Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Fluktuatif di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Fluktuatif di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 28 June 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (28/6) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan di bursa saham Wall Street setelah kenaikan signifikan indeks bursa saham utama Eropa, yang diwarnai kenaikan tajam harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,22%, di tengah kejatuhan indeks saham hampir di semua sektor yang menenggelamkan lonjakan indeks sektor energi sebesar 1,26%. Indeks berbalik menguat 0,18% (11,10 poin) di posisi 6.207,00 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,77% (-171,87 poin) ke level 22.099,90, setelah dibuka melorot 0,66% dipimpin kejatuhan harga saham sektor energi sebesar 1,62%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka anjlok 0,65%, terseret kejatuhan harga saham sektor teknologi, dan berlanjut merosot 0,77% (-18,09 poin) ke posisi 2.323,94.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,04% (11,75 poin) di posisi 28.368,01. Indeks Shanghai Composite China melorot 0,47% menjadi 2.799,99.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham Wal Street dan Asia, setelah kembali gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau di sesi perdagangan kemarin dan ditutup melorot 0,65% ke level 5.787. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini cenderung fluktuatif melanjutkan upaya konsolidasi, menunggu keputusan rapat Dewan Gubernur BI yang dimulai hari ini. Secara teknikal, beberapa indikator memprlihatkan adanya potensi bearish continuation di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global dan regional serta melemahnya nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Investor juga masih akan menunggu hasil rapat Bank Indonesia yang akan di mulai hari ini. IHSG diprediksi akan kembali melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.735 dan resistance di 5.830.

Rekomendasi :

  • Saham: ERAA (Spec Buy, Support: Rp2.560, Resist: Rp2.850), EXCL (Spec Buy, Support: Rp2.460, Resist: Rp2.610), SIDO (Spec Buy, Support: Rp860, Resist: Rp880), KAEF (Spec Buy, Support: Rp2.400, Resist: Rp2.610). ETF: XIIC (Buy on Weakness, Support: Rp986, Resist: Rp1.006), XISC (Buy on Weakness, Support: Rp678, Resist: Rp697), XBLQ (Buy on Weakness, Support: Rp451, Resist: Rp458)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir melemah karena Washington mengirim sinyal variatif pada Beijing, menghidupkan kembali kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump mundur dari rencana untuk memaksakan pembatasan yang agresif pada investasi China di sektor-sektor sensitif, namun investor kemudian dikejutkan oleh pernyataan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, bahwa tindakan yang lebih keras terhadap China masih dipertimbangkan.

Saham-saham teknologi berguguran. Micron Technology terpenggal 4,3% dan AMD anjlok 3,4%. Saham perbankan juga melemah. Bank of America dan JPMorgan Chase susut lebih dari 1% karena imbal hasil obligasi US Treasury 10-tahun melemah. Sebaliknya, saham sektor energi naik 1,3%. Raksasa minyak Exxon Mobil dan Chevron melesat lebih dari 1% karena kenaikan harga minyak.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,68% (-165,52 poin) ke level 24.117,59.

Standard&Poor's 500 terpangkas 0,86% (-23,43 poin) menjadi 2.699,63.

Nasdaq Composite rontok 1,54% (-116,54 poin) ke posisi 7.445,08.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,99% menjadi USD22,63
Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup menguat, investor menyambut reli harga minyak dan berita kebijakan perdagangan AS yang lebih lunak dari perkiraan. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,72% menjadi 379,97, dengan meninggalkan sektor perbankan di zona merah.

Sentimen dagang menyurut setelah muncul berita bahwa AS merilis informasi baru tentang investasi asing, yang akan memberi kewenangan kepada Komite Investasi Asing untuk menangani masalah pembelian asing terhadap teknologi domestik yang dianggap sensitif. Sektor perbankan anjlok lebih dari 1,2 persen karena investor mengkhawatirkan dampak proteksionisme. Sektor energi melonjak 2,5%, ditopang kenaikan harga minyak.

FTSE 100 London melambung 1,11% (83,77 poin) ke level 7.621,69.

CAC 40 Paris melompat 0,87% (45,91 poin) ke posisi 5.327,20.

DAX 30 Frankfurt melonjak 0,93% (114,27 poin) menjadi 12.348,61.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, merespon melunaknya pendekatan AS terhadap investasi Cina. Trump mengatakan akan menggunakan proses peninjauan keamanan nasional yang diperkuat untuk memblokir penguasaan China terhadap teknologi Amerika yang sensitif. Euro turun 0,76% tertekan kekhawatiran tentang konflik perdagangan, krisis politik di Jerman, dan ketidakpastian KTT Uni Eropa terkait permasalahan imigrasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, masih menjadi pendorong utama reli dolar. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,65% menjadi 95,290.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15590.0005+0.04%7:11 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31190.0006+0.05%7:11 PM
Yen (USD-JPY)110.2500-0.0100-0.01%7:11 PM
Yuan (USD-CNY)6.60830.0290+0.44%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,179.0020.50+0.14%6/26/2018

Sumber : Bloomberg.com, 27/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, didorong oleh penurunan stok minyak mentah AS di tengah kekhawatiran akan kurangnya pasokan akibat gangguan ekspor Libya, kendala produksi di Kanada dan tuntutan Washington agar importir berhenti membeli minyak Iran mulai November. Badan Informasi Energi (EIA) menyebutkan, stok minyak mentah AS turun hampir 10 juta barel pekan lalu, terbesar sejak September 2016. Sementara persediaan bensin dan produk minyak distilasi meningkat di bawah ekspektasi. 

Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, turun 2,7 juta barel, mencerminkan gangguan produksi di Syncrude, Kanada. Di Libya, perebutan kekuasaan menimbulkan ketidakjelasan ekspor minyak negara tersebut.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,23 (3,16%) menjadi USD72,76 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,41 (1,9%) menjadi US77,72 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemahke level terendah baru dalam enam bulan, tertekan penguatan dolar AS. Harga emas anjlok lebih dari tiga persen bulan ini - penurunan bulanan terbesar sejak September - didorong oleh reli dolar, penyusutan dalam kepemilikan ETF emas dan kejatuhan akibat taruhan spekulatif. Meningkatnya perselisihan perdagangan AS-China sejauh ini tidak memicu permintaan emas. Pimpinan The Fed Atlanta mengatakan akan mengesampingkan kenaikan suku bunga keempat tahun ini, jika sengketa perdagangan AS-China semakin buruk.

Harga emas di pasar spot turun 0,31% menjadi USD1,254.76 per ounce.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun USD3,80 menjadi USD1,256.10.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author