Bursa Siang: Rupiah Terus Tertekan, Minyak Melambung dan IHSG Terpangkas 95 Poin

Bursa Siang: Rupiah Terus Tertekan, Minyak Melambung dan IHSG Terpangkas 95 Poin

Posted by Written on 28 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah ke zona merah pada sesi jeda perdagangan hari Kamis (28/6). IHSG tumbang -1,64 persen (-95 poin) ke level 5.692.

Indeks LQ45 -1,64% ke level 886 poin. IDX30 -1,56% ke level 481 poin. Indeks JII -1,70% ke level 636. Indeks Kompas100 -1,77% ke level 1.146. Indeks Sri Kehati -1,25% ke posisi 328. Indeks Sinfra 18 -1,90% ke level 296.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah KRENTLKMBBTNDYANUNVRAKRA, dan BRPT.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain BJRB dan LPPF.

Saham Top Loser LQ45 antara lain TLKMWIKABMRIMYRXSSMSUNTR, dan TPIA.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,86 triliun dengan volume trading sebanyak 51,15 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp225,52 miliar. Saham yang tergabung dalam sektor industri dasar dan tambang turun paling buruk. Kedua sektor tersebut tergerus masing-masing 3,37 persen dan 2,02 persen.

Nilai tukar rupiah -0,30 persen di posisi Rp14.285 per USD. (12.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak variatif pada trading hari Kamis (28/6) di sesi pagi. Para pemodal mencermati perkembangan terkait sikap pemerintah USA dalam investasi luar negeri di tengah kekhawatiran perang dagang yang berlarut.

Penurunan saham-saham maskapai penerbangan serta penguatan saham-saham otomotif mewarnai koreksi turun Indeks Nikkei 225. Harga saham Toyota naik 0,85 persen. Sementara itu Indeks Kospi turun 0,66 persen seiring pergerakan saham tekno blue chip. Saham tekno, Samsung Electronics dan SK Hynix turun masing-masing 2,29 persen dan 2,23 persen.

Di market saham Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,5 persen dengan dukungan saham-saham energi dan IT. Sedangkan bursa saham China terpantau menguat. Indeks Shanghai di zona merah dan Indeks Shenzhen naik 0,23 persen.

Sementara itu Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia naik 0,17 persen berkat dukungan saham finansial yang mendongkrak indeks tersebut.

Pergerakan bursa Asia yang variatif muncul setelah pemerintah USA mengatakan bermaksud menggunakan Committe Investasi Luar Negeri USA untuk mereview proses dengan perhatian khusus kepada akuisisi asing terhadap perusahaan teknologi USA. Perkembangan tersebut merupakan rencana lebih halus dengan target perusahaan China.

Chief Investment Officer Asia Pacific pada Deutsche Bank Wealth Management, Tuan Huynh menilai pelaku pasar dan para investor masih bersikap hati-hati serta wait and see. "Jadi mungkin (pasar) mendekat ke bottom tetapi jelas kita tidak dapat mengesampingkan bahwa pasar masih bisa terus melemah lebih jauh," ujarnya.

Indeks dolar kokoh di posisi 95,247. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen stabil di level 110,26 (12.24 pm).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,09% ke posisi 22.251,40. (11.57 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,50% ke level 28.498,10.

Indeks Shanghai (China) +0,24% ke posisi 2.819,89.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,10% ke level 3.258,16. (12.00 pm)



Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (28/6) pagi. Tekanan harga terjadi di tengah tingginya angka produksi minyak Rusia, Amerika Serikat dan Arab Saudi meskipun penurunan suplai tanpa rencana di berbagai kawasan dan demand yang mencapai rekor membendung pelemahan (harga) lebih besar.

Harga minyak Brent drop 8 sen ke posisi USD77,54 per barel. Sementara minyak WTI drop 22 sen ke level USD72,54 per barel (pukul 02.53 GMT). Minyak WTI sempat ke level tertinggi USD73,06 jika dihitung sejak Nopember 2014.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author