Bursa Siang: Trading Perdana Semester II, IHSG ke Zona Hijau

Bursa Siang: Trading Perdana Semester II, IHSG ke Zona Hijau

Posted by Written on 02 July 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju ke zona hijau pada sesi jeda perdagangan hari Senin (2/7). IHSG menguat +0,12 persen (+7 poin) ke level 5.806.

Indeks LQ45 +0,52% ke level 913 poin. IDX30 +0,57% ke level 496 poin. Indeks JII -0,3% ke level 652. Indeks Kompas100 +0,35% ke level 1.178. Indeks Sri Kehati -0,1% ke posisi 335. Indeks Sinfra 18 +0,20% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIPBRXTARAADROITMGBMRI, dan UNTR.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain HMSPSCMAGGRMKLBFPTPPWIKA dan UNTR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain TLKMADHIICBPINDFSSMSMNCN, dan SRIL.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,42 triliun dengan volume trading sebanyak 678,67 juta saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp104,62 miliar. Saham-saham sektor konsumer dan finansial paling menopang laju IHSG . Kedua sektor tersebut naik masing-masing 1,74 persen dan 0,19 persen.

Nilai tukar rupiah -0,62% ke level Rp14.380.


Bursa Asia

Indeks harga saham di bursa Asia melemah pada sesi pagi trading hari Senin (2/7). Hal ini terjadi seiring koreksi tajam bursa saham China menjelang tenggat waktu yang kiat dekat saat kebijakan tarif impor yang ditetapkan China dan USA diperkirakan mulai berdampak.

Bursa saham Jepang dalam tekanan seiring Indeks Nikkei 225 yang ke arah zona merah seiring yen berlanjut melemah. Saham ritel dan pangan turun paling buruk. Indeks Kospi di bursa Korsel turun signifikan 1,5 persen. 

Harga saham unggulan seperti Samsung Electronics menyerah, turun 1,18 persen. Emiten unggulan lain, Posco turun 4,1 persen.

Di China, indeks acuan pasar kompak melemah, bahkan Indeks Shanghai turun signifikan dan Indeks Shenzhen turun 0,5 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia juga bergerak melemah meski tipis sebesar 0,03 persen.

Sikap hati-hati pelaku pasar muncul seiring para investor terus memantai tensi ketegangan hubungan dagang USA dan negara-negara mitranya, khususnya China. Tarif bea masuk impor terhadap barang China senilai 34 miliar USD diperkirakan mulai berdampak pada 6 Juli mendatang disertai sikap China membalas pengenaan tarif terhadap barang-barang impor dari USA.

Chief Economist pada lembaga AMP Capital, Shane Oliver menyatakan pada akhirnya bukti akan ada dan sementara itu masih belum ada sinyal bahwa China dan USA memulai kembali negosiasi dagang menjelang penerapan kebijakan tarif pada 6 Juli mendatang. Meski demikian Shane menilai bentuk solusi dalam negosiasi akan dapat dicapai. "Tetapi sesuatu kemungkinan menjadi lebih buruk sebelum akhirnya (tercapai) kesepakatan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu Indeks manufaktur China ke posisi 51,5 atau di bawah perkiraan para analis sebesar 51,6. 

Sedangkan indeks Private Caixin ke level 51,0 di periode bulan Juni.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,21% ke posisi 22.028,17. (11.43 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,61% ke level 28.955,11.

Indeks Shanghai (China) -1,13% ke posisi 2.815,14.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,65% ke level 3.247,54. (12.00 pm)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (2/7) pagi. Tekanan harga terjadi seiring suplai dari produsen minyak papan atas seperti Arab Saudi naik serta akibat sinyal perlambatan ekonomi Asia menyusutkan prospek demand.

Harga minyak Brent drop USD1,07 ke posisi USD78,16 per barel (pukul 03.16 GMT). Sementara minyak WTI drop 94 sen ke level USD73,21 per barel setelah menguat 8 persen pada pekan kemarin.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author