirilisnya daftar barang impor dari China senilai $200 miliar yang akan dikenakan tarif oleh ASdiprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.830 dan resistance di 5.930.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan:

  • Saham : KLBF (Spec Buy, Support: Rp1.285, Resist: Rp1.330), AKRA (Spec Buy, Support: Rp4.350, Resist: Rp4.690), BSDE (Spec Buy, Support: Rp1.470, Resist: Rp1.630). ERAA (Spec Buy, Support: Rp2.600, Resist: Rp2.920).

  • ETF : XPSG (Spec Buy, Support: Rp411, Resist: Rp421), XDIF (Spec Buy, Support: Rp451, Resist: Rp463), XPDV (Spec Buy, Support: Rp467, Resist: Rp481)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat untuk sesi keempat berturut-turut, mengantisipasi laporan musim laba perusahaan yang diperkirakan cukup kuat. Credit Suisse memproyeksikan pendapatan emiten kuartal kedua akan melonjak 20 persen atau lebih dibandingkan tahun lalu, didorong ekonomi AS yang lebih kuat dan keuntungan dari pemotongan pajak perusahaan tahun lalu. Proyeksi tersebut memungkinkan investor untuk mengesampingkan kekhawatiran perang dagang AS. PepsiCo melonjak 4,8% setelah melaporkan laba per saham yang lebih baik dari perkiraan. Boeing melaju 1,5% setelah mengumumkan pengiriman 194 pesawat komersial pada kuartal kedua, naik dari 183 pada tahun lalu. Tesla Motors naik 1,2 persen setelah mengumumkan rencana pembangunan pabrik baru di Shanghai dengan target produksi tahunan 500.000 mobil.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,58% (143,07 poin) ke level 24.919,66.

Standard&Poor's 500 naik 0,35% (9,67 poin) menjadi 2.793,84.

Nasdaq Composite menguat 0,04% (3,00 poin) ke posisi 7.759,20.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,21% menjadi USD23,53.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup lebih tinggi, karena investor fokus pada laporan pendapatan perusahaan yang segera dirilis, mengesampingkan ketegangan politik dan perdagangan. Indeks Euro Stoxx 600 naik 0,43 persen menjadi 386,25 dipimpin kenaikan harga saham minyak dan gas di atas 1% yang didorong oleh lonjakan harga komoditas. Peningkatan peringkat dari lembaga investasi mendongkrak harga saham Airbus, Atos dan Hugo Boss. Saham Orcado, supermarket online Inggris, melambung 9%, dan perusahaan broker TP ICAP longsor 36%.

FTSE 100 London naik tipis 0,05% (4,05 poin) di posisi 7.692,04.

DAX 30 Frankfurt melaju 0,53% (65,96 poin) ke level 12.609,85.

CAC 40 Paris melonjak 0,67% (36,25 poin) menjadi 5.434,36.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, mendekati level tertinggi enam bulan terhadap yen, di tengah penguatan sejumlah mata uang emerging market. Momentum penguatan ekonomi global muncul kembali, mendorong investor untuk kembali membeli aset berisiko. Euro melemah tertekan rilis output industri Prancis dan Italia yang melemah. Ekspektasi bahwa Theresa May akan bertahan sebagai perdana menteri, seteah mundurnyaa dua menteri pendukung Brexit, mendorong sterling ke wilayah positif, namun terbebani oleh rilis data produk domestik bruto yang pas-pasan dan penguatan dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, sempat naik 0,4% ke level tertinggi 94,475, dan ditutup menguat 0,09% menjadi 94,158.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1727-0.0017-0.14%7:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3257-0.0019-0.14%7:29 PM
Yen (USD-JPY)110.90-0.10-0.09%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.6340.018+0.27%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)14,366.5037.00+0.26%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat didukung oleh penarikan stok AS yang lebih besar dari perkiraan, serta kekhawatiran penurunan pasokan minyak dari Norwegia dan Libya. Namun kenaikan itu terbebani oleh indikasi Washington akan mempertimbangkan permintaan keringanan sanksi minyak Iran. Brent sempat mencapai level tertinggi USD79,51, dan WTI sempat menyentuh USD74,70 per barel. Data American Petroleum Institute menunjukkan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu menyusut sebesar 6,8 juta barel. Survei analis, menjelang rilis data resmi pemerintah Rabu ini, memperkirakan stok minyak mentah AS rata-rata turun 4,5 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 79 sen menjadi USD78,86 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 26 sen menjadi USD74,11 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot, terbebani oleh apresiasi dolar AS. Emas mengalamim downtrend sejak menyentuh USD1.365,23 pada 11 April, tertinggi sejal akhir Januari lalu. Analis mengatakan, dampak perang dagang AS-China sejauh ini tidak berdampak pada harga emas. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,18 persen menjadi 800,77 ton pada perdagangan Senin, terendah sejak Agustus 2017.

Harga emas di pasar spot turun 0,14% menjadi USD1.255,61 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD4,20 (-0,3%) menjadi USD1.255,40 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author