Bursa Pagi: Asia Bergerak Variatif, IHSG Terkonsolidasi Berusaha ke Jalur Hijau

Bursa Pagi: Asia Bergerak Variatif, IHSG Terkonsolidasi Berusaha ke Jalur Hijau

Posted by Written on 03 July 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (3/7) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham Wall Street kendati masih dibayangi kekhawatiran terhadap eksalasi perang dagang AS-China dan Uni Eropa yang telah menekan bursa saham utama Eropa ke zona merah.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,19% yang dipimpin kenaikan harga saham sektor konsumsi kebutuhan pokok sebesar 1,01%. Penguatan indeks berlanjut 0,43% (26,40 poin) poin) ke level 6.204,20 pada pukul 8:35 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,44% (96,19 poin) ke posisi 21.908,12, setelah dibuka menguat 0,22% yang didukung kenaikan harga saham sektor asuransi dan peritel. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,29% ditopang kenaikan harga saham teknologi dan manufaktur, namun berlanjut naik 0,35% (7,85 poin) menjadi 2.279,39.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,17% (-338,11 poin) ke level 28.617,00, dan indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,03% di posisi 2.774,62.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham regional dan Wall Street, setelah kemarin gagal mempertahankan tren positif karena tekanan pelemahan rupiah, anjlok 0,91% ke level 5.746. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat, terkonsolidasi wajar setelah rilis data inflasi yang melebihi ekspektasi. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan pola upward bar di area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global serta rilis data inflasi periode Juni yang berada di atas ekspektasi pasar diprediksi menjadi sentimen positif, di sisi lain berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan menjadi katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.675 dan resistance di 5.815.

Ekuitas yang direkomendasikan:

  • Saham : UNTR (Spec Buy, Support: Rp31.700, Resist: Rp33.175), GGRM (Spec Buy, Support: Rp67.500, Resist: Rp70.300), ERAA (Spec Buy, Support: Rp2.450, Resist: Rp2.550), JPFA (Buy on Weakness, Support: Rp1.585, Resist: Rp1.625).

  • ETF : XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp455, Resist: Rp468), XPSG (Buy on Weakness, Support: Rp401, Resist: Rp413), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp488, Resist: Rp498).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi ditutup menguat, memulai kuartal ketiga tahun ini dengan catatan positif meski ada kekhawatiran terhadap perang dagang. Pernyataan tidak senang Presiden AS Donald Trump, kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), namun membantah bahwa mempertimbangkan keluar dari lembaga itu, ikut medukung penguatan indeks. Trump juga mengatakan keputusan mengenai pembicaraan untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara bisa menunggu sampai setelah pemilu paruh waktu November. Saham-saham teknologi mengalami reli, Apple melaju 1,1% dan Microsoft melompat 1,4%.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,15% (35,77 poin) di posisi 24.307,18.

Standard&Poor's 500 naik 0,31% (8,34 poin) menjadi 2.726,71.

Nasdaq Composite melonjak 0,76% (57,38 poin) ke level 7.567,69.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,00% menjadi USD22,74.

Bursa saham utama Eropatadi malam ditutup melemah , karena investor mempertanyakan stabilitas pemerintah Jerman dan hubungan perdagangan yang lebih luas antara Uni Eropa dan AS. Indeks European Stoxx 600 anjlok 0,84% menjadi 376,75, dipimpin kejatuhan harga saham sekktor sumber daya dasar sebesar 2,2 persen, diikuti sektor industri, konstruksi, dan wisata, perjalanan. Pelaku pasar menantikan berita apakah Menteri Dalam Negeri Jerman bisa menyelesaikan perbedaan dengan Kanselir Angela Merkel mengenai migrasi. Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman merosot ke posisi terendah lima pekan.

Sementara itu, Uni Eropa mengancam akan memberlakukan tarif balasan senilai USD300 miliar jika AS menerapkan bea masuk terhadap mobil Eropa. Angka pengangguran 19 negara zona euro periode Mei turun menjadi 8,4%, indeks PMI Juni juga melorot ke level terendah 18 bulan. Saham Playtech, perusahaan perangkat lunak mesin judi, longsor lebih dari 26 persen, karena peringatan laba. Sebaliknya, saham perusahaan aerospace Inggris, Meggit melambung 6,2% setelah menaikkan prospek penjualan.

FTSE 100 London melorot 1,17% (-89,09 poin) ke level 7.547,85.

DAX 30 Frankfurt turun 0,55% (-67,83 poin) menjadi 12.238,17.

CAC 40 Paris anjlok 0,88% (-46,77 poin) ke posisi 5.276,76.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, memanfaatkkan perkembangan politik di Eropa. Investor mengoleksi greenback sebagai safe-haven, menghadapi eskalasi perang dagang AS menjelang tenggat waktu 6 Juli untuk pemberlakukan tarif USD34 miliar terhadap ekspor China. Dua survei manufaktur China menunjukkan penurunan aktivitas, sebagian karena perlambatan ekspor. Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat pukulan baru, dengan pengunduran diri menteri dalam negeri karena perselisihan yang meluas mengenai kebijakan migrasi. Indeks manufaktur AS versi Institute for Supply Management mencapai 60,2, lebih tinggi dari perkiraan pasar, dan belanja konstruksi AS periode Mei naik 0,4%. BNP Paribas memangkas perkiraan akhir 2018 untuk euro dan poundsterling. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,42% menjadi 94,871.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1640.0001+0.01%7:12 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3141-0.0002-0.02%7:12 PM
Yen (USD-JPY)110.84-0.06-0.05%7:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.6680.047+0.71%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14375.0050.000.35%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/7/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah karena kenaikan pasokan dari Arab Saudi dan Rusia. Survei Reuters menunjukkan produksi Arab Saudi melonjak hingga 700.000 barel per hari (bph) sejak Mei lalu, mendekati rekor 10,72 juta bph pada November 2016, dan produksi minyak OPEC meningkat 320.000 bph sepanjang periode Juni. Produksi Rusia juga melonjak menjadi 11,06 juta bph dari 10,97 juta bph di bulan sebelumnya. Sementara itu China, Jepang dan Korea Selatan melaporkan penurunan pesanan minyak untuk periode Juni, di tengah meningkatnya perselisihan perdagangan dengan AS.

Genscape melaporkan persediaan minyak mentah AS di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma hingga 22 Juni lalu, turun 3,2 juta barel, tetapi naik sedikit dalam 4 hari berikutnya, disebabkan kendala pasokan dari Kanada. 

Produksi minyak AS Amerika melonjak 30% dalam dua tahun terakhir, menjadi 10,9 juta bph.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,93 menjadi USD77,30 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 21 sen menjadi USD73,94 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi kembali ditutup melemah, ke posisi terendah dalam lebih dari enam bulan. Harga emas di pasar spot rontok 8% dari level tertinggi April sebesar USD1.365,23 per ounce, tertekan penguatan dolar AS dan berlanjutnya sengketa perdagangan AS dengan China dan Uni Eropa. Uni Eropa memperingatkan AS bahwa memberlakukan tarif impor pada mobil dan suku cadang akan membahayakan industri otomotif AS dan mengancam akan menerapkan langkah balasan senilai USD294 miliar. Investor menunggu risalah pertemuan Juni Federal Reserve, Kamis, dan data ketenagakerjaan Amerika yang dirilis Jumat.

Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD1.242,28 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus anjlok USD12,80 (-1%) menjadi USD1.241,70 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author