Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Posted by Written on 29 June 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan di pengujung Juni, Jumat (29/6), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, kekhawatiran tentang kelanjutan perang dagang AS dengan sejumlah negara yang masih mempengaruhi sentimen investor.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,01%, dan berlanjut melemah 0,06% (-3,90 poin) di posisi 6.211,50 pada pukul 8:20 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,43% terseret kejatuhan harga saham otomotif dan energi, dan berlanjut turun 0,41% ke level 2.304,75.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga bergerak turun 0,37% (-82,42 poin) ke posisi 22.187,97, setelah dibuka melorot 0,43%, di tengah kejatuhan harga saham pertambangan dan perminyakan, yang dilanjutkan dengan rilis data pengangguran yang mencapai angka terendah selama lebih dari 25 tahun dan output industri periode Mei yang turun 0,2% .

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,12% (-33,47poin) menjadi 28.463,85 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,10% ke posisi 2.789,81.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah menurun tajam lebih dari 2% pada sesi perdagangan kemarin ke level 5.667,32 jelang keputusan BI-rate hari ini. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi berusaha menguat di tengah tekanan pelemahan rupiah. Secara teknikal, beberapaindikator pergerakan indeks menunjukkan kondisi jenuh jual sehingga berpotensi mengalami technical rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, rebound indeks bursa global diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran akan eskalasi perang dagang, trenpelemahan rupiah akan menjadi katalis negatif untuk indeks. Investor juga masih akan menunggu hasil rapat Bank Indonesia yang akan terkait dengan suku bunga acuan. IHSG diprediksi akan kembali melanjutkan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.590 dan resistance di 5.730.

Beberapa rekomendasi Indo Premier hari ini, adalah sebagai berikut:

Saham : UNVR (Buy on Weakness, Support: Rp43.875, Resist: Rp45.200) AKRA ( SELL , Support: Rp4.140, Resist: Rp4.450) SSIA (Buy on Weakness, Support: Rp555, Resist: Rp575) SMRA ( SELL , Support: Rp880, Resist: Rp950)

ETF: XIIF ( SELL , Support: Rp588, Resist: Rp630) XISI  ( SELL , Support: Rp292, Resist: Rp314) XPLC (Buy on Weakness, Support: Rp450, Resist: Rp472)


Amerika Serikat dan Eropa


Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan yang solid, didorong kenaikan saham keuangan dan teknologi meski kekhawatiran perang dagang masih membebani. Bbank-bank besar seperti JPMorgan Chase dan Bank of America, melesat hampir 2%, jelang rilis hasil stress test, Kamis malam waktu setempat. Namun para analis mengatakan ancaman perang dagang masih mengkhawatirkan.

Jaringan farmasi papan atas berguguran di tengah berita bahwa Amazon mengakuisisi farmasi online PillPack. Marvell Technology Group melambung 8,2 persen setelah mengumumkan bahwa mereka mendapatkan persetujuan dari regulator China untuk mengakuisisi Cavium, perusahaan penyimpanan data dengan operasi di China dan Taiwan.

Dow Jones Industrial Average naik 0,41% (98,46 poin) menjadi 24.216,05.

Standard&Poor's 500 melaju 0,62% (16,68 poin) ke level 2.716,31.

Nasdaq Composite melompat 0,79% (58,60 poin) ke posisi 7.503,68.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,37% menjadi USD22,32.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah tertekan kekhawatiran seputar sengketa dagang global yang kembali menghantui pasar. Indeks European-Stoxx 600 melorot 0,82% menjadi 376,87 , dipimpin kejatuhan indeks sektor teknologi sebesar 2,64%. Daily Mail melonjak 6,2% setelah peringkatnya di-upgrade oleh Berenberg. H&M menguat 1,9%setelah mengumumkan akan memotong harga. Produsen rokok Imperial Brands naik 2,8% setelah mengumumkan akan berinvestasi dalam penelitian medis berbasis marijuana dengan membeli saham Oxford Cannabinoid Technologies.Para pemimpin Eropa akan berkumpul Kamis dan Jumat di Brussels untuk membahas migrasi, tetapi juga Brexit dan reformasi euro. Angka kepercayaan konsumen zona euro periode Juni sedikit menurun dari bulan sebelumnya. Sementara itu, sentimen konsumen Jerman tidak berubah. 

FTSE 100 London melemah 0,08% (-6,06 poin) di posisi 7.615,63.

DAX 30 Frankfurt terjungkal 1,39% (-171,38 poin) ke level 12.177,23.

CAC 40 Paris terperosok 0,97% (-51,56 poin) menjadi 5.275,64.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir sedikit menguat seiring meredanya isu ketegangan perdagangan AS dan mitra dagang utamanya. Indeks dolar sempat tergelincir setelah data pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama menunjukkan perlambatan lebih dari perkiraan. Produk domestik bruto Amerika periode Januari-Maret tumbuh 2,0% (yoy), direvisi dari 2,2% yang dilaporkan Departemen Perdagangan bulan lalu, di tengah melemahnya belanja konsumen selama hampir lima tahun. Dolar terdongkrak setelah Presiden Federal Reserve Boston, Eric Rosengren, mengatakan, The Fed harus terus menaikkan suku bunga secara bertahap untuk menurunkan risiko kesalahan kebijakan ekonomi AS. 

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik tipis 0,02% menjadi 95,314.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1564-0.0005-0.04%7:12 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3077-0.0001-0.01%7:12 PM
Yen (USD-JPY)110.530.04+0.04%7:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.62710.0188+0.28%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,385.00212.001.47%---

Sumber : Bloomberg.com, 28/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak WTI sempat mencapai USD74,03 per barel pada awal sesi, tertinggi sejak 26 November 2014, karena tuntutan AS kepada negara-negara pengimpor minyakuntuk menghentikan impor minyak Iran mulai November, yang dapat menyebabkan penurunan ekspor minyak Iran. China, pengimpor terbesar minyak Iran, belum berkomitmen terhadap desakan AS. Tuntutan AS itu menyusul keputusan OPEC pekan lalu untuk meningkatkan produksi guna menahan harga minyak yang melonjak lebih dari 40 persen selama setahun terakhir. Gangguan pasokan dari Kanada hingga Libya dan Venezuela juga mendukung harga.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 69 sen menjadi USD73,45 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent,naik 23 sen menjadi USD77,85 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi jatuh ke level terendah dalam lebih dari enam bulan, menyentuh USD1.246,60 per ounce, karena meningkatnya tekanan dari isu sengketa perdagangan dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, meski laju dolar mulai kehilangan tenaga. Meredanya ketegangan perdagangan mendorong dolar untuk menguji level tertinggi satu tahun, sebelum melemah kembali karena meningkatnya inflasi di beberapa wilayah Jerman sehingga mendorong pedagang untuk membeli euro. Investor mengamati pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang membahas isu migrasi, Brexit dan perdagangan, serta mencari indikasi keberlangsungan koalisi Jerman yang sedang memanas.

Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.248,04 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD5,10 (-0,4%) menjadi USD1.251 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author