Bursa Pagi: Asia Melemah, IHSG Bearish Berpeluang Technical Rebound

Bursa Pagi: Asia Melemah, IHSG Bearish Berpeluang Technical Rebound

Posted by Written on 04 July 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (4/7), dibuka mixed cenderung melemah, dihantui tenggat penerapan tarif tambahan pada impor produk China oleh AS, dan sengketa dagang AS dengan Uni Eropa, Meksiko dan Kanada, yang menekan indeks saham acuan di bursa saham Wall Street jelang libur Hari Kemerdekaan AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,23%, terbebani pelemahaan harga saham sektor keuangaan dan teknologi informasi. Penurunan indeks berlanjut 0,30% (-18,40 poin) ke posisi 6.191,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,65% (-142,28 poin) ke level 21.643,26, setelah dibuka melorot 0,47% dipimpin penurunan harga saham sektor jasa dan industri semi konduktor. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,08% dan berlanjut naik 0,29% ke level 2.279,43.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka cenderung mendatar di kisaran level 28.546,32 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,37% ke posisi 2.776,63.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks di bursa saham regional, setelah kemarin terbenam di teritori negatif karena terbebani aksi jual asing, anjlok 1,96% ke level 5.633,94. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi di tengah pergolakan harga komoditas dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya peluang technical rebound di area jenuh jual, dengan dukungan sentimen positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global seiring melemahnya saham sektor teknologi dan masih berlanjutnya kekhawatiran akan perang dagang, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu turunnya harga nikel dan timah juga akan menambah katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.540 dan resistance di 5.725.

Ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp3.640, Resist: Rp3.740), PTBA (Buy on Weakness, Support: Rp3.940, Resist: Rp4.080), JPFA (Buy on Weakness, Support: Rp1.580, Resist: Rp1.620), 

    BDMN (Buy on Weakness, Support: Rp6.275, Resist: Rp6.550)

  • ETF : XBNI ( SELL , Support: Rp916, Resist: Rp964), XDIF ( SELL , Support: Rp425, Resist: Rp443).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup di zona merah, terbebani penurunan harga saham oleh Apple, Facebook dan saham teknologi lainnya, dalam sesi perdagangan lebih cepat jelang libur Hari Kemerdekaan AS. Facebook anjlok 2,35% setelahWashington Postmelaporkan perluasan penyelidikan federal terkait penggunaan data oleh Cambridge Analytica. Apple melorot 1,7%. Selain itu, harga saham American Airlines, United Continental dan Delta Air Lines berguguran antara satu hingga 2,28% setelah Deutsche Bank menurunkan peringkat ketiga emiten itu, terkait dampak perselisihan perdagangan AS-China. Tesla rontok 7,2% persen, investor mempertanyakan kemampuan pabrikan mobil listrik itu untuk mempertahankan eksistensi sedan Model 3. Investor wait and see, jelang rilis data pengangguran Juni, Jumat besok. Rilis data pesanan baru barang pabrikan AS periode Mei, di luar dugaan meningkat, tetapi belanja bisnis peralatan terus melambat

Dow Jones Industrial Average melorot 0,54% (-132,36 poin) ke posisi 24.174,82.

Standard&Poor's 500 turun 0,49% (-13,49 poin) menjadi 2.713,22.

Nasdaq Composite Index merosot 0,86% (-65,01 poin) ke level 7.502,67.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,43% menjadi USD21,96.
Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir menguat, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel berhasil mengatasi perselisihan mengenai migrasi yang mengancam pemerintahannya yang rapuh. Indeks European Stoxx 600 ditutup menguat 0,81% menjadi 379,81, dengan emnyisakan sektor berbasis sumber daya alam di zona merah. Saham Glencore tersungkur lebih dari 8% setelah otoritas AS menuntut penyerahan dokumen yang berkaitan dengan bisnisnya di Nigeria, Republik Demokratik Kongo dan Venezuela dengan dugaan pelanggaran UU Praktik Korupsi Luar Negeri dan regulasi pencucian uang AS. Investor agak menahan diri jelang batas waktu pengenaan tarif impor barang China oleh AS senilai USD34 miliar, pada 6 Juli nanti.

DAX 30 Frankfurt melompat 0,91% (110,97 poin) ke level 12.349,14.

FTSE 100 London melaju 0,60% (45,44 poin) menjadi 7.593,29.

CAC 40 Paris naik 0,76% (40,01 poin) ke posisi 5.316,77.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, karena investor mengkonsolidasikan keuntungannya di sesi perdagangan yang pendek dan kurang fokus pada ketegangan perdagangan. Menjelang libur Hari Kemerdekaan AS, sentimen pasar membaik setelah Bank Sentral China bergerak untuk menenangkan pasar valas pasca kejatuhan yuan di bawah level psikologis. Di China, pelemahan yuan yang berlarut-larut meningkatkan prospek capital outflow dan perlambatan ekonomi, menciptakan sumber baru kekhawatiran di pasar uang. Sementara itu, euro menguat setelah Jerman menyelesaikan krisis kebijakan imigrasinya. Investor menunggu rilis risalah rapat Federal Reserve Juni lalu, dan data ketenagakerjaan AS, untuk melihat peluang kenaikan suku bunga dua kali lagi pada tahun ini. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,42% menjadi 94,871.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16580.000.00%7:09 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3191-0.0002-0.02%7:09 PM
Yen (USD-JPY)110.52-0.07-0.06%7:09 PM
Yuan (USD-CNY)6.6425-0.0255-0.38%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,375.000.000.004:59:00 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi ditutup menguat setelah melalui sesi volatile. Harga minyak WTI sempat melampaui USD75 per barel untuk kali pertama dalam tiga tahun lebih. Harga minyak menguat di awal sesi karena kekhawatiran seputar pasokan. Iran mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari Teluk Timur Tengah jika Washington menekan dengan sanksi larangan mengekspor minyak.

Harga kemudian merosot akibat aksi profit taking jelang libur Hari Kemerdekaan AS dan para tradermemperkirakan kekurangan pasokan global tidak akan bertahan selama yang diprediksi. Harga minyak berbalik positif seiring perubahan sentimen pasar, dengan keyakinan bahwa gangguan pasokan tidak akan diselesaikan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah American Petroleum Institute mengatakan stok minyak mentah sepanjang pekan lalu turun lebih besar dari perkiraan.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 20 sen menjadi USD74,14 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 46 sen menjadi USD77,76 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, pulih dari level terendah 7 bulan dan platinum memantul dari posisi terendah sepuluh tahun, seiring melemahnya dolar AS. Investor menunggu rilis risalah pertemuan The Fed Juni lalu dan data penggajian non-pertanian AS untuk melihat arah pergerakan suku bunga AS. Kekhawatiran akan dampak pengenaan tarif atas impor barang China oleh AS senilai USD34 miliar pada Jumat mendatang, semakin meningkat. Kamar Dagang AS mengecam cara Presiden AS menangani sengketa perdagangan global, karena pengenaan tarif dan pembalasan mitra dagang AS akan berdampak negatif bagi perekonomian negara itu.

Harga emas di pasar spot naik 0,96% menjadi USD1.253,51 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus menguat USD11,80 (1%) menjadi USD1.253,50 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author