Bursa Sore: IHSG Melemah di Akhir Pekan Seiring Spekulasi Penurunan Cadev

Bursa Sore: IHSG Melemah di Akhir Pekan Seiring Spekulasi Penurunan Cadev

Posted by Written on 06 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menyerah ke zona merah pada finis perdagangan hari Jumat (6/7). IHSG berkurang -45 poin atau -0,77 persen ke level 5.694.

Indeks LQ45 -1,13% ke level 895 poin. IDX30 -1,24% ke level 486 poin. Indeks JII -0,19% ke level 644. Indeks Kompas100 -1,02% ke level 1.152. Indeks Sri Kehati -0,97% ke posisi 329. Indeks Sinfra 18 +0,23% ke level 296.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah PGASSOCITRUKLPCKBBRILEAD, dan KREN.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain TRAMPWONPGASMYRXINDYAKRA dan WSBP.

Saham Top Loser LQ45 antara lain WSKTGGRMBUMIBSDEUNVRPTBA dan BBCA.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,55 triliun dengan volume trading sebanyak 70,62 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp387,96 miliar.

Sektor keuangan dan konsumer paling menekan laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -1,7 persen dan -1,42 persen. Pelemahan IHSG seiring spekulasi yang berkembang bahwa cadangan devisa RI diperkirakan akan tergerus di periode bulan Juni 2018. Hal tersebut terjadi sejalan dengan tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS sehingga BI harus melakukan intervensi.

Nilai tukar rupiah +0,09% ke level Rp14.372 (pukul 16.00 pm)


Bursa Asia

Gerak pasar saham Asia memantul naik pada sesi sore perdagangan hari Jumat (6/7). Para pemodal memantau perkembangan kubu-kubu perdagangan seiring tenggat waktu tarif impor oleh China dan USA berlalu pada akhir pekan ini.

Market saham Jepang di zona hijau seiring sebagian besar sektor saham rebound setelah Indeks Nikkei 225 menghijau. Hal ini terjadi setelah Indeks Nikkei 225 melemah dalam 3 sesi terakhir secara berturut-turut.

Market saham China akhirnya mampu keluar dari tekanan setelah sempat naik tipis di sesi awal trading. Baik Indeks Shanghai maupun Indeks Shenzhen di bursa China berbalik arah naik. Indeks Shenzhen naik 0,46 persen. Penguatan juga terjadi di bursa saham Hong Kong seiring laju positif Indeks Hang Seng.

Indeks Kospi di pasar saham Korsel naik 0,68 persen. Sementara Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia naik 0,91 persen.

Liang Hong, Chief Economist pada lembaga CICC menyebut apa yang dicemaskan para investor adalah gelombang kebijakan tarif yang diperkirakan terjadi pada Jumat pekan ini, tidak akan menandai akhir dari segalanya. "Bahkan jika kita memiliki gencatan senjata sementara, ada lebih banyak lagi (yang akan muncul) pada hubungan bilateral baik investasi maupun perdagangan," ujarnya.

Kekhawatiran kepada tensi antara USA dan negara-negara mitra dagangnya, bergulir ke arah perang dagang yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi telah membebani sentimen investor pada sesi perdagangan belakangan ini. Indeks regional melemah pada trading hari Kamis kemarin. Bursa saham China tertekan mengantarkan Indeks Shanghai ke arah bearish sejak pekan terakhir. Liang mengkaitkan pelemahan tersebut terhadap likuiditas di pasar saham China walaupun sengketa dagang telah menambah kegugupan (market).

Di pasar valas, dolar AS bergerak stabil setelah melemah pada sesi sehari sebelumnya. Indeks dolar AS ada di posisi 94,436.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,12% ke posisi 21.788,14.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,47% ke level 28.315,62.

Indeks Shanghai (China) +0,49% ke posisi 2.747,23.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,99% ke level 3.191,82.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (6/7) pagi waktu setempat. Para pemodal memonitor perkembangan tensi hubungan dagang seiring tenggat waktu penerapan tarif impor USA dan China berakhir.

Indeks FTSE (Inggris) +0.16% pada posisi 7.615,06.

Indeks DAX (Jerman) +0.11% ke level 12.478,20.

Indeks CAC (Perancis) +0.37% di posisi 5.386,25.


Oil

Harga minyak fluktuatif pada perdagangan hari Jumat (6/7) sore. Terjadi kegugupan pasar seiring USA menerapkan tarif impor terhadap barang impor dari China dalam suatu eskalasi perang dagang antar kedua negara.

Harga minyak Brent futures turun 7 sen ke posisi USD77,32 per barel. Sementara minyak WTI naik 16 sen ke level USD73,10 per barel. (pukul 06.49 GMT)



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author