Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 06 July 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (6/7), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, "menyambut" rencana penerapan tarif baru impor barang China oleh AS pada hari ini yang kemungkinan bisa mencapai USD500 miliar, menurut Trump.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,2% di tengah melemahnya harga sejumlah komoditas. Penguatan indeks berlanjut 0,14% (8,90 poin) di posisi 6.224,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 0,97% (209,96 poin) ke level 21.756,95, setelah dibuka melaju 0,81%, ditopang kenaikan harga saham otomotif sebesar 1,37% , perbankan dan perkapalan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,15% dan berlanjut naik 0,32% menjadi 2.264,86.

Melanjutkan tren penguatan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,26% menjadi 28.254,37 pada pukul 8:35 WIB, namun indeks Shanghai Composite, China melemah 0,09% di posisi 2.731,35.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks saham acuan global dan regional, setelah berhasil mempertahankan posisinya di teritori positif, dan ditutup menguat 0,10% menjadi 5.739. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang menguat namun rentan terkena aksi ambil untung investor. Secata teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi profit taking kendati masih berada dalam kondisi jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa global dan regional dipicu oleh optimisme investor terhadap hubungan perdagangan internasional Amerika dengan Uni Eropa diprediksi menjadi sentimen positif. Disisi lain Amerika yang tetap menerapkan tarif impor untuk barang China serta melemahnya harga komoditas minyak mentah dan nikel diperkirakan menjadi katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level5.685 dan resistance di 5.765.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : ADRO (Buy, Support: Rp1.770, Resist: Rp1.885), MAPI (Spec Buy, Support: Rp815, Resist: Rp845), ITMG (Spec Buy, Support: Rp22.400, Resist: Rp24.100), BDMN (Spec Buy, Support: Rp6.350, Resist: Rp6.650).

  • ETF : XIJI (Spec Buy, Support: Rp653, Resist: Rp660), XISI (Spec Buy, Support: Rp304, Resist: Rp312), 

    XPES (Spec Buy, Support: Rp434, Resist: Rp442).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat, dipimpin kenaikan harga saham teknologi seiring meredanya kekhawatiran perang dagang. Harga saham Facebook melonjak 2,9%, Alphabet melompat 2,0%, dan Apple melaju 0,9%. Saham consumer juga menguat, Procter & Gamble naik 1,6%, Mondelez International melejit 2,5%. Sentimen pasar menguat, setelah dubes AS untuk Jerman menyatakan bahwa AS bisa menunda penerapan tarif impor mobil Eropa dengan sejumlah konsesi. Saham General Motors melompat 2,6%, dan Fiat Chrysler melambung 6%.

Rilis data lapangan kerja sektor swasta AS periode Juni memperlihatkan penambahan 177.000 karyawan, sedikit di bawah pertambahan sebulan sebelumnya. Klaim pengangguran mingguan pada pekan lalu meningkat menjadi 231.000. Data juga menunjukkan pertumbuhan yang solid dalam aktivitas sektor jasa AS untuk periode Juni. Risalah terbaru hasil rapat Federal Reserve menunjukkan adanya peningkatan kekhawatiran tentang konflik dagang AS. Penerapan tarif baru impor barang China oleh AS pada Jumat ini, diperkirakan akan memicu aksi balasan dari Beijing.

Dow Jones Industrial Average naik 0,75% (181, 92 poin) menjadi 24.356,74.

Stadard&Poor's 500 melaju 0,86% (23,39 poin) ke posisi 2.736,61.

Nasdaq Composite melonjak 1,12% (83,75 poin) ke level 7.586,43.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 2,60% menjadi USD22,53.
Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir menguat, didukung oleh harapan akan melunaknya retorika perdagangan AS yang mendongkrak harga saham terkait otomotif. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,41% menjadi 381,59, dipimpin kenaikan harga saham sektor otomoif sebesar 3,4%. Duta Besar Amerika untuk Jerman mengatakan kepada eksekutif otomotif Jerman bahwa Presiden Donald Trump akan menangguhkan ancaman tarif terhadap mobil yang diimpor dari Uni Eropa jika membatalkan bea masuk atas kendaraan AS. Saham Daimler, BMW dan Volkswagen melambung sekitar 4%. Saham sektor sumber daya dasar, bahan kimia dan teknologi naik lebih dari 1%.

DAX 30 Frankfurt melonjak 1,19% (146,68 poin) ke level 12.464,29.

FTSE 100 London naik 0,40% (30,13 poin) ke posisi 7.603,22.

CAC 40 Paris melaju 0,86% (45,82 poin) menjadi 5.366,32.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York tadi malam terperosok ke posisi terendah tiga pekan, tersandung oleh penguatan euro yang didukung oleh kuatnya pesanan industri Jerman. Pesanan industri Jerman periode Mei melonjak lebih tinggi dari perkiraan setelah mengalami penurunan dalam empat bulan terakhir. Rilis risalah pertemuan Federal Reserve yang menunjukkan kekhawatiran terhadap perang dagang AS di tengah perkembangan ekonomi yang positif, dan rilis data penambahan pekerjaan sektor swasta AS periode Juni masih di bawah ekspektasi, ikut menekan dolar. Reuters melaporkan, pada Februari lalu, dolar mencapai titik terendah dalam lebih dari tiga tahun, dan reli hampir tujuh persen sejak saat itu. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju turun 0,14% menjadi 94,395.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1690-0.0001-0.01%7:12 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32220.000.00%7:12 PM
Yen (USD-JPY)110.640.000.00%7:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.63700.0045+0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14380.0033.000.23%4:59:00 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, setelah data pemerintah AS menunjukkan kenaikan cadangan minyak mentah. Data Badan Informasi Energi (EIA) mengungkapkan, stok minyak mentah AS meningkat 1,3 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan prediksi penurunan sebesar 3,5 juta barel. Cadangan minyak WTI di Cushing, Oklahoma, turun ke level terendah sejak Desember 2014, karena penutupan fasilitas Syncrude berkapasitas 360.000 bph yang diperkirakan berlangsung hingga Juli.

Harga minyak terguncang oleh tudingan Presiden AS Donald Trump, bahwa OPEC dan sekelompok produsen non- OPEC yang dipimpin oleh Rusia, sengaja menaikkan harga minyak. Analis mengatakan, harga minyak meningkat akibat rencana Washington untuk menerapkan sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketiga OPEC. Iran mengancam akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang melayani sekitar 30% perjalanan minyak lewat laut.

Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,20 (-1,6%) menjadi USD72,94 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 79 sen (-1,0%) menjadi USD77,39 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir relatif mendatar, di tengah pelemahan dolar AS, setelah rilis risalah The Fed menunjukkan dukungan kuat untuk menaikkan lagi suku bunga hingga akhir tahun ini. Investor juga menantikan rilis data penggaji non-pertanian dan data pengangguran AS yang akan dirilis Jumat. Permintaan emas fisik melemah di India, konsumen emas terbesar kedua setelah China, menurut Commerzbank.

Harga emas di pasar spot stabil di kisaran USD1.255,70 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naikUSD5,30 menjadi USD1.258,80.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author