Bursa Sore: IHSG Lanjut Melemah, Rupiah di Titik Terlemah Tahun Ini

Bursa Sore: IHSG Lanjut Melemah, Rupiah di Titik Terlemah Tahun Ini

Posted by Written on 28 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah ke zona merah pada finis perdagangan hari Kamis (28/6). IHSG tumbang -2,08 persen (-121 poin) ke level 5.667.

Indeks LQ45 -2,22% ke level 881 poin. IDX30 -2,13% ke level 478 poin. Indeks JII -2,29% ke level 632. Indeks Kompas100 -2,33% ke level 1.140. Indeks Sri Kehati -2,06% ke posisi 325. Indeks Sinfra 18 -3,32% ke level 292.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SWATBBRIERAAINKPADROPTBA, dan TLKM.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain LPPF dan UNVR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain TPIAICBPSRILANTMJSMRASII, dan TLKM.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,67 triliun dengan volume trading sebanyak 97,17 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp691,87 miliar.

Saham yang tergabung dalam sektor industri dasar dan properti turun paling buruk. Kedua sektor tersebut tergerus masing-masing 4,25 persen dan 3,46 persen.

Nilai tukar rupiah -1,07 persen di posisi Rp14.394 per USD. (16.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak melemah pada trading hari Kamis (28/6) di sesi sore. Para pemodal mencermati perkembangan terkait sikap pemerintah USA dalam investasi luar negeri di tengah kekhawatiran perang dagang yang berlarut.

Indeks Nikkei 225 turun tipis 1,38 poin. Saham mining dan semikonduktor menguat. Begitu pula dengan saham-saham maskapai penerbangan melanjutkan pelemahan. Harga saham Toyota naik 1,09 persen.

Sementara itu Indeks Kospi turun 1,19 persen seiring pergerakan saham tekno blue chip. Saham tekno, Samsung Electronics dan SK Hynix turun masing-masing 2,4 persen dan 2 persen.

Market saham China berbalik melemah di sesi sore setelah di sesi pagi sempat menguat. Indeks Shanghai ke zona merah. Sedangkan Indeks Shenzhen turun 1,19 persen.

Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong ke zona hijau seiring penguatan sektor energi dan tekno di tengah pelemahan sektor properti. Saham perusahaan properti unggulan Country Garden dan Evergrande melemah masing-masing 3,3 persen dan 4,45 persen.

Sementara itu Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia naik 0,31 persen berkat dukungan saham finansial yang mendongkrak indeks tersebut. Sektor energi juga ikut menopang indeks setelah naik 1,83 persen.

Kegelisahan telah membebani sentimen investor pada pekan-pekan terakhir disertai tekanan khususnya di market saham China di tengah kekhawatiran atas potensi dampak ekonomi kebijakan perdagangan pemerintah USA. Indeks Shanghai mengarah ke bearish teritori setelah turun 20 persen dari posisi tertinggi 52 pekan jika dihitung sejak hari Kamis.

Pergerakan bursa Asia yang variatif muncul setelah pemerintah USA mengatakan bermaksud menggunakan Committe Investasi Luar Negeri USA untuk mereview proses dengan perhatian khusus kepada akuisisi asing terhadap perusahaan teknologi USA. Perkembangan tersebut merupakan rencana lebih halus dengan target perusahaan China.

Chief Investment Officer Asia Pacific pada Deutsche Bank Wealth Management, Tuan Huynh menilai pelaku pasar dan para investor masih bersikap hati-hati serta wait and see. "Jadi mungkin (pasar) mendekat ke bottom tetapi jelas kita tidak dapat mengesampingkan bahwa pasar masih bisa terus melemah lebih jauh," ujarnya.

Indeks dolar AS melanjutkan penguatan di posisi 95,515. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen stabil di level 110,40 (3.23 pm).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,01% ke posisi 22.270,39.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,50% ke level 28.497,32.

Indeks Shanghai (China) -0,93% ke posisi 2.786,90.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,20% ke level 3.261,19.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak melemah di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (28/6) pagi waktu setempat. Kecemasan terhadap potensi perang dagang muncul kembali.

Indeks FTSE (Inggris) -0.11% ke level 7.613,40.

Indeks DAX (Jerman) -0.14% di posisi 12.331,32.

Indeks CAC (Perancis) +0.03% pada level 5.328,98.



Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (28/6) sore. Tertarik turun dari posisi tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Tetapi suplai masih ketat disertai investor yang mengkhawatirkan prospek penurunan tajam ekspor minyak Iran akibat sanksi dari USA.

Harga minyak Brent stagnan ke posisi USD77,62 per barel. Sementara minyak WTI drop 15 sen ke level USD72,61 per barel (pukul 08.15 GMT). Minyak WTI sempat ke level tertinggi USD73,06 pada perdagangan hari Rabu kemarin jika dihitung sejak Nopember 2014.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author