Bursa Siang: Aksi Beli Pemodal Mendukung Rebound IHSG

Bursa Siang: Aksi Beli Pemodal Mendukung Rebound IHSG

Posted by Written on 29 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound ke zona hijau pada sesi jeda perdagangan hari Jumat (29/6). IHSG menguat +0,95 persen (+53 poin) ke level 5.720 setelah turun signifikan pada perdagangan kemarin.

Indeks LQ45 +1,68% ke level 895 poin. IDX30 +1,65% ke level 489 poin. Indeks JII +1,58% ke level 642. Indeks Kompas100 +1,50% ke level 1.157. Indeks Sri Kehati +1,50% ke posisi 330. Indeks Sinfra 18 +1,58% ke level 297.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBCAKLBFMNCNINTPGGRMADMG, dan BULL-R.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain PTPPBUMIINTPBMTRMNCNBJBR dan KLBF.

Saham Top Loser LQ45 antara lain BBCABRPTADHILPKRMYRXPWON, dan JSMR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,95 triliun dengan volume trading sebanyak 3,37 miliar lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp398,88 miliar.

Sektor konsumsi dan finance paling berperan mendukung laju IHSG . Kedua sektor saham tersebut menguat masing-masing +1,72 persen dan +1,34 persen.

Nilai tukar rupiah -0,15 persen di posisi Rp14.353 per USD. (11.30 am).


Bursa Asia

Market saham Asia masih bergerak variatif pada perdagangan sesi pagi hari Jumat (29/6). Pasar saham Jepang dan Korsel mengabaikan penguatan yang tampak terjadi di bursa saham Wall Street. Sementara market saham China merayap naik.

Bursa saham Jepang tertekan, Indeks Nikkei 225 ke zona merah. Sektor-sektor saham yang melorot di pasar saham Jepang antara lain pertambangan, tambang minyak dan perkeretapian yang menorehkan koreksi paling buruk.

Terpangkas 0,42 persen Indeks Kospi ke zona merah. Harga saham unggulan seperti Samsung Electronics turun 0,85 persen walaupun saham tekno lainnya menguat. Sementara itu saham otomotif dan energi melorot.

Di bursa Australia Indeks S&P/ASX200 turun 0,13 persen. Sektor material dan energi bergerak flat. Pelemahan sektor health care menekan Indeks. Sedangkan market saham China bangkit setelah tertekan pada beberapa sesi belakangan. Indeks Shanghai ke zona positif dan Indeks Shenzhen naik 0,35 persen. Penguatan bursa Hong Kong mendapat sokongan sektor consumer dan IT mengantarkan Indeks Hang Seng menguat.

"Krisis nilai tukar yuan dan pasar saham CHina mengantarkan pasar saham emerging market dalam tekanan disertai kenaikan harga minyak tidak menolong satu sama lainnya," kata Rodrigo Catril, Senior Analis Money Market National Australia Bank seperti dikutip dari risetnya.

Data yang dirilis hari ini menunjukkan persentase pengangguran di Jepang turun ke posisi terendah dalam lebih dari 25 tahun terakhir. Produksi industri Jepang turun 0,2 persen atau lebih rendah dari perkiraan turun 11,1 persen. Data Indeks Non Manufaktur China akan dirilis pada hari Sabtu esok.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,13% ke posisi 22.298,23. (11.30 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,14% ke level 28.821,90.

Indeks Shanghai (China) +1,20% ke posisi 2.820,33.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,70% ke level 3.280,28. (11.30 am)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Jumat (28/6) pagi. Tekanan harga terjadi di tengah kecemasan atas friksi dagang antara USA dan negara mitra lainnya walaupun kondisi pasar minyak masih ketat karena faktor penurunan suplai dan secara umum demand yang menguat.

Harga minyak Brent drop 12 sen ke posisi USD77,73 per barel. Sementara minyak WTI drop 26 sen ke level USD73,19 per barel (pukul 03.37 GMT). Minyak WTI sempat ke level tertinggi USD74,03 jika dihitung sejak Nopember 2014 pada perdagangan hari Kamis.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author